SULAWESI SELATAN - INDONESIA

Blusukan ke Vihara Girinaga, Serasa Ngetrip ke Kamboja

                Mas, orang non Budha bisa masuk disini ya ??, tanyaku polos di depan sebuah Vihara besar nan megah. “Iye’”. Jawab seorang lelaki tua yang duduk di depan pintu masuk vihara. “Gratis mas ?” tanyaku lagi. “Iye’ “ Jawabnya lagi, singkat. Karena tahu Vihara ini dapat dimasuki oleh Non-Budha dan Gratis, Tanpa berlama-lama Kami masuk ke vihara besar itu.

            Sebelum masuk ke dalam Vihara, kami disambut oleh 2 Patung Budha berukuran sedang beberapa langkah di depan pintu masuk Vihara. Yang satu berwarna hitam, yang satunya lagi berwarna emas. Di depan patung, ada dupa, bunga dan lilin. Mungkin sebelum memasuki vihara, umat budha melakukan penghormatan terlebih dahulu di depan patung ini. Saya mengambil gambar patung Budha itu lalu masuk ke dalam Vihara.

2 Patung yang berada di Luar Vihara
2 Patung yang berada di Luar Vihara

            Nah sebelum jauh masuk ke dalam Vihara, saya perkenalkan Vihara ini bernama Vihara Girinaga. Girinaga berarti duduk di atas bukit naga. Nama ini ditasbihkan oleh Bikkhu pertama di Indonesia pasca kemerdakaan, YM. Bukkhu Ashin Jinakhita. Nama vihara terpasang jelas di atas pintu masuk. Vihara Girinaga ini merupakan Vihara Terbesar dan Tertua di Makassar. Dibangun sekitar tahun 1960. Di dalam Vihara, ada seorang wanita paruh baya yang dengan ramahnya mempersilahkan kami untuk melihat seisi Vihara. Bukan Cuma mempersilahkan, dia juga menjelaskan Benda-benda yang ada di dalam Vihara, meski dengan bahasa Indonesia yang kurang fasih dan dengan informasi yang terbatas.

Vihara Girinaga
Vihara Girinaga

            “Ada Berapa lantai Vihara ini ?”, Tanyaku. “Vihara ini terdiri dari 9 Lantai ”, Jawab Wanita Paruh baya itu. Di lantai pertama Vihara, ada sebuah patung Budha raksasa dengan posisi berbaring. Patung itu bernama The Sleeping Budha. Katanya, Patung ini didatangkan langsung dari Kamboja. Patung ini memiliki panjang 7 meter dan tinggi 2,5 meter. Saya takjub. Saya lalu Melihat seisi ruangan. Suasana di Lantai satu terlihat sedikit berantakan, dengan banyak tumpukan kardus air mineral, dan beberapa patung kecil yang berada di tempat yang terlihat seperti bukan tempat yang semestinya. Memang, ada beberapa patung, yang katanya akan disimpan di atas. Patung-patung tersebut juga baru didatangkan dari Kamboja.

The Sleeping Buddha
The Sleeping Buddha

            Setelah asik berfoto di Lantai satu, kami diajak untuk melihat-lihat ke lantai 9. Kami langsung diajak ke lantai 9, Karena kami ingin melihat seluruh tingkatan di Vihara, jadi kami nantinya tinggal turun saja , tak perlu capek-capek naik lagi. Untungnya, Vihara 9 Lantai ini dilengkapi dengan Lift, Membuat petualangan ini sedikit lebih mudah.

        Di Lantai 9, ada sebuah Relig berwarna emas yang berada di tengah ruangan. Di lantai 9 ini biasanya orang-orang tertentu melakukan semedi. Di setiap sisi tembok, tepatnya 8 sisi, juga terdapat miniatur budha yang jumlahnya banyak sekali. Saat saya bertanya berapa jumlah miniature Budha itu, si wanita Paruh Baya tidak mengetahui jumlahnya. Maklum, dia juga tidak tahu terlalu banyak. Yang jelas jumlahnya banyak sekali. Meskipun pengetahuannya terbatas, si wanita Paruh baya tetap antusias menjelaskan apa yang ia tahu. Meskipun saya kurang mengerti apa yang ia katakan. Sementara ia asik menjelaskan, saya menyibukkan diri dengan memotret.

Relig Berwarna Emas
Relig Berwarna Emas
Dinding yang dipenuhi Miniatur Buddha
Dinding yang dipenuhi Miniatur Buddha

       Setelah puas melihat isi di Lantai 9, kami turun ke Lantai 8. Tapi sayang, lantai 8 masih dalam pengerjaan. Jadi kami langsung ke Lantai 7. Di Lantai 7, kami melihat 3 patung berukuran sedang. Dan 3 patung berukuran kecil. 3 Patung berukuran sedang terletak di tengah sebuah rumah-rumahan yang terbuat dari kayu. 2 patung kecil mengapit 3 patung lainnya. Beberapa langkah di depan terdapat sebuah meja panjang. Di Meja itu terdapat patung kecil dan dupa. Katanya, ini merupakan tempat ibadah Suhu/Sufu atau Bikkhu/Biksu. Mereka semacam orang yang ahli ibadah dan berilmu tinggi di kalangan umat Budha. Nah, di tempat inilah mereka Beribadah secara khusus.

20150730_103800

            Dari Lantai 7, kami turun ke Lantai 6. Lantai 6 ini merupakan zona yang memang disediakan untuk wisata. Tempat ini terkesan unik , meski awalnya saya pikir juga sedang dalam pengerjaan. Lantai 6 sedikit gelap dan dirancang mirip suasana di siem reap di Kamboja. Ada pohon, patung Monyet, dan yang membuat tempat ini istimewa adalah Adanya Miniatur Candi Angkor Watt yang terkenal itu. Nah.. kalau anda punya mimpi yang belum kesampaian buat ke Angkor Watt, datang saja kesini, siapa tahu rindu anda ke Angkor Watt bisa terobati.

20150730_105314

Miniatur Angkor Watt
Miniatur Angkor Watt

           Di Lantai 5 tidak terdapat apa-apa. Katanya, lantai 5 ini akan dihiasi dengan Patung Dewi Kwang In, tapi batal entah karena alasan apa. Akhirnya ruangan ini dibiarkan kosong. Kami langsung ke Lantai 4

            Lantai 4, merupakan tempat latihan menari, atau ruang koreografi. terdapat cermin besar, yang terpasang di sepanjang dinding. Disini, murid SD dan SMP latihan menari untuk ditampilkan di hari-hari besar Umat Buddha seperti Hari raya Waisak. Sayang, hari itu Tidak ada anak-anak yang sedang latihan menari. Mungkin lain kali lah…

Ruang Koreografi
Ruang Koreografi

            Kami turun ke Lantai 3. Lantai 3 berfungsi sebagai tempat ibadah. Terdapat 5 patung ruangan ini. 2 patung berukuran sedang, 3 patung berukuran kecil. 3 patung kecil itu merupakan patung dari Dewa Jodoh, Dewa Bumi, dan Dewa Rejeki. Tapi, saya lupa nama dari 2 patung lainnya. Sayang sekali yah, Pemandu kami sendiri tidak terlalu tahu nama dari 2 patung dewa yang berukuran sedang itu. Satu Patung berkepala botak dengan pose garang seperti sedang ingin menyerang seseorang. Yang satunya lagi janggut yang panjang.

20150730_110352
Patung Dewa Jodoh, Bumi dan Rejeki (Kanan-Kiri)

            Dari lantai 3, kami ke Lantai 2. Ruangan besar dengan patung Budha berukuran besar pula. Ruangan di lantai 2 ini merupakan ruangan ibadah umum, atau ibadah hari Minggu. Disinilah umat Budha aliran Mahayana melakukan Ibadah mingguan mereka, Karena Vihara ini merupakan Vihara yang terfokus pada aliran Mahayana. Nah sebagai tambahan, dalam agama Budha terdapat 3 aliran, yaitu Mahayana, Teravada dan Vajrayana. Dan Vihara ini terfokus pada aliran Mahayana. Di lantai 2 ini juga berfungsi sebagai ruang belajar bagi anak sekolah dasar dalam memperdalam ilmu agama Buddha mereka

Ruang Ibadah Hari Minggu
Ruang Ibadah Hari Minggu

           Setelah lelah menjelajahi seluruh lantai Vihara. Kami diajak ke Bagian Vihara yang lain. Whaaatt ??? ternyata masih ada bagian lain dari Vihara. Vihara Girinaga ini ternyata terdiri dari 2 gedung. Gedung pertama terdiri 9 lantai, gedung yang lain terdiri dari 4 lantai.

            Dengan lelahnya, kami ke bagian lain dari Vihara. Di lantai 1 dan 2, berupa tempat menyimpan alat-alat dan pakaian yang digunakan di hari-hari besar, seperti pakaian barong sai yang saya lihat sekilas. Lantai 3 merupakan tempat tinggal 2 orang Bikkhu yang berasal dari Kamboja. Dan di Lantai 4 terdapat 2 Patung Raksasa. Yang satu, berwarna Hitam, merupakan Patung Sang Buddha, Sang Buddha sendiri  dikenal oleh para umat Buddha sebagai seorang guru yang telah sadar atau tercerahkan yang membagikan wawasan-Nya untuk membantu makhluk hidup mengakhiri ketidaktahuan/kebodohan (avidyā), kehausan/napsu rendah (taṇhā), dan penderitaan (dukkha), dengan menyadari sebab musabab saling bergantungan dan sunyatam dan mencapai Nirvana (Pali: Nibbana). Yang satunya lagi patung berwarna emas yang merupakan patung dari Arahat Sivali. Nah, pertanyaannya siapakah Arahat Sivali itu ?. Arahat Sivali merupakan murid sang Buddha, diantara para Bikkhu, Arahat sivali merupakan Murid utama dan merupakan seorang Bikkhu yang memperoleh banyak kebutuhan/keistimewaan.

20150730_111423
Patung Sang Buddha
Patung Arahat Sivali
Patung Arahat Sivali

       Kami mengambil foto kedua patung raksasa ini sejenak sebelum kami meninggalkan Vihara ini, tak sungkan, pemandu yang setia menemani kami menawarkan diri untuk mengambil foto kami berempat. Saya, Ulfa, Rahma dan Ifah. Tak lupa, kami juga mengambil gambar Vihara ini dari luar. Sayangnya, Untuk mengambil seluruh bagian Vihara dari luar sangat sulit, karena Vihara tidak memiliki Lahan yang cukup luas.

Bagian Luar Vihara Girinaga
Bagian Luar Vihara Girinaga

            Well, saya senang bisa berkunjung ke Vihara ini. Selain banyak hal yang unik, saya akhirnya memiliki sedikit wawasan tentang agama Budha.

            Tertarik ke Vihara ini ?, Vihara ini terletak di Jalan Salahutu II, Kota Makassar. Anda Pendatang ?, Cari saja di Google Maps. Semoga membantu.

Iklan

11 comments on “Blusukan ke Vihara Girinaga, Serasa Ngetrip ke Kamboja

  1. Fadly Surya

    ternyata di Makassar ada tempat se-keren ini… , jalan-jalan kesini dehh.., gratis kan ya ??

    Suka

  2. Wah… ini di Makassar? Kirain di Kamboja gitu mas. 🙂

    Suka

  3. Eksplor semua lantai di Vihara ini lumayan bikin lelah ya..relig emas di lantai 9 juga banyak terdapat pada candi di Grand Palace Bangkok. Spertinya aku paling suka lantai 6 deh, penuh misteri dan sperti setting film Lara Croft Tomb Rider.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Terimakasih infonya bermanfaat. Saat ini saya di makasar…rencana kesana wisata spiritual gitu hehehe. Kerennnnn

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: