JAWA BARAT - INDONESIA

Bandung : Sebuah Perjalanan Impian

        Macet dalam perjalanan menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar membuat saya deg-degan. Bagaimana kalau saya dan iccul ketinggalan pesawat ?, keluh saya dalam hati. Sudah lama proyek Underpass di perbatasan Maros-Makassar berjalan. Itu membuat perjalanan menuju Makassar dari Maros, dan sebaliknya harus terhambat beberapa menit bahkan berjam-jam jika sedang parah-parahnya. Termasuk jika kita ingin ke Bandara, karena Bandara Sultan Hasanuddin berada di Perbatasan, bahkan jalan menuju Bandara merupakan pusat proyek Underpass tersebut.  Beruntung, Saya dan Iccul tiba di Bandara tepat waktu. Check in, dan menunggu sekitar 15 Menitan, dan Pesawat Lion Air Menuju Jakarta siap berangkat.

Kali ini saya memang berangkat Menuju Jakarta lagi. Tapi, tujuan utama saya bukan Jakarta. Saya punya Tujuan lain, sebuah Kota yang sudah lama sekali saya idam-idamkan. Kota yang dikenal dengan julukan Parijs van Java dan Kota Kembang, ya benar, itu Bandung. Saya menuju Jakarta dahulu, karena dari Makassar tidak ada penerbangan langsung menuju Bandung. Ujung-ujungnya harus ke Jakarta dulu. Nah, Setelah Tiba di Jakarta, saya dan Iccul menunggu Bus menuju Depok. Lah Kok Ke Depok ? Katanya mau Ke Bandung ? . Iya, kami ke Depok dulu karena si Iccul tinggalnya di Depok, Si Iccul yang kuliah di Depok mau mampir ke rumahnya dulu, apalagi barang bawaanya banyak karena ceritanya dia habis pulang kampung. Nanti dari Depok, barulah kami ke Bandung. Entah naik Bus atau Kereta Api, belum ditentukan.

img_20160915_211515
Menunggu Bus

Sesampai di Jakarta, kami menunggu Bus menuju Depok. Cukup menunggu di  depan Terminal Kedatangan, tidak perlu waktu Lama, Bus  menuju Depok tiba di depan kami. Mengambil Penumpang dengan tujuan sama. Dengan membayar tiket Rp 60.000, kami menuju Depok dengan estimasi waktu 2 Jam.

Sekitar Pukul 23.00 WIB, saya dan Iccul tiba di Depok. Istirahat sambil memikirkan cara menuju Bandung esok harinya. Naik Bus atau Kereta Api ?. Entahlah. Kelamaan mikir membuat saya pusing sendiri. Padahal semuanya simpel sekali. Mau Naik Kereta Api tinggal pesan tiketnya, online atau on the spot, mau naik Bus, terminal Bus dekat dari rumah, tinggal ke Terminal, nyari bus jurusan Bandung. Kelar. Maklum ini pertama kalinya saya mengatur perjalanan saya sendiri. Biasanya ada Kakak, atau Trip gratisan yang saya dapat selama ini selalu diatur oleh pihak penyelenggara, jadi saya tinggal terima beres saja. Kelamaan mikir, saya memutuskan tidur.

Esoknya, pagi-pagi sekali saya dan Iccul siap berangkat menuju Bandung. Keputusannya, kami mau naik kereta api. Nah, kalau mau naik kereta api, mesti ke stasiun Pasar Senen, atau Gambir. Karena kami maunya naik kereta ekonomi saja, maka kami menuju Stasiun Pasar Senen. Dari Stasiun Depok Baru, naik KRL dengan Rp. 12.000, dengan Rp.10.000 sebagai  deposit yang bisa direfund ketika sampai di stasiun tujuan. Jadi, harga tiketnya Cuma 2000 perak. Saya yang kampungan ini merasa amazed dengan transportasi publik yang sudah semakin bagus ini.

Sayangnya, saya dan Iccul harus berdesak-desakkan di KRL karena waktu berangkat kami adalah jam berangkat kerja-nya para karyawan dari luar Jakarta menuju Jakarta. Betul-betul sesak. Kami memutuskan turun di Stasiun Manggarai, mengambil kereta jurusan Bekasi dan turun di Stasiun Jatinegara. Walhasil, kereta selanjutnya tidak sesak. Kami bahkan bisa duduk cuantik.

Dari Stasiun Jatinegara, kami menuju stasiun Pasar Senen.

img_20160916_085158
Inside Serayu Pagi, sepi !!

Sebelumnya, kami belum membeli tiket. Perjalanan yang betul-betul berisiko. Karena di pagi saat saya ingin reservasi tiket via KAI Access sudah tidak bisa. Kami berencana menumpangi kereta Serayu Pagi yang akan berangkat pukul 09.00 Pagi. Beruntung, kami tiba sebelum pukul 09.00. kami sebelumnya mau membeli tiket lewat vending machine, tapi gagal terus. Ya sudah, kami memutuskan membelinya di Loket saja. Dengan Rp 67.000 tiket menuju Bandung akhirnya di tangan. Beruntungnya lagi, kereta yang kami tumpangi tidak begitu sesak. Tempat duduk yang semestinya diisi oleh empat penumpang (dua penumpang berhadapan) hanya diisi oleh saya dan Iccul, jadi terasa nyaman meski hanya naik kereta Ekonomi.

img_20160916_115446
Pemandangan selama perjalanan
img_20160916_115515
Pemandangan selama perjalanan

Next Destination, Stasiun Kiaracondong, Bandung.

Perjalanan menuju Bandung ditempuh sekitar 2-3 Jam, tidak terasa karena kami disuguhi pemandangan alam yang Indah.  Kami tiba di Stasiun Kiaracondong sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Dengan bermodalkan Google Browser dan google maps, saya mencari tahu cara menuju hotel Raffleshom, hotel yang saya sudah booking melalui Traveloka. Pertama-tama saya mencari lokasi hotel di Google Maps. Ya, yang paling dekat dengan hotel ini Jalan Asia-Afrika, dan Jalan Lengkong Besar. Dari Kiaracondong, saya harus cari angkot menuju dua jalan itu. Dan, saya menemukan angkot yang tepat. Angkot jurusan Cicadas – Elang berwarna Merah Hijau, salah satu angkot yang bisa saya tumpangi menuju Lengkong Besar.

img_20160916_124420
Welcome To Bandung

Pertama kali melihat Kota Bandung, saya belum terlalu amazed dengan apa yang saya lihat. Rasanya masih sama saja suasana dengan kota-kota yang ada di Indonesia. Mungkin saya harus ke Gedung sate dulu ya untuk membuktikan kalau saya benar-benar ada di Bandung. #norak

Saya sampai di Lengkong Besar, dan berjalan kaki menuju hotel Raffleshom. Dekat. Lokasinya-pun strategis, dekat dengan jalan Asia-Afrika, Museum Konferensi Asia Afrika, Jalan Braga, dan Alun-alun Bandung. Duh, jalan-jalannya nanti dulu.

Saya tiba di Hotel, Check-in, dan Istirahat sebentar.

Hm, kalau diingat-ingat, baru bulan juni lalu saya ngepost Mimpi Indonesia : 6 Provinsi lagi, dan baru berselang 2 bulan, tepatnya Agustus 2016,  saya sudah mewujudkan list nomor satu saya. Betul-betul ajaib, kalau mau dibilang. Itu juga karena barokah Lomba di Lombok. Tapi sebenarnya bukan karena lomba itu yang penting. Itu karena kita berani bermimpi. Menuliskan mimpi, dan memercayai mimpi. Seperti kata Agnes Monica, Dream, Believe, and Make it Happen. Saya termasuk orang yang menyakralkan kata-kata itu.

Dan Bandung, meski mainstream di mata orang, saya baru bisa mengunjunginya. Impian saya sejak kecil. Dan saya akhirnya berhasil melakukan perjalanan Impian ini. Tapi kenapa Bandung ? kenapa bukan kota-kota lain di Indonesia?. itu karena Bandung, bagiku bukan Cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan yang bersamaku ketika sunyi (Pidi Baiq) #eaa.

Iklan

25 comments on “Bandung : Sebuah Perjalanan Impian

  1. Pertama kali saya ke bandung itu tahun lalu. Dan saya malah lebih norak kayaknya..hahaha selfi di setiap sudut kota bandung 😂
    Tapi belom semua tempat saya kunjungi…bakal balik lagi nanti. 😁

    Disukai oleh 1 orang

  2. Asyikkk Fauzi ke bandung… heheheh selalu jatuh cinta sama jalanan Braga. 🙂

    Suka

  3. Waaah akhirnya. Welcomee to Paris Van Java 🤗

    Disukai oleh 1 orang

  4. KRL memang murah dan nyaman banget. Per 1 Oktober kemarin ongkos memang naik seribu perak, tapi sepertinya lebih banyak lagi gerbong KRL yang akan beroperasi di Jabodetabek, hehe.
    Bandung! Bandung memang bikin nyaman dan selalu ngangenin. Cerita selanjutnya ditunggu ya Mas, penasaran dengan spot-spot yang dikunjungi. Memang semesta selalu mendukung pencapaian mimpi ya, selama ada niat dan usahanya. Ayo bermimpi, saya jadi semangat nih menuliskan mimpi-mimpi saya, hoho.

    Disukai oleh 1 orang

    • Dengan KRL keliling Jabodetabek jadi mudah…. ayo mas tulis mimpi2nya, biar para pembaca turut menjadi saksi perjuangan mas mewujudkan mimpinya. Apalagi kalau mimpinya ditulis, banyak yang mengaminkan, pasti lebih cepat tercapainya… 🙂

      Disukai oleh 1 orang

  5. Udah lama ternyata ke Bandungnya wkwk. Btw, aku juga pas pertama kali naik KRL liburan ini, langsung norak! Hahaha bener-bener terharu sama murahnya dan tiketnya yang bisa di refund.
    Bandung sekarang makin menarik, makin banyak yang bisa dijadiin tempat foto-foto. Mulai dari cafe-cafenya, taman-tamannya, lapangan gasibu yang jadi berwarna lintasan larinya, sama sky walk yang baru. Jangan bosen untuk ke Bandung lagi ya! Heuheu.

    Suka

    • Mbak Audris urang Bandung ya??, iya nih… kemarin waktu ke Bandung spot yang dikunjungin belum banyak…., belum sempat ke Tangkuban Perahu juga. Apalagi tuh skywalk?

      Suka

  6. setuju sama kalimat terakhir, banfung itu bikin baper 😉

    Disukai oleh 1 orang

  7. Bandung hampir mirip dengan Jogja, kalau ke sini pulangnya bisa bikin baper wkwkwk

    Disukai oleh 1 orang

  8. pemandangan sepanjang perjalanan seru ya

    Disukai oleh 1 orang

  9. Wah main ke Bandung diem-diem nih wkwkwk.

    Wilujeung sumping ti Bandung. Aku malah gak pernah naik kereta untuk perjalanan Jakarta Bandung, biasa naik travel. Murah, cepat, nyaman, dan gak perlu ngangkot lagi hehe

    Disukai oleh 1 orang

  10. weibullgamma

    kyknya ada penerbangan Makassar-Bandung langsung, sekali sehari (Lion Air)

    Disukai oleh 1 orang

  11. Terus terus kemana lagi dan ngapain lagi mas? Kirain tulisannya bakal panjang hahaha.

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: