SULAWESI SELATAN - INDONESIA

Cerita Lebaranku

IMG_20150816_173228

Waktu kecil, Tasya memiliki lagu yang menurut saya sangat keren ketika menyambut lebaran. Kira-kira liriknya seperti ini “setelah berpuasa satu bulan lamanya, berzakat fitrah menurut perintah agama, ………. Lalu ada kata “Minal aidin wal faizin, maafkan lahir dan batin, selamat para pemimpin rakyatnya makmur terjamin”. Dulu waktu saya masih duduk di bangku sekolah dasar, lagu itu selalu menghiasi malam lebaran, dan terasa meriah ketika mendengarnya. Sekarang mungkin lagu itu masih dinyanyikan, di stasiun televisi dan iklan tertentu, tapi rasanya tak semeriah dulu.

       Lebaran kali, bagaimana saya merasakannya ? akhir-akhir ini, atau sekitar 8 tahun terakhir, lebaran saya terasa hambar . Entahlah, saya sendiri kadang bingung, mengapa lebaran saya akhir-akhir ini selalu saja terasa hambar, bak sayur tanpa garam, bak ketupat tanpa opor, bak sholat ied tanpa baju baru wkwkwk. Kemungkinannya bisa bermacam-macam, boleh jadi karena beberapa anggota keluarga yang dulunya masih ada, kini sudah berpulang menghadap sang khaliq, atau berada di luar kota, boleh jadi juga karena usia yang semakin dewasa, sehingga meriahnya tidak bisa dirasakan sama seperti waktu kecil dulu. Kalau waktu kecil, sesuatu yang sederhana saja, rasanya terasa wow. Ada baju baru, sepatu baru rasanya seperti terbang ke bulan (widih, wow banget), sekarang, biasa-biasa saja. Dan Boleh jadi juga karena kedua-duanya.

       Dulu, waktu saya masih SD, waktu anggota keluarga yang lain masih hidup seperti nenek, tante dan om. Setiap malam lebaran, rumah nenek sangat ramai. Mulai dari om-om yang berkumpul di Balkon rumah (kami menyebutnya : Lego-lego), para tante yang sibuk di dapur, hingga sepupu-sepupu yang berkumpul di depan tv, menonton, ngobrol hingga melakukan hal-hal yang lain, kadang juga berkumpul di lapangan, menyalakan kembang api. beberapa tahun terakhir, bahkan sekarang momen seperti itu menghilang. Rumah Nenek terasa sepi. Seakan besok bukan hari lebaran. Ya Allah, saya benar-benar rindu momen itu.

       Di kampung halaman saya, Mangkoso, setiap malam lebaran biasanya diadakan sholat Tasbih. Sholat Tasbih terdiri dari 4 raka’at. Setiap rukun diiringi Tasbih Subhanallah Walhamdulillah Walaa Ilaaa Illallaah wallaahu Akbar. Fungsinya sebagai penghapus dosa yang telah lalu. Entah kenapa, Malam lebaran kali ini, Sholat Tasbih tidak dilaksanakan. Katanya, Sholat Tasbih sebelumnya selalu dilaksanakan setiap tengah malam setelah sholat tahajjud. Saya kecewa. Entah apalagi yang berubah di lebaran kali ini.

     Lebaran, Adalah hari dimana umat muslim kembali berbuka dari kewajiban berpuasa selama sebulan. Momen yang paling dinanti umat muslim, mereka merayakannya dengan sangat gembira. Gema takbir dilantunkan di malam lebaran. Sebagian menyambutnya dengan sesuatu yang serba baru, simbol seakan mereka telah menjadi manusia yang baru. karena hari itu, mereka yang benar-benar memanfaatkan momen ramadhan untuk beribadah kepada Allah-lah yang merasakan kemenangan yang sesungguhnya. Dan merekalah Pemenang sejati itu. Apakah kita termasuk pemenang sejati itu ??, In Syaa Allah.

       Ketika Lebaran mulai terasa Hambar, setidaknya Lebaran kali ini kita tidak membawa amal yang hambar. Tidak menerima hadiah yang hambar dari tuhan. kita terutama saya, harusnya telah menjadi manusia yang lebih baik. Pertanyaannya, apakah kita sudah seperti itu ?. Mudah-mudahan saja iya. Kita bisa menilainya, tapi Penilaian Allah-lah yang paling benar.

       Di Hari kemenangan ini, saya mengucapkan, Taqabbalallahu Minnaa wa minkum, Shiyaamanaa wa shiyaamakum, Minal Aidin wal Faizin. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Ini cerita Lebaranku, Bagaimana dengan Lebaranmu ?

Iklan

0 comments on “Cerita Lebaranku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: