SULAWESI SELATAN - INDONESIA

Eksplor Barru : Tugu dan Monumen

       Di Pusat kota, tepatnya di perempatan utama Kota Barru, ada sebuah tugu yang sudah menjadi ikon kota ini. Di Bagian atas tugu, terdapat 4 payung berwarna emas sebagai simbol yang menjadi ciri khas dari tugu kota ini. Jangan kira 4 Payung itu menunjukkan bahwa Barru adalah kota produsen Payung ya… , Apalagi sebagai kota Hujan, karena kota Hujan itu Bogor, bukan Barru. 4 Payung itu bermakna 4 Kerajaan yang dulunya pernah eksis di Kabupaten Barru pada zaman penjajahan belanda. 4 Kerajaan itu adalah cikal bakal berdirinya Kabupaten Barru

       Sebelum dibentuk sebagai suatu Daerah otonom, daerah ini terdiri dari 4 wilayah swapraja di dalam kewedanan Barru, Kabupaten Pare-Pare Lama, masing-masing swapraja Barru, Swapraja Tanete, swapraja Soppeng Riaja, dan Bekas swapraja mallusetasi. Barru resmi terbentuk pada tanggal 24 Februari 1960 sebagai Daerah tingkat II di provinsi Sulawesi selatan dengan Ibukota Barru. 4 Kerajaan yang menjadi swapraja itulah cikal bakalnya. Dan sejarahnya diabadikan dalam bentuk tugu 4 Payung ini dan Kini, Tugu Kota ini menjadi Ikon Kabupaten Barru.

Tugu Kota Barru
Tugu Kota Barru

    Tidak Jauh dari Tugu Kota, ada sebuah Monumen kecil yang ditata rapih, namun sepi pengunjung, bahkan tidak ada pengunjung. Wajar, sangat sedikit orang yang suka berkunjung ke Monumen, dan hal-hal yang berbau sejarah. Saya tidak tahu pasti nama Monumennya, tapi terdapat tulisan kecil di pelataran monument. Dengan cat berwarna merah dan ukiran tak jelas, tertulis Monumen Perjuangan. Saya simpulkan saja, Namanya Monumen Perjuangan. Tidak ada yang istimewa dari Monumen ini. Terdapat sebuah patung Prajurit berwarna Putih, dan satu tembok bergambar beberapa Prajurit memegang senjata, beberapa Prajurit sedang makan dan beberapa saya tidak tahu maksudnya. Menurut Perkiraan, Monumen ini dibangun untuk mengenang Perjuangan Rakyat Barru dalam melawan Belanda.

Monumen Perjuangan
Monumen Perjuangan

       Dari Monumen Perjuangan yang (hampir) terlupakan, saya berjalan lebih jauh ke sebuah Monumen yang terbilang masih baru. Monumen itu bernama Monumen Colliq Pujie. Sekilas nama itu sangat asing bagi saya, karena dalam perlajaran sejarah sejak saya duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah, SMP sampai Madrasah Aliyah, sejarah tentang Colliq Pujie tidak pernah dibahas. Jangankan sejarahnya, namanya saja tak pernah disebut.

     Monumen sederhana ini terletak di sudut sebuah lapangan luas, yang sekarang sedang dalam pembangunan sebuah taman, yang juga diberi nama Taman Colliq Pujie. Monumen Colliq Pujie, diresmikan oleh Gubernur Sulawesi selatan, Syahrul Yasin Limpo pada tahun 2014 lalu. Tujuan dibangunnya Monumen ini sendiri untuk mengenang, dan menghormati jasa Colliq Pujie. Pertanyaannya, Siapa Colliq Pujie ?? Seberapa besar jasanya sehingga Kabupaten Barru membangun Monumen dan Taman atas nama beliau ??.  Mari simak sejarahnya baik baik.

Monumen Colliq Pujie
Monumen Colliq Pujie

    Colliq Pujie memang tidak begitu populer, kalau dibandingkan dengan pahlawan-pahlawan lainnya di Sulawesi selatan, seperti Sultan Hasanuddin, Syekh Yusuf, dan lain-lain. Padahal Colliq Pujie adalah seorang Pahlawan yang berjasa dalam dunia sastra daerah Indonesia , khususnya untuk budaya dan sastra bugis. Colliq Pujie memiliki nama lengkap Retna Kencana Colliq Pujie Arung Pancana Toa Matinroe ri Tucae. Panjang Benerrr !!. Namanya khas bugis banget. Tapi sebenarnya namanya Cuma Retna Kencana Colliq Pujie yang berarti Pucuk yang terpuji. Arung Pancana Toa merupakan gelar. Sedangkan Matinroe ri Tucae, adalah sebuah anumerta yang disematkan kepadanya setelah beliau meninggal dunia.

     Jasa Colliq Pujie di dunia sastra adalah mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional atas kerja kerasnya bersama B. F Mathes menyalin naskah I La Galigo, hingga menjadi naskah dengan kualitas sangat mengesankan dan tersimpan rapi di perpustakaan Universitas Leiden, Belanda. Naskah La Galigo sendiri merupakan Naskah kuno Bugis dan cerita epic yang Panjangnya dikabarkan memiliki panjang melebihi 2 genre sejenis dari India yaitu Mahabharata dan Ramayana.

      Awalnya, Colliq Pujie bertemu dengan Mathes karena keinginan Mathes untuk mempelajari Bahasa Bugis. Mathes mengunjungi daerah-daerah bugis, seperti Maros, Pangkajene, dan Tanete. Kedatangan Mathes ke Tanete itulah awal pertemuan Colliq Pujie dengan Mathes.  Kerja sama antara Mathes dan Colliq Pujie dalam menyalin naskah La Galigo berlangsung saat Colliq Pujie diasingkan / dikucilkan di Makassar karena Belanda takut akan Kharisma dan Pengaruh Colliq Pujie yang begitu kuat. Karena Colliq Pujie merupakan penentang kuat kekuasaan Belanda dan suka melakukan perlawanan. Selama di Makassar, Colliq Pujie bekerja sama dengan Mathes dalam menyalin Naskah La Galigo. Naskah La Galigo itu sendiri didapatkan dari Pencarian Mathes ke berbagai daerah di Sulawesi selatan. Beberapa Naskah ada yang dipinjam, diberi secara sukarela, bahkan ada yang disalin sendiri, karena pemilik Naskah tidak mau memberikan Naskahnya.

      Kerja sama Antara Colliq Pujie dan B.F Mathes berlangsung selama 20 Tahun, (Whuuaat ??) Lama Banget kan ??. Itu karena Naskah La Galigo sangat banyak dan sangat Panjang. Itu pun sebenarnya (menurut perkiraan) naskah yang berhasil disalin baru 1/3-nya.  2/3-nya dimana ???, Mereka semua hilang dan rusak. Akhh sayang sekali.

     Selain Naskah La Galigo yang telah disalinnya, Colliq Pujie memiliki banyak karya sastra diantaranya : Lontaraqna Tanete (Sejarah Kerajaan Tanete), Sureq Baweng, Lontara Bilang, Elong (Pantun Bugis), dan Kumpulan adat istiadat Bugis serta berbagai Tata Krama yang berhasil memukau banyak kalangan karena gaya tutur dan isinya yang sarat pengetahuan tentang budaya. Banyak karyanya tersimpan di museum Leiden, Belanda dan Yayasan Mathes Makassar.

     Kita telah tahu jasa besar Colliq Pujie yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional di bidang sastra. Tapi siapa dia ?? Apa hubungannya dengan Kabupaten Barru ??. Colliq Pujie ternyata merupakan Anak dari Raja Tanete (salah satu kerajaan yang menjadi cikal bakal berdirinya kabupaten Barru ) bernama La Rumpang. Tetapi meski Ayah Colliq Pujie merupakan seorang Raja, Kebanyakan urusan Kerajaan diurus oleh Colliq Pujie karena Ayahnya hampir tidak pernah tinggal di istana karena diintimidasi oleh Belanda. Colliq Pujie memiliki seorang suami, bernama La Tanampareq, dan memiliki 3 orang anak, yakni La Makkawaru, Wa Tenri Olle, dan I gading.

       Colliq Pujie lahir pada tahun 1812 dan meninggal pada tahun 1826. Pahlawan besar dunia Sastra dan Budaya Bugis berdarah bugis – melayu ini merupakan Anak dari Raja salah satu Kerajaan yang menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Barru. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Barru membangun Monumen agar Colliq Pujie semakin dikenal. Begitu Pula Taman Colliq Pujie yang sementara dibangun, yang bakal menjadi Alun-alun Kota Barru. Jujur, sebelumnya saya tidak tahu siapa itu Colliq Pujie. Tapi karena rasa penasaran saya, gugling sana-sini. Saya jadi tahu banyak tentang Pahlawan ini.

Patung Retna Kencana Colliq Pujie
Patung Retna Kencana Colliq Pujie

     Bentuk apresiasi dan Penghormatan Kabupaten Barru tidak hanya sebatas membangun Monumen atau Taman. Kini di Kabupaten Barru terdapat sanggar seni bernama Colliq Pujie. Dan Kabupaten Barru juga  dikenal dengan nama Bumi Colliq Pujie.

(Referensi sejarah : Website Resmi Kab. Barru dan Lontara Project)

Iklan

12 comments on “Eksplor Barru : Tugu dan Monumen

  1. Jadi pengen pulang jugaaa… 😦

    Suka

  2. Orang barru?

    Disukai oleh 1 orang

  3. pallawarukka

    4 payung maksudnya 4 kerajaan tradisional yaitu tanete,Barru,Balusu,Ajjakkang.ini kerajaan terbentuk sebelum adanya soppeng bagian barat di kab barru dan mallusetasi

    Disukai oleh 1 orang

  4. pallawarukka

    Dati Abudullah bin mas,ud Ra berkata Rasulullah Saw bersabda asyaddun naasi adzaaba yaumulqiyamah almushawwiriyn artinya manusia yg paling berat siksanya pada hari kiamat adalah tukang gambar.(muttafaq alaih)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: