NUSA TENGGARA BARAT - INDONESIA

Selamat datang Lagi, Lombok

          Entah mimpi apa saya semalam. Setelah saya dinyatakan tidak lolos mengikuti Lomba di Pulau Lombok. Tiba-tiba beberapa hari setelah putusan final itu, keputusannya berubah. Malamnya, saya dapat telpon, yang menyatakan keputusannya berubah, dan esoknya saya harus berangkat ke Jakarta untuk ikut pelatihan selama satu hari, lalu ke Lombok. Malam itu saya kelabakan. Saya tidak tahu harus mempersiapkan apa. Pakaian ada di rumah saya yang lain. Persiapan lomba apa lagi. Setelah dinyatakan tidak lolos, saya sudah tidak berharap lagi. Sama sekali tidak. Tapi malam itu, surprise yang luar biasa.

Akhirnya, saya terbang menuju Jakarta, menjalani pelatihan selama sehari di Ciputat, Tangsel. Sebenarnya Pelatihan berlangsung dua pekan. Itu bagi mereka yang sudah lolos lebih dahulu. Karena saya belakangan, bahkan di detik-detik terakhir, saya hanya mendapat pelatihan sehari. Satu Hari di Ciputat, esoknya saya berangkat di Lombok.

***

Mungkin diantara kalian ada yang ingin tahu lomba apa yang saya ikuti. Okelah saya beritahu.  saya akan mengikuti MTQ Nasional lagi. Setelah sebelumnya saya mengikuti MTQ Nasional tahun 2012 di Ambon, Maluku. Tahun 2016 ini, saya diberi rezeki lagi untuk mengikutinya, dan kali ini diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebenarnya, MTQ atau Musabaqah Tilawatil Quran ini diadakan 2 Tahun sekali. Nah, MTQ tahun 2014 lalu saya tidak ikut, yak arena bukan rezeki saya, padahal eventnya diadakan di Batam, Provinsi Kepulauan Riau.

dsc00102
Arena Utama MTQ 2012 Ambon

Untuk bisa berlomba di Tingkat Nasional melawan provinsi lain se-Indonesia, butuh perjuangan yang cukup berat, menurut saya. Karena kita memulai berlomba di Tingkat Kabupaten. Bahkan di beberapa daerah tertentu dimulai di Tingkat Kecamatan. Kita bersaing untuk mewakili Kabupaten penyelenggara di Tingkat Provinsi. Setelah menang, maksud saya Juara satu, kita mewakili Kabupaten tersebut bersaing dengan kabupaten lain di Tingkat Provinsi. Nah, ketika kita kembali berhasil Juara satu, maka kita berhak mewakili Provinsi tempat kita menang di Tingkat Nasional.

Setiap Dua Tahun, MTQ Tingkat Nasional diselenggarakan. Dan tempat penyelenggaraan MTQ itu setiap dua tahunnya berbeda-beda. Tahun 2006 di Kendari, Sultra, Tahun 2008 di Serang, Banten, Tahun 2010 di Bengkulu, tahun 2012 di Ambon, Maluku, Tahun 2014 di Batam, Kepri, dan Tahun 2016 di Mataram, NTB. Dan bayangkan, MTQ ini telah diselenggarakan sejak tahun 1968 dan yang menjadi Tuan Rumah pertama adalah Makassar, Sulawesi Selatan.

Nah, untuk tahun 2016 sendiri, sistem yang digunakan adalah sistem online. Jika sebelumnya peserta mendaftar di lokasi lomba, maka tahun ini peserta mendaftar lewat online di daerah masing-masing. walhasil, banyak peserta yang gugur karena alasan bermacam-macam. Mulai dari berkas yang dimasukkan tidak jelas, lewat umur, dan banyak lagi.

Nah, saya termasuk yang dinyatakan tidak lolos dengan keterangan salah input. Setelah pendaftaran pertama, dibuka pendaftaran kedua untuk memberi kesempatan bagi mereka yang gugur karena kesalahan teknis. Saya mendaftar lagi. Dan di pendaftaran kedua ini saya kembali dinyatakan tidak lolos tanpa keterangan. Dan ternyata setelah itu sudah tidak ada lagi kesempatan untuk mendaftar ulang. Jadi keputusan itu katanya sudah final. Jadilah saya tidak ikut pelatihan peserta yang diselenggarakan di Ciputat selama dua minggu.

Bagi saya, ini bukanlah sesuatu yang mengecewakan. Saya melanjutkan aktivitas saya yang sempat terbengkalai karena harus pusing ini-itu, Mulai dari Ngeblog, sampai membantu kakak saya menyebar undangan pernikahannya. Setidaknya beban saya sedikit berkurang dengan dinyatakannya saya tidak lolos.

Tapi, satu minggu kemudian, malam setelah saya sibuk mengatur undangan. Saya mendapat telpon kalau keputusan tidak lolos saya berubah. Itu ditandakan dengan warna font di nama saya yang awalnya hijau (tidak lolos) berubah menjadi hitam (lolos). Saya tiba-tiba lemas. Kelabakan. Tidak bisa berbuat apa-apa. Aslinya, saya sudah tidak ingin berangkat. Tapi mengundurkan diri akan membuat daerah saya kecewa.

***

Sekitar pukul 05.00 Shubuh, saya dan rombongan meninggalkan penginapan menuju Bandara dengan bus. Pagi itu sangat sibuk. Jalanan utama kota telah dipenuhi kendaraan. Ini baru jam 5 lewat, dan sudah seramai ini. Di Makassar, pagi seperti ini masih sangat sepi, hanya 1-2 kendaraan yang lalu lalang. Saya tidak bisa membayangkan betapa stressnya orang disini ketika kemacetan mencapai puncaknya, dan itu hampir setiap hari.

Lupakan soal kemacetan kota Jakarta dan sekitarnya. Setibanya saya di Bandara Soekarno-Hatta, perjalanan mulus-mulus saja, hingga saya sampai di ruang tunggu. Pesawat yang akan akan saya tumpangi, adalah Batik Air. Di Boarding Pass, tertera kalau saya akan berangkat sekitar pukul 08.00 lewat. Dan alhamdulillah, tidak delay sama sekali.

img_20160728_080148
Terbang gratis, dengan Batik Air

Saya akhirnya terbang menuju Lombok. Sebuah Pulau kecil di Indonesia yang keindahannya sudah tidak diragukan lagi. Dari Jakarta perjalanan memakan waktu sekitar 50 menit. Tidak terasa dengan fasilitas tivi di cabin pesawat untuk membunuh waktu. Pesawat mendarat dengan mulus di Bandara International Lombok, Praya.

Ini adalah perjalanan kedua saya ke Pulau Lombok. Sangat terasa aroma nostalgia itu. Sama-sama mengikuti sebuah lomba tingkat nasional. Sama-sama perjalanan yang dibiayai oleh pihak lain a.k.a pemerintah, dan saya menyebutnya gratis. Jika dahulu, lomba dipusatkan di Lombok Timur, maka kali ini di Kota Serambi Madinah, Mataram.

Bandara Int. Lombok Praya
Bandara Int. Lombok Praya

Dari Bandara, sudah ada bus yang disiapkan panitia. Mengantar saya dan rombongan lainnya menuju hotel yang telah disiapkan. Beruntung, saya ditempatkan di hotel yang berada di pusat kota Mataram. Dekat Taman, Pusat Bisnis, dan Islamic Centre. Sangat strategis. Dan, setibanya saya di hotel, saya bergegas menuju kamar, dan istirahat. Sebenarnya, Saya sudah tidak sabar untuk mengeksplorasi keindahan yang ada di pulau ini, tapi karena saya datang kesini dibiayai dan untuk berlomba, maka jalan-jalannya setelah lomba.

Islamic Centre Mataram, Arena MTQ 2016.
Islamic Centre Mataram, Arena MTQ 2016.

 

Biasanya setelah Lomba, ada sesi jalan-jalan. Jadi, Tunggu saja cerita selanjutnya.

Iklan

47 comments on “Selamat datang Lagi, Lombok

  1. Masya Allah… fauzi kerennn dong ngajinya πŸ™‚

    Suka

  2. Selamat datang di kampung halaman saya tercinta, hoho. Semoga kenangan di Lombok menyenangkan dan dapat banyak mengunjungi objek wisata ya. Oh, ternyata MTQ ya Mas… itu Islamic Center memang sengaja dipersiapkan untuk kompetisi itu, syukurlah bisa selesai tepat waktu dan jadi venue yang tidak mengecewakan. Ditunggu cerita jalan-jalan di Lomboknya.

    Suka

  3. wuii.. keren banget ikut MTQ di lombok.
    semoga lancar dan barokah lombanya ya ^^

    Disukai oleh 1 orang

  4. Wah, kalau di Batam, mampir ke rumahku, Mas.

    Disukai oleh 1 orang

  5. aku suka lombok itu pantainya

    Suka

  6. wiiih keren, ternyata ikut MTQ !

    Suka

  7. Waaaah semoga dapet sesuatu ya mas di Mataram, juara kek atau apalah yang bermanfaat hehehe πŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ‘

    Disukai oleh 1 orang

  8. Prestasi nih…selamat ya

    Suka

  9. komen lagi, aku sempet nonton closing ceremonynya tapi di tv hehehe

    Suka

  10. Uwiih, anak MTQ kereeeeeen 😎
    Juara berapa nih?

    Disukai oleh 1 orang

  11. Eh, MTQ? AAAAKH, MAS FAUZI INI IDAMAN PARA UKHTI DEH YA πŸ˜€ hihi

    keren mas, semoga lancar selalu ya πŸ™‚

    Suka

  12. cantiknya masjid Mataram, aku belum pernah ke Lombok Zi, pengen kapan2 bisa ke sana ya main ke pantai2 cantik dan makan ayam taliwang yg endess

    Disukai oleh 1 orang

  13. Bangunan Islamic Centre Mataram, ciamik juga πŸ™‚

    Suka

  14. wiwww .. keren bangetttt ikutan lomba MTQ ,,, suaranya pasti merdu
    saya kepegen bisa ngaji seperti itu …. tapi suara tak mendukung πŸ˜€

    selamat ya … semoga lancar dan juara

    Disukai oleh 1 orang

    • Hahaha, gak semua yg ikut MTQ bersuara merdu mas, karena cabang lomba MTQ banyak. Ada Tilawah (yg harus bersuara merdu) , Hifzil (Hafalan Quran), Khat (Kaligrafi), Tafsir (Hafalan dan Tafsirannya), Fahmil (Cerdas Cermat), Makalah (karya ilmiah) dan beberapa cabang lagi. Hehehw saya bukan di bagian tilawahnya.

      Disukai oleh 1 orang

  15. Wah keren ikut MTQ. Walau gak menang sekalipun tapi ikut MTQ nasional itu sudah jadi pemenang, minimal sudah menang di tingkat propinsi. Selamat.

    Suka

  16. Ternyata bisa jalan2 keliling Indonesia karna MTQ ya.. keren bangetttt…

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: