SULAWESI SELATAN - INDONESIA

Mengukir Sejarah, di Kota Sinjai

           Tepat pukul 16.00 WITA, Aku dan rombongan Kafilah MTQ Kabupaten Barru sampai di Kota Sinjai. Kabupaten Sinjai menjadi tuan rumah pada MTQ 2012 Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Sinjai merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Sinjai mempunyai nilai historis tersendiri, dibanding kabupaten-kabupaten lain di Sulsel. Dulu terdiri dari beberapa kerajaan , seperti kerajaan yang tergabung dalam federasi Tellu Limpoe dan Kerajaan – kerajaan yang tergabung dalam federasi Pitu Limpoe. Dari penjelasan tersebut, Sinjai penuh dengan Sejarah. Sinjai juga dikenal dengan Mottonya, Sinjai Bersatu.

           Rombongan yang terdiri dari peserta MTQ dan Official berkumpul terlebih dahulu di sebuah gedung, gedung pertemuan Sinjai bersatu. Di tempat itu dilakukan penyambutan oleh perwakilan dari panitia dan pemerintah setempat. Setelah Penyambutan, rombongan menuju tempat pendaftaran peserta. Karena kita tidak bisa ikut lomba kalau tidak mendaftar terlebih dahulu. Di tempat pendaftaran ini dilakukan verifikasi berkas seperti Ijazah, akte kelahiran, surat mandat dan lain-lain. Jika tidak memenuhi ketentuan maka calon peserta tidak akan diterima sebagai peserta, dan salah satu dari peserta kafilah kabupaten Barru tidak diterima karena umur yang melebihi batas ketentuan. Setelah pendaftaran peserta yang juga menguras energy, rombongan menuju pemondokan. Di MTQ ini Aku menjadi peserta cabang lomba Fahmil Qur’an atau Cerdas cermat Al-Quran bersama Rian dan Melsi. Rian sebagai Juru bicara, dan Melsi sebagai Qariah di Tim kami.

          Di Pemondokan atau Penginapan, peserta dibagi beberapa kelompok karena ada beberapa rumah yang disediakan untuk setiap kafilah Kabupaten. Dan aku tinggal bersama Rian, teman satu timku, dan Kak Salahuddin, peserta Karya Ilmiah Kandungan Alquran (M2KQ). Kami ditempatkan di rumah Pak Samsuddin Pabeta, seorang anggota Polsek Sinjai.

          Malam pertama di Sinjai, dilaksanakan acara Malam Ta’aruf di Rujab Bupati Sinjai. Aara Malam Ta’aruf adalah acara makan malam bersama para kafilah dari Kabupaten se-Sulsel. Di Acara malam Ta’aruf itu, para peserta juga dihibur oleh musik-musik religi dari artis artis local, hehe 🙂

         Hari Pertama, dilakukan pawai Ta’aruf. Pawai keliling kota Sinjai dengan mobil. Dan Malamnya, barulah malam pembukaan. Pada malam pembukaan itu, para peserta dihibur dengan penampilan artis ibukota, Opick.

              Hari Ketiga, Giliranku tampil bersama Rian dan Melsi di Lomba Cerdas Cermat. Lokasi lomba di Aula DPRD Lama. Pertandingan diawali dengan Selayar Vs Pinrang. Pinrang berhasil mengalahkan wakil selayar dan berhak lolos ke Semi Final. Pertandingan selanjutnya, Giliran Kami. Barru melawan Pare-pare dan Bone. Di Pertandingan ini, Kami menang atas wakil Bone dan Pare-Pare. Dan berhak tampil di Semi Final melawan Pinrang dan satu kafilah yang menang setelah kami. Dan Kafilah itu adalah Wakil Sinjai, Tuan Rumah.

        Hari Keenam, Pertandingan Semi Final dimulai. Setelah rangkaian babak penyisihan dilaksanakan di Hari keempat dan kelima. Di Babak penyisihan kami tampil pertama. Melawan Pinrang dan Sinjai. Di Babak pertama, Soal wajib semua pertanyaan dijawab oleh semua tim. Di Babak rebutan, barulah pertandingan ini sangat menegangkan. Sinjai selaku tuan rumah kejar-kejaran nilai dengan kami. Namun akhirnya, Kami Jualah yang lolos ke Babak Final. Sorak sorak gembira para supporter memenuhi ruangan Aula itu. Betul-betul seru dan menegangkan.

            Hari Ketujuh, Babak Final. Di Babak Final kami bertemu dengan wakil Ibukota, Makassar dan wakil dari Bumi Turatea, Jeneponto. Di pertandingan Final ini tidak begitu seru, tapi sangat menegangkan, karena di Babak inilah penentu siapa yang akan menjadi Juaranya. Yang membuat pertandingan ini semakin membuatku dag dig dug, adalah beberapa pertanyaan yang kami jawab kurang sempurna, sehingga nilainya juga kurang sempurna, dibandingkan dengan nilai Kafilah Makassar, kami hanya unggul 70 poin. Dan di pertanyaan terakhir, benar-benar menjadi penentu antara Kami atau Kafilah Makassar yang menang, karena siapa yang menjawab benar pertanyaan ini dialah yang menang.

Pertanyaannya adalah “Siapakah dia?”. Juri berhenti sejenak, atmosfir dalam tubuhku dingin.

“Gelarnya adalah S.H, LLM”. Sambung dewan juri. Pikiranku mulai meraba, aku tahu orang ini. “Nama istrinya dr. Hj. Felicitas ….” Aku tak ragu lagi, dialah orangnya. Aku membisiki Rian untuk memencet bel. Tapi Rian masih menahan. Tanpa pikir panjang, aku yang memencet bel. “Treeet”, bunyi bel memecah ketegangan malam itu. “Andi Rudiyanto Asapa”. Jawabku sambil berdiri, mengakhiri pertandingan. “100” Untuk Grup A”. Jawab juri, antusias. Sorak sorak bergembira dari supporter kami malam itu, sangat semarak. Kabupaten Barru berhasil kembali menjadi Juara Fahmil Quran setelah puluhan tahun gagal mendapatkannya. Ini Sejarah, dan itu diukir oleh kami bertiga. Dan jadilah kami bak artis terkenal. Difoto oleh banyak orang, bahkan ada yang minta foto bareng. Haaah, Indahnya malam itu.

            Hari Kedelapan, kami mengisinya dengan Jalan-jalan. Mengunjungi Objek Wisata di Kabupaten Sinjai, Pasar Sentral, dan Benteng Balanipa, Benteng pertahanan yang merupakan salah satu dari 3 benteng di Sulsel selain Rotterdam dan Somba Opu, dan jangan lupa mencicipi Susin, Susu Sinjai, Susu Sapi perah yang telah melalui proses pasteurisasi yang tersedia dengan berbagai rasa seperti coklat dan Strawberry. Dan Malam harinya barulah penutupan. Pengumuman Juara-juara dan penerimaan hadiah. Alhamdulillah, Kabupaten Barru berhasil meraih 3 emas, yang artinya mawakili Provinsi Sulsel di Tingkat Nasional, di Ambon, Maluku. Dan 2 Juara harapan. Dan berhasil masuk 10 besar diantara 24 Kabupaten di Sulsel, Kabupaten Barru bertengger di posisi 7. Setelah penerimaan hadiah, foto bareng bersama Bupati Sinjai, Andi Rudiyanto Asapa, S.H, LLM., Aku belanja oleh-oleh di Bazar dan Pameran yang terletak di belakang panggung Utama.

Benteng Balang Nipa (source)
Benteng Balang Nipa (source)
Susin (source)
Susin (source)

Setelah penutupan MTQ yang meriah, yang mengeluarkan Sinjai sebagai Juara Umum, Kami, rombongan MTQ Kabupaten Barru, menuju ke tempat pelelangan Ikan, Lappa. Disana kami makan malam bersama, menikmati nikmatnya Ikan Bakar yang membuat Malam itu menjadi semakin Indah

Esoknya, rombongan Kabupaten Barru meninggalkan Kabupaten Sinjai. Sinjai memang bersejarah, dan aku juga berhasil mengukirnya disini.

Iklan

0 comments on “Mengukir Sejarah, di Kota Sinjai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: