NUSA TENGGARA BARAT - INDONESIA

Ayam Taliwang : dari Lombok untuk Indonesia

        Salah satu hal yang tidak ingin saya lewatkan pada kunjungan kedua saya di Lombok adalah mencicipi kuliner khasnya. Di Pulau Lombok sendiri terdapat banyak kuliner khas, dan yang paling membuat saya penasaran sejak menjejakkan kaki disini adalah Ayam Taliwang. Yang bikin penasaran itu, apa yang bikin Ayam Taliwang autentik dibanding kuliner Ayam lainnya ?. Walhasil, saya berhasil mencoba Kuliner ini di hari pertama saya berada di Lombok. Dan hasilnya, Saya Ketagihan. Saking sukanya sama Kuliner yang satu ini, tiga hari beruturut-turut, yang dimakan dan yang dicari selalu Ayam Taliwang.

Hari Setelah berlomba di babak penyisihan, saya dan teman-teman lainnya diajak untuk makan siang di warung yang agak jauh dari pusat kota Mataram. Suasana warungnya nyaman, konsep terbuka, dan sawah di sekitar warung ini membuat kita serasa menyatu dengan alam. Kita juga bisa memilih, ingin makan di lesehan atau di meja makan seperti biasa. Dan kami memilih makan di meja makan saja. Sebenarnya, Menu utama di warung tersebut adalah seafood, namun Ayam Taliwang juga menjadi salah satu menu andalan. Lombok gitu…, sangat mudah mencari Ayam Taliwang disini, bahkan di warung makan Seafood.

img_20160802_113641
Suasana Warung Makan

Saya memesan Satu porsi Ayam Taliwang, ditemani Plecing Kangkung dan Es Jeruk. Teman-teman yang lain memesan Es Kelapa madu. Saya agak nyesel juga, karena Es Kelapa Muda juga kuliner khasnya Lombok.

Ayam Taliwang ini merupakan Ayam yang masih muda, masih kecil, sehingga dalam penyajiannya kadang disajikan langsung satu ekor per porsi. Beda sama Kuliner Ayam lainnya. Seperti Ayam Lalapan atau Ayam Goreng Crispy yang biasanya Cuma disajikan kadang dipisah- pisah per porsi, paha saja, sayap saja, atau dada saja. Jadi pengen Dada atau Paha kang ?

img_20160802_121331

Selain dari segi bentuk penyajian, Keautentikan Ayam ini muncul dari rasa manis, gurih dan yang paling penting adalah rasa pedas yang menjejali lidah saat Ayam ini dicicipi. Itu karena bumbu khas yang dilumuri pada Ayam ini saat diolah. Ayam ini pun diolah dengan cara dipanggang, jadi bisa terbayang rasanya yang gurih itu. Selain itu, Ayam Taliwang ini juga terasa lembut, sehingga mudah dikunyah, tidak seperti ayam kampung biasanya dan tak lupa, Ayam Taliwang sering disajikan dengan berbagai sayuran, seperti Kacang Panjang, mentimun, Sambal, kadang juga ditambahkan tempe goreng dan tahu sebagai pelengkap.

Asal Mula Ayam Taliwang

Ayam Taliwang yang dikenal saat ini erat kaitannya dengan keberadaan masyarakat  Karang Taliwang yang berada di Cakranegara, Mataram, NTB. Merekalah yang pertama kali memperkenalkan kuliner ini. Mereka mengolah Ayam dengan melumurinya berbagai bumbu khas, lalu menamainya Ayam Taliwang, Taliwang yang berasal dari daerah mereka berasal.

Keberadaan kampung bernama Karang Taliwang sendiri memiliki sejarah yang panjang. Penduduk Karang Taliwang sejatinya bukanlah penduduk Asli Lombok. Karang Taliwang terbentuk karena terjadi perang antara Kerajaan Selaparang dan Kerajaan Karangsem Bali. Lalu Kerajaan Taliwang yang berasal dari Sumbawa mengutus pasukan mereka untuk membantu pasukan Kerajaan Selaparang yang diserang oleh Kerajaan Karangasem. Para Pasukan dari kerajaan Taliwang ini ditempatkan di suatu wilayah. Dan Wilayah tersebut mereka namakan Karang Taliwang, sesuai dengan nama Kerajaan mereka berasal.

Seiring berjalannya waktu, Ayam Taliwang mulai dijual pada masyarakat sekitar pertama kali oleh seorang ibu bernama Nini Manawiyah dengan nama Ayam Bakar Pelalah, belum dikenal dengan nama Ayam Taliwang. Kebetulan, Ibu Manawiyah ini berasal dari Karang Taliwang. Sehingga Ayam Bakar Pelalah ini disebut Ayam Taliwang oleh para pelanggannya. Hingga tahun 1960-an, Ayam Taliwang Ibu Manawiyah ini menjadi tenar karena kelezatannya. Konon, pahlawan Revolusi Jendral Ahmad Yani pernah mencicipi Ayam Taliwang buatan ibu Manawiyah ini.

Setelah Ibu Manawiyah, ada banyak sekali masyarakat Karang Taliwang yang akhirnya membuka usaha warung nasi Ayam Taliwang, mulai dari Dea Papin Achmad Moerad bersama Istrinya, Hajjah Salmah, lalu ada Haji Abdul Hamid di tahun 1970-an hingga keturunan Dea Papin Achmad Moerad. Hingga akhirnya, Ayam Taliwang menjadi kuliner khas Lombok yang terkenal kelezatannya di Indonesia. terbukti, pada Anugrah Pesona Indonesia lalu, Ayam Taliwang menjadi Kuliner Khas Terbaik I pada penghargaan wisata yang diadakan oleh Pesona Indonesia itu.

Dalam penyajiannya, Ayam Taliwang selalu ditemani kuliner Lombok yang satu ini. Namanya Plecing Kangkung. Makanan ini adalah kangkung yang dicampur dengan bahan-bahan lainnya seperti Tauge, kacang Tanah, kelapa parut, dan sambal. Semua bahan tersebut diaduk menjadi satu menciptakan kangkung yang rasanya pedas membakar. Dan sebagai penutup, dan salah satu pasangan terbaik Ayam Taliwang adalah es Kelapa Muda.

Nikmat Bukan ?.

Referensi Sejarah : kebudayan.kemdikbud.go.id

Iklan

10 comments on “Ayam Taliwang : dari Lombok untuk Indonesia

  1. jadi ayam tilawang ini memang asli lombok ya, bumbunya pasti penuh rempah mas..btw makan makan kenyang2 hehe

    Disukai oleh 1 orang

  2. Ayam taliwang dan Lombok… ah itu berasa rumah banget Mas, haha. Setiap pulang kampung pasti kudu cicip ayam taliwang, hehe. Iya, daerah Karang Taliwang sekarang banyak berjamur warung makan ayam taliwang. Agak susah menemukan yang mana dari warung makan itu yang otentik benar seperti sejarah yang sudah dipaparkan di tulisan ini–tapi semuanya enak-enak, kok! Suka suka, suka!

    Suka

    • Hahaha Ayam Taliwang emang enakkk…. , tiga hari berturut turut bwaannya pengen itu terus. Baru setelahnya nyobain yang lain kayak sop bebalung, sate bulayak sama sate lilit hihihi

      Suka

  3. hmmm … kapan ya saya makan ayam taliwang .. wah kayaknya sudah bertahun tahun yang lalu, sampai lupa bagaimana rasanya.
    Bagi saya … yang paling enak dari Lombok adalah kangkung-nya … bener2 beda dengan kangkung yang dari pulau jawa.

    Suka

  4. Belum pernah makan Ayam Taliwang yang asli Lombok, belum pernah ke Lombok soalnya. Jelas lah ya yang asli Lombok lebih enak kayaknya hehehehe, penyajiannya aja beda. Kalau di Jawa cuman dada doang, itu juga dadanya kena kanker, jadi ya cuman satu doang dadanya hehehe 😀😀😀

    Disukai oleh 1 orang

  5. Ping-balik: 12 Hal yang bisa dilakukan di Lombok – Bukan Pajokka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: