JAWA BARAT - INDONESIA

Berjalan Kaki ke Gedung Sate

Pagi-pagi saya bangun, usai sholat shubuh biasanya saya balik tidur lagi sampe jam setengah tujuh. Tapi ini tidak. Saya lanjut mandi meski pagi itu dingin sekali. Ini Bandung broh !!. apalagi pagi itu sedang gerimis, sepertinya akan hujan deras. Tadi malam malah deras sekali, kami harus terjebak berjam-jam di café yang ada di jalan braga karena hujannya tidak reda-reda. Waduh, kalau hujan deras, rencana jalan-jalan ke gedung sate bisa hancur berantakan . Karena masih, gerimis, saya nekad saja jalan-jalan saja. Di jalan braga banyak tempat berteduh.

Jalan Braga

Perjalanan kami baru sampai di jalan braga, Hujan akhirnya turun dengan deras. Kami berteduh di tempat yang tepat. Ada pedagang bubur tepat dekat kami memutuskan untuk istirahat. Kami memutuskan sarapan bubur braga sambil menunggu hujannya reda. Meski agak lama juga menunggunya. Setelah hujan agak reda, saya melanjutkan jalan kaki. Di sepanjang jalan braga masih bisa berteduh, karena memang jalan braga ini salah satu tempat walking tournya Kota Bandung, jadi pejalan kaki tidak perlu khawatir kehujanan atau kepanasan.

Mampir Icip Icip Bubur Braga

Kawasan Jalan Braga merupakan salah satu spot menarik di Kota Bandung, terdiri dari banyak café serta bistro bernuansa eropa. Apalagi, bangunan yang ada disini merupakan bangunan tua peninggalan eropa. Paris Van Java, merupakan julukan Kota Bandung. Sentuhan Paris itu bisa dirasakan di Jalan Braga.

Salah satu Cafe di Jalan Braga
Salah satu Cafe di Jalan Braga
Jalan Braga

Tapi, setelah melewati jalan Braga, kami menuju jalan merdeka. Hm, disini kami mulai sedikit basah tapi untungnya Hujan sudah reda di tengah perjalanan. Jadi tidak perlu khawatir basah karena hujan. Kami melalui beberapa taman, Taman Vanda yang letaknya berdekatan dengan Gereja Santo Petrus dan Bank Indonesia. juga tak jauh dari Taman Vanda, ada Taman Lalu Lintas, dan Taman Balaikota yang sedang ditata ulang.

Taman Vanda

Perjalanan mulai terasa sangat melelahkan saat kami berada di jalan Ir. Juanda, meski sudah dekat, tapi rasanya pegal sekali kaki ini. Dari jalan ir. Juanda kami memotong jalan dan tembus ke jalan diponegoro. Dari Jalan Diponegoro kami hanya perlu menyusurinya beberapa meter dan kami akhrinya sampai di Gedung Sate. Hoaahh, walking tour dari Jalan Asia Afrika menuju Gedung sate akhirnya selesai. Menurut google map, jaraknya sekitar 3,3 km. Lumayan hahah.

Gedung Sate

Pagi itu, Gedung sate kelihatan sibuk. Banyak aparat yang berjaga sana-sini. Nampaknya sedang ada kegiatan hari itu. Jadi kami tidak bisa masuk ke Gedung Sate. Tidak bisa masuk, hanya foto-foto di luar gedung sate tidak jadi masalah.

Gedung Sate merupakan Kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat, yang juga dikenal sebagai ikon dari provinsi Jawa Barat. Dinamai Gedung Sate, karena ciri khasnya berupa ornamen tusuk sate pada Menara sentralnya. Gedung Sate dibangun pada tahun 1920 dan diarsiteki oleh Ir. J. Gerber. Banyak kalangan arsitek bangunan menyatakan bahwa Gedung Sate merupakan bangunan monumental yang anggun memesona dengan gaya arsitektur perpaduan Indo-Eropa, diantara tokoh yang mengatakan kekagumannya adalah Cor Pashier dan Jan Wittenbeg, serta . Ruhi yang mengatakan Gedung Sate merupakan gedung terindah di Indonesia.

Gedung Sate

Setelah kami mengambil gambar seperlunya di Gedung Sate, kami melanjutkan eksplorasi menuju Museum Geologi, Museum Pos dan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar.

Iklan

15 comments on “Berjalan Kaki ke Gedung Sate

  1. Braga.. Habis hujan.. Jalanan basah.. Romantis gilak! Hahaha.. Seru, Mas, bikin kangen Bandung 😀

    Disukai oleh 1 orang

  2. Wah, trnyata ga sejauh yg dibayangkan ya klo jalan kaki.. soalny klo naik motor muter2 kok jauh rasanya..

    Disukai oleh 1 orang

  3. Kalau banyak yang berjaga2 di gedung sate, itu berarti bakalan ada demo hahaha

    Disukai oleh 1 orang

  4. Bubur Braga itu salah satu yang legendaris, hehe. Sayangnya pas hujan ya, kalau nggak, lebih ciamik lagi.

    Disukai oleh 1 orang

  5. berapa jumlah sate nya bro, lupa aku?

    Disukai oleh 1 orang

  6. Jalan Braga punya kemiripan dengan Jalan Tunjungan Surabaya, baik taman, pedestrian hingga gedung-gedung kolinialnya yang masih lestari. Mampirlah ke sana kalau main ke Surabaya, dijamin tak kalah berkesan dengan Jalan Braga. 😀

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: