SULAWESI TENGGARA - INDONESIA

Banyak Jalan menuju Kendari

        DSC_0382        Tahun 2010, saya berkunjung ke Kota Kendari, sebenarnya bukan untuk Travelling, tapi menghadiri pernikahan sepupu. Saya juga tidak tahu lagi detail-detail tempat yang saya kunjungi selama di Kendari, oleh karena itu, yang ingin saya ceritakan adalah sepanjang perjalanan saya menuju Kendari, karena saya ke sana via darat, perjalanan yang saya tempuh sangatt Panjang. Sebenarnya Post ini tidak begitu penting, Cuma mau nambahin kategori “Sulawesi Tenggara” dalam Blog saya heheh…, Saya kesana tidak Sendiri. Saya ditemani oleh beberapa orang yang merupakan keluarga saya sendiri.

      Perjalanan dimulai dari Mangkoso, kami menuju Kota Siwa, Kabupaten Wajo dengan Mobil CR-V. dari Mangkoso ke Siwa butuh berpuluh-puluh Kilometer, kota yang kami lewati Pare-Pare, Kota Sidrap, lalu masuk ke Siwa, Kabupaten Wajo. Di kota Siwa kami ke Pelabuhannya, kami akan menyeberang menuju Pelabuhan Lasusua dengan Kapal Ferry. Sebenarnya ada Banyak opsi buat pergi Ke Kendari, Opsi yang pertama Naik Pesawat dari Makassar menuju bandara Haluoleo Kendari, Opsi Kedua Naik Ferry Dari pelabuhan Bajoe, Kabupaten Bone menuju Pelabuhan Kolaka, Opsi ketiga Naik Ferry dari Pelabuhan Siwa, Kab. Wajo menuju Pelabuhan Lasusua, Kolaka Utara, dan Opsi keempat Perjalanan Darat Seluruhnya sepanjang Sulsel-Sulteng-Sultra, Panjang sekali. Opsi yang kami pilih Siwa-Lasusua dengan Kapal Ferry.

      Dari keempat Opsi, Opsi yang kami ambil termasuk yang jauh, karena dari Lasusua ke Kendari lebih Jauh dibandingkan dari Kolaka Ke Kendari. Dari Siwa menuju Lasusua dengan Kapal Ferry butuh 5 Jam. Jujur, ini pengalaman pertama saya naik Kapal Ferry. Kapal Ferry adalah kapal penumpang yang mampu mengangkut Puluhan Kendaraan, Motor, Mini Bus, bahkan Bus. Untuk Pengalaman Pertama itu, saya mabuk laut padahal sebelumnya saya sudah pernah naik Kapal laut.

      5 Jam kemudian, kami akhirnya tiba di Pelabuhan Lasusua, Kolaka Utara. Waktu hari itu menjelang Magrib, dan gerimis. Dari Pelabuhan menuju Pusat kota Lasusua sedikit Jauh. Kami sedikit mengalami hambatan, karena Mobil CR-V yang kami tumpangi tidak mampu mendaki. Karena Penggerak roda Mobil ini di Ban depan, bukan di Ban Belakang, sehingga tenaga dari Mobil bukan berasal dari belakang tetapi dari depan, ditambah lagi Jalanan sedikit berlumpur dan Berlubang, dan Ban Mobil terhambat di Lubang. Terpaksa kami harus mendorongnya, sialnya lagi malam itu Hujan mulai turun. Mendorong Mobil di Tanjakan, terdengar sangat sulit, ditambah jalanan yang becek dan Hujan. Awalnya kami sulit untuk melakukannya, karena kami hanya berempat, tapi walhasil, dibantu oleh penumpang dari kendaraan lain, mobil akhirnya bisa melaju, melewati hambatan itu.

      Perjalanan berlanjut ke Pusat Kota Lasusua. Kota Lasusua adalah Ibukota Kabupaten Kolaka Utara, kabupaten baru yang dimekarkan dari Kabupaten Kolaka, Sebagai Kota dari Kabupaten baru, Lasusua masih terbilang sepi. Pembangunan masih dilakukan dimana-mana. Di Kolaka Utara kami memutuskan untuk istirahat sebentar di rumah kerabat Tante Muti (Istri Om Salman) sebut saja om Sangkala. Di rumah itu kami dihidangkan makan malam, teh dan setelah itu kami melanjutkan Perjalanan. Dari Lasusua kami menuju Kota Kolaka, Kabupaten Kolaka.

      Dari Lasusua menuju Kota Kolaka butuh … Km, kami meninggalkan Lasusua pukul 21.30 Sepanjang perjalanan dari Lasusua ke Kolaka sangat sepi. Jarang terlihat Kendaraan lain lalu lalang, Jalanan berkelok-kelok, rusak, dan naik turun. Jarang ditemukan rumah penduduk, kecuali jika kita telah memasuki desa tertentu. Sekitar Pukul 01.00 dinihari kami tiba di kota Kolaka, ibukota Kabupaten Kolaka. Dibandingkan dengan Lasusua, Kolaka adalah Kota yang ramai. Di Kolaka kami hanya mengisi bahan bakar, membeli snack untuk dimakan selama perjalanan dan kami melanjutkan perjalanan ke Kota Kendari.

      Dari Kolaka ke Kendari butuh ……Km, dan inilah yang paling Jauh, karena ini adalah perjalanan dari Pesisir Barat Sulawesi Tenggara ke Pesisir Timur. Suasana selama Perjalanan sama, Jalan Berkelok-kelok, dan Naik turun, perbedaannya Jalannya sudah lumayan bagus dan Luas. Hujan juga sudah reda, saya sendiri masih terjaga, padahal sudah larut.

      Pukul 04.30 Pagi kami tiba di Kota Kendari, ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Akhirnya, perjalanan kami yang memakan waktu cukup panjang ini selesai. Kami tiba di rumah keluarga . Dan Tak Lama setelah kami sampai, waktu Shubuh akhirnya tiba.

      Inilah Cerita Perjalanan saya dari Mangkoso menuju Kendari, melewati Kota Pare-Pare, Sidrap, Siwa, Lasusua, Kolaka dan akhirnya tiba di Kendari, Lumayan Panjang ceritanya.

Iklan

16 comments on “Banyak Jalan menuju Kendari

  1. Istri saya bugis kolaka. Keluarganya banyak di kendari dan makassar.

    Salam kenal 🙂

    Suka

  2. asbudianto

    Di tahun 2016 ini ,denger denger jalur darat makassar kendari jalannya udah mulus y katanya udah banyak bus yg lewat jalur ini

    Disukai oleh 1 orang

  3. Wih, Kendari pernah ke sana sekali, tapi dalam rangka event karya ilmiah, naik pesawat sih dari Surabaya. Keknya seru ya, memang jalur darat – walau jauh banget kayaknya, hehe.

    Salam kenal, saya Tomi dari Malang. pernah ke Malang? 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  4. Ping-balik: Kaleidoskop 2016 dan Resolusi 2017 – Bukan Pajokka

  5. Thank you a bunch for sharing this with all folks you
    really recognise what you are speaking about! Bookmarked. Kindly additionally consult with
    my site =). We could have a hyperlink alternate arrangement between us

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: