JAWA BARAT - INDONESIA

Berkunjung ke Farmhouse Lembang

         Saya dan Iccul duduk manis di lobi hotel. Setelah check out, kami memesan grab menuju tempat wisata di luar kota Bandung. Sebelumnya kami sempat merencanakan ke beberapa tempat, mulai dari Tangkuban Perahu, Floating Market Lembang dan Farmhouse Lembang. Tapi ternyata waktu sempit sekali. Dari 3 tempat itu, dipilihlah satu tempat, Farmhouse Lembang. Alasannya, saya tertarik dengan nuansa Eropa dan New Zealand yang diadaptasikan di tempat ini. Apalagi kalau bukan hobbiton, atau rumah hobbit yang ada disana.

Susu Lembang

Tidak butuh waktu lama, mobil yang telah kami pesan tiba di depan mata. Kami langsung meluncur menuju destinasi kami yang secara geografis terletak di Kabupaten Bandung Barat. Entah berapa lama waktu tempuh menuju farmhouse, tapi rasanya tak jauh-jauh amat dari pusat kota Bandung. Tiba di Farmhouse Susu Lembang, saya langsung membeli tiket masuk seharga Rp. 20.000. Uniknya, tiket bisa ditukar dengan satu gelas susu lembang rasa original, strawberry atau coklat.

Setelah memegang satu gelas susu lembang, saya langsung meluncur ke tempat yang paling membuat penasaran. Rumah Hobbit. Rumah yang biasa kita lihat di film Lord of the ring. Versi asli rumah hobbit bisa kita lihat di Hobbiton, Selandia Baru, tentu saja jika berkesempatan kesana. Selain itu, ada juga domba-domba yang lucu, yang semakin membuat Farmhouse lembang ini bernuansa Eropa dan New Zealand.

Domba-domba di Farmhouse Lembang

Hari itu ramai pengunjung, karena weekend. Niat hati ingin mengambil gambar rumah hobbit ini tanpa gangguan orang lain di dalamnya sepertinya harus saya kubur dalam-dalam. Bayangkan saja, untuk berfoto saja harus antri, Saking ramainya.  Saya dan iccul akhirnya ikut dalam antrian foto dengan background rumah hobbit. Tapi ternyata tuhan berkata lain.

Hujan rintik-rintik membasahi bumi pasundan, termasuk farmhouse lembang hari itu. Seketika, para pengunjung yang awalnya sudah antri berlarian menuju tempat berteduh. Alhamdulillah, hujan benar-benar merupakan rahmat. Antrian menyisakan saya dan iccul saja. Saya memanfaatkan kesempatan untuk mengambil gambar rumah Hobbit tanpa gangguan objek lain di dalam foto. Keinginan hati yang sudah terkubur dalam-dalam bangkit kembali.

Rumah Hobbit

Hujan deras akhirnya mengguyur farmhouse lembang. Barulah saya mencari tempat berteduh. Tapi tidak berlangsung lama, hujan pun reda. Seakan hanya ingin mewujudkan keinginan saya mengambil gambar rumah hobbit, #halah.  Saya beralih ke tempat lain yang ada di kawasan farmhouse lembang. Selain Rumah hobbit yang photogenic dan instgramable, ada juga rumah bergaya tudor yang tak kalah  photogenic bin instagramable. Bangunan bergaya tudor ini berfungsi sebagai toko dan café. Arsitektur gaya Tudor merupakan arseitektur yang mendominasi rumah-rumah yang ada di Scotlandia.  Maka tak salah jika memang farmhose lembang ini mengadopsi suasana negara Scotlandia.

Selain tudor house yang ada di farmhouse, ada juga gembok cinta yang tak kalah menarik. Cukup membeli gemboknya dan memasangnya di tempat yang telah disediakan. Kamu tentu tak perlu jauh-jauh ke Paris untuk melakukan hal yang sama bukan ?.  tak jauh dari situ, ada cosplayer yang menanti untuk berfoto bersama. Tentunya dengan imbalan seikhlasnya.

Penyewaan Baju Tradisional Negara-negara Eropa
Bangunan dengan arsitektur Tudor

Yang tak kalah menarik, ada penyewaan baju tradisional dari salah satu negara eropa yang dapat menambah nuansa eropa tempat ini. Menurut saya komplit dah tempat ini sebagai tempat yang benar-benar memberikan sentuhan negara-negara eropa di dalamnya. Buat kamu yang belum berkesempatan ke Eropa, cobalah ke Farmhouse Lembang ini dan rasakan sensasinya.

Iklan

8 comments on “Berkunjung ke Farmhouse Lembang

  1. enak nihh, apalagi dapet susu segar yg gratiss hehehe

    Disukai oleh 1 orang

  2. Aku pernah ke sini tahun jebot dulu hahaha. Betewe negara-negara Eropa beda-beda loh baju tradisionalnya. Klo aku lihat itu baju Noni Belanda.

    Disukai oleh 1 orang

  3. cocok sih buat bawa si kecil ya 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  4. Aku yg di Bandung belum2 aja mau kesini… abisan awal2 dibuka rame mulu takutnya gabisa lari-larian (yakali kancil) oh tiketnya 20rb? susunya anget apa dingin?

    Disukai oleh 1 orang

    • Hahhaha iya, hal macam tu kadang terjadi pada kita. Kadang kalau tmpt itu ada di sekitar kita, kita selalu blang nanti aja kesitunya, kan deket hahah

      Iya, 20 rb (2016) gak tau sekarang. Susunya agak dingin

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: