Pulau Lombok, adalah salah satu pulau terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat selain pulau Sumbawa. Di Pulau inilah, Ibukota Provinsi NTB, Mataram berada. Pulau Lombok begitu Indah, kontur datarannya seperti negeri antah barantah yang masih hijau subur dengan hamparan laut biru nan menyejukkan, kesan teduh, damai dan tenang. Pemandangan yang seringkali muncul di film-film petualangan Hollywood dengan setting pulau tak berpenghuni yang masih sangat Natural dengan keindahan alamnya. Hijau Pohon langit cerah dan laut biru menciptakan kekontrasan warna alami yang sempurna, sangat memanjakan mata yang memandang.


Hoho, sudah berpuisinya,   Aku ke Pulau lombok sebenarnya bukan untuk Liburan, tapi untuk sebuah Lomba. Ya, sebelumnya diadakan Seleksi Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, dimana setiap Kabupaten di Sulawesi Selatan mengirimkan wakilnya untuk bertanding di Kota Makassar. Lomba itu adalah Lomba Membaca Kitab kuning, yaitu Kitab tanpa baris alias Kitab Gundul. Lomba itu bernama MUFAKAT (Musabaqah Fahmi Kutubit Turats) yang diperlombakan khusus untuk santri-santri Pondok pesantren. Total peserta setiap Kontingen kalau lengkap adalah 46 untuk 22 cabang lomba putra-putri. Dan yang juara 1 pada seleksi tersebut berhak mewakili Provinsi Sulawesi selatan di Tingkat Nasional yang pada tahun tersebut (2012) diadakan di Provinsi NTB, 2 tahun sebelumnya diadakan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Aku pada waktu itu mewakili Kabupaten Barru, karena Pondok Pesatren DDI-AD Mangkoso berada di Kabupaten Barru, dan pada seleksi yang diadakan di Makassar, Barru keluar sebagai Juara Umum dengan total 17 emas loh…, beda jauh dengan Runner Up yang mengumpulkan 4 Emas..ckckckck. otomatis 17 Santri Mangkoso berhak mewakili Sulsel ke Lombok dan aku salah satunya. Hehe. Alhmadulillah biaya PP, Makan, Nginap, serta Uang Jajan ditanggung oleh Provinsi Sulsel. Jadi kita Fokus untuk Lomba saja.

Perjalanan dimulai dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar menuju Bandara Juanda Surabaya. Dari Surabaya menuju Bandara Selaparang Mataram. Sampai dah di Pulau Lombok. Dari Kota Mataram kita menuju ke Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, tempat event tersebut diselenggarakan. Dari Mataram ke Selong butuh waktu sekitar 2 Jam. Sampai di Selong pukul 23.00 WITA, langsung ke Tempat Lomba tersebut. Lomba diadakan di PP Darun Nahdlatain Nahdatul Watan, Pondok Pesantren terbesar di NTB, Sekaligus Pesantren milik Gubernur NTB Pada waktu itu, TGM Zainul Majdi, salah seorang ulama muda di NTB. Wah wah…provinsi NTB ternyata dipimpin oleh seorang Ulama.., salut. Pertama diadakan Penyambutan dan Makan Malam, lalu langsung menuju ke Penginapan. Dan *Eng ing eng, ternyata tempat penginapan kami adalah Ruang kelas…haha. Haha wajar pastilah Pesantren tidak punya cukup asrama untuk menampung sekian banyak santri yang berasal dari 33 provinsi di Indonesia. Ingat, kita ini santri .., santri itu tahan banting….Lanjut.

Keesokan harinya belum ada kegiatan penting, Pembukaan baru akan dilaksanakan Esoknya. Jadi Aku dan teman-teman yang lain memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar Pondok Pesantren. PP Nahdatul Watan ini sudah bisa dibilang cukup megah, hampir semua gedungnya berlantai 4. Tingkatan-tingkatan di Pesantren ini juga lengkap, ada Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, SMP, Madrasah Aliyah, SMA, SMK, Dan Sekolah Tinggi. Jurusan di Sekolah Tingginya juga terbilang banyak .., karena namanya STKIP, Otomatis jurusan-jurusannya yang berhubungan dengan Pendidikan dan Keguruan. Seperti Pendidikan Matematika, PGSD, Geografi, Biologi, Bahasa Inggris dll. Lanjut..

Hari pembukaan telah tiba, dimulai dengan Pawai keliling dari alun-alun Kota Selong sampai ke Area lapangan Utama Lomba di dalam Komplek Pesantren. Acara kemudian dilanjutkan dengan Berbagai macam pertunjukan, serta sambutan-sambutan dari Pejabat-pejabat dan Panitia Penyelenggara, termasuk Gubernur NTB. Setelah Acara pembukaan, Offcial menunjukkan tempat-tempat pelaksanaan lomba kami. Setiap cabang lomba mempunyai tempat yang berbeda.., dan sial, Lokasi lombaku agak jauh dari Asrama, apalagi harus kesana dengan jalan kaki lagi…. 😦

Kontingen Sulawesi Selatan
Kontingen Sulawesi Selatan

Hari-hari berikutnya berlalu, kuhabiskan waktu untuk “serius belajar dulu”. Dan Tibalah saatnya waktuku untuk Tampil. Ada cerita yang Sedikit Dramatis di Hari itu…. (Sok Dramatis). Pagi-pagi sekali aku berangkat dari asrama menuju lokasi lomba bersama Partnerku..Sebut saja Kak Cece, dan Pembimbingku Gurutta Usman (Almarhum). Dan *jreng jreng.., belum ada satupun peserta maupun panitia yang ada di lokasi lomba, kami datang ternyata terlalu cepat. Sekitar setengah jam kemudian, barulah beberapa orang datang, peserta dan panitia. Lomba baru dimulai satu jam kemudian *huuh.Selama lomba berlangsung aku memperhatikan setiap pertanyaan dan kalau ada yang tak kuketahui, aku bertanya kepada Gurutta Usman itulah saat yang paling berkesan, saat beliau  mengajarkanku tentang ilmu nahwu.
Hingga waktu dhuhur tiba, aku belum tampil juga, Waktunya Ishoma, aku kembali ke asrama, makan siang, dan Sholat Dhuhur di Masjid komplek pesantren. Setelah sholat dhuhur, aku bergegas ke Tempat Lomba… dan setibaku disana *musik sedih.., Seseorang yan melihatku mengatakan kalau aku sudah “gugur”, hahhhhh?? Aku kaget bukan kepalang. Jauh-jauh datang dari Sulsel, kok gugur?. Katanya aku terlambat 5 menit dan baru saja nomor pesertaku dipanggil. Sedih rasanya. Tapi aku tak tinggal diam loh saudara-saudara. Aku berusaha membujuk dan memohon ke Panitia untuk bisa tampil. Dan ternyata sia-sia, aku keluar dari ruangan, menangis sembunyi-sembunyi *mendadak melo. Aku kembali berusaha membujuk dan tetap sia-sia, sampai akhirnya official Sulsel yang kebetulan bersahabat dengan sekertaris panitia datang dan *jreng jreng akhirnya aku bisa tampil. Dan tak disangka jadi Pusat perhatian waktu itu.. haha. Bayangkan karena sedih, kecewa, dan Putus Asa, banyak yang datang mendekatiku memberi semangat. Termasuk Official dari Provinsi NTB. Wah wah ternyata banyak yang peduli 🙂

Aku tampil sebagai penutup hari itu, dan Bab terakhir dari Kitab Imrithy yang menjadi pokok pertanyaanku, Babul Khafdi dan Mudaf. Dengan lancar Bait-bait Imrithy kulafalkan, pertanyaan pun ku jawab, tapi tidak semua, ada 2 yang terbakar. Sayang, namun nilai hari itu 921,3 sangat tinggi namun masih kalah tinggi dengan peserta lain, dan akhirnya bertengger di Posisi 12. Dari 33 peserta.

SELURUH LOMBA SELESAI

             Setelah lomba selesai, Waktunya jalan-jalan, melepaskan segala kepenatan dan stres yang melanda jiwa. Hahay. Tempat pertama adalah …..?? aku sendiri lupa apa namanya. Tempat ini adalah Objek wisata permandian air dingin, sangat dingin malah, ditambah air terjun yang katanya….dapat medatangkan jodoh. Tempat itu juga masih dalam wilayah taman Nasional gunung Rinjani. Gunung Rinjani sendiri adalah salah satu gunung berapi aktif di Indonesia. Gunung Rinjani dapat dilihat dengan jelas dari Kota Selong. Malam harinya, Jalan-jalan mengelilingi kota Selong dengan berjalan kaki. Ke Masjid Raya, Alun-alun kota dan Pusat Perbelanjaan/Bazar di sekitar Pesantren. Di Alun-alun kota kami juga sempat menikmati durian khas Lombok *Memangnya ada?

Masjid Agung Al Mujahidin
Masjid Agung Al Mujahidin

Esoknya, kami dihibur dengan penampilan Band Papan atas Indonesia, Wali band. Wali Band adalah Band yang personilnya alumni Pesantren, karena Tema MUFAKAT kali ini “bersama Pesantren membangun Negeri”, maka Penghiburnya juga alumni pesantren dong. *Proud to be santri. Sore itu Wali Band membawakan banyak lagu-lagu hits nya, yaitu Kekasih Halal, Dik, Jodi, Aku Bukan Bang Toyib, Emang Dasar, dan masih banyak lagi. Selain Wali, pelawak Indonesia, Ginanjar juga datang menghibur Para peserta MUFAKAT.

Ok, saatnya penutupan. Alhamdulillah pada penutupan kali ini Sulsel pulang tidak pulang dengan Tangan Hampa. 2 Juara berhasil dibawa pulang, meskipun Cuma 2.

Waktunya Pulang, dari Selong kita Ke Mataram. Tahukah pemirsa? Pulau Lombok juga dikenal dengan Pulau 1000 Masjid, itu terbukti, dari sepanjang perjalanan banyak masjid yang kita lewati, dan semuanya terbilang megah. Bukan hanya itu, Pulau Lombok juga dikenal dengan keindahan Pantai dan Lautnya yang tak Kalah dengan Bali. Tapi sayang, gak sempat kesana pemirsa. Sampai di Mataram langsung Ke Bandara dan Lepas Landas, terlihat Kota Mataram dari atas. Bersyukur bisa ikut lomba ini. Selain karena bisa ke sini, banyak pengalaman dan Pelajaran yang bisa kudapat. Selain itu Keluarga-keluarga baru yang berasal dari pesantren lain juga kutemui di event ini. Sayang ini yang pertama dan Terakhir ku menjadi peserta di Mufakat ini.

Iklan

1 comment on “Pulau Lombok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: