SULAWESI SELATAN - INDONESIA

Apparalang, Bara dan Tana Beru

         DSCN0176

         Perjalanan kami berlanjut menuju Apparalang, surga yang baru-baru ini lagi naik daun. Terkenal lewat sosial media, membuat saya penasaran dengan keindahan tebingnya yang langsung berbatasan dengan laut. Kata orang, Ini Raja Ampatnya Sulsel. Aduuh tidak usah sebut Raja Ampat, ini Apparalang, Apparalang milik Sulawesi Selatan.. titik

            Untuk ke Apparalang, dari Kota Bulukumba kita mengambil jalur ke arah Bira, yahh sekitar 6 Km sebelum tiba di Pantai Bira ada pertigaan, tepat di depan SMKN 6 Bulukumba. Pilih belok, tepat di depan SMK tersebut. Berjalan terus membawa kita ke Desa Ara, dan kita akan menemukan Gerbang bertuliskan Pantai Apparalang

            Setelah melewati Gerbang, maka kontur jalan berubah dari aspal menjadi jalan beton sempit, dengan hutan samping-kanan dan kiri. Tidak lama kemudian kontur jalan berubah menjadi jalan berbatu, setelahnya kita akan menemukan turunan tajam berbelok, wisss ekstreem, karena rem mobil kadang tidak terlalu baik di jalan seperti ini. Setidaknya ada 4 Turunan ekstreem, namun yang 1 sudah diperbaiki dengan beton.

            Dengan mengikuti petunjuk, kita tidak akan tersesat. Beberapa saat kemudian kami akhirnya menemukan parkiran dengan beberapa mobil, itulah tempatnya. Kami sampai di Apparalang. Sejauh ini belum ada bayaran untuk masuk ke Apparalang, kecuali untuk biaya retribusi parkir yang dipungut oleh masyarakat setempat. Di Apparalang terdapat beberapa pedagang yang katanya beroperasi hanya pada saat weekend dan hari libur saja. Di Apparalang tidak terdapat penginapan, kecuali jika kita ingin membuat tenda sendiri

DSCN0126
Gazebo, fasilitas yang tersedia
Pedagang di Apparalang, hanya saat libur dan Weekend
Pedagang di Apparalang, hanya saat libur dan Weekend

            Dan Intinya, Di Apparalang ada pemandangan luar biasa……………!! Tebing tinggi dengan laut di bawahnya. Warnanya lautnya biru muda dan terdapat beberapa batu raksasa disekitar tebingg….. !!, jernihnya air terlihat sangat segar, membuat saya ingin mandi…., tapi saya sadar saya tidak bisa berenang!!, tapi pokoknya Apparalang amaaazing…. Sayang, pemerintah tidak agresif memanfaatkan keindahan alam ini, jangan sampai Apparalang dikelola pihak asing layaknya Bira.

Ini dia , Amaaaazing
Ini dia , Amaaaazing

20150405_100615

Birunyaaa...., Segar
Birunyaaa…., Segar

            Karena tidak bisa mandi kami hanya berfoto, iyalah…. Di tempat yang luar biasa seperti ini bergifo dan bernarsis ria adalah hal yang haram untuk ditinggalkan..

20150405_095639

            Panas mulai terik, kami yang tergiur untuk mandi beralih ke Pantai Bara. Pantai Bara masih dalam satu wilayah kecamatan dengan Apparalang, yaitu Kec. Bonto Bahari. Pantai Bara juga masih dalam satu wilayah desa dengan Pantai Tanjung Bira. Pantai Bara masih sepi karena akses ke Pantai Bara masih kurang bagus, dan sepi itulah yang kami inginkan karena rasanya seperti berada di pantai milik pribadi. Hamparan pasir putih dan birunya air laut membuat saya ingin cepat-cepat mandi….

Pantai Bara, Eksotiss
Pantai Bara, Eksotiss

            Soal ketenaran, pantai Bara memang kurang terkenal dibanding Pantai Bira, namun dua-duanya hampir sama, selain sama-sama terletak di Desa Bira, dua-duanya juga sama-sama seksii…, tapi bagi pecinta ketenangan, pantai Bara adalah tempat yang tepat. Anda mungkin akan betah berlama-lama disini.

Setelah Ganti baju, Akhirnya saya bisa mandi juga di Pantai ini. Segarrr…, meskipun cuaca sedang terik-teriknya, saya tetap merasa sangat menikmatinya. Ini baru namanya pantaii guyssss…

Saya akhirnya Mandi...
Saya akhirnya Mandi…

            Meski Betah, saya pada akhirnya harus meniggalkan Pantai Bara. Di perjalanan pulang, saya terpikir untuk mengunjungi pusat pembuatan Kapal di Bulukumba yang terkenal itu.       Menurut sebuah sumber, desa itu masih dalam wilayah Kecamatan Bonto Bahari. Dan katanya Kampung tersebut dekat dan dilewati saat kami menuju Pantai Bira. Kami singgah bertanya kepada warga setempat, dan desa itu bernama Tana Beru.

            Ya ternyata memang benar, Tana Beru tidak jauh dari Bira. Tana Beru masih dalam wilayah Jalan poros Bira-Bulukumba. Dari Jalan Poros tepat di pertigaan desa Tana Beru kita hanya perlu belok kanan, dan 400 meter setelah berbelok saya akhirnya melihat pembuatan Kapal yang sudah melegenda itu.

            Kisah awal pembuatan Phinisi berasal dari sebuah legenda yang menceritakan sebuah kapal yang terpecah menjadi 3 bagian, yaitu Ara, Lemo-lemo, dan Tanah Beru. Legenda ini menjadi pemersatu ketiga desa tersebut. Meskipun kapal dibuat di Tana Beru, tapi ternyata para pria di Tana Beru tidak ada yang berlayar dengan Pinisi…, wihh ada apa ??? Para Pria di Tana Beru memang hanya sebagai pembuat, yang berlayar adalah para pelaut dari Tanjung Bira dan yang menjadi Pemodal adalah orang-orang dari desa Lemo. (Penjelasan ini saya dapat dari om gugel wkwkwwkwk)

            Di Tana Beru, saya hanya sebentar, melihat para pekerja menyelesaikan proyek kapalnya. Sembari memotret pembuatan kapal.

Kapal yang sedang dibuat
Kapal yang sedang dibuat

            Perjalanan Pulang dilanjutkan.

Iklan

2 comments on “Apparalang, Bara dan Tana Beru

  1. Arif Rahman

    bulukumba kereen banget ya…,, rasanya pengenn kesana juga

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ping-balik: Liburan ? Ke Bulukumba Yuk! – Bukan Pajokka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: