RIAU - INDONESIA

Sejarah di Balik Masjid Raya Senapelan

        Menunggu Waktu berbuka puasa, saya dan beberapa teman ngabuburit dengan mengeksplor wisata Kota di Pekanbaru. Kebetulan, semua perlombaan telah selesai, dan hasilnya memuaskan. Eksplorasi kota dimulai dengan melaksanakan Sholat Ashar di Masjid Raya Senapelan, Pekanbaru. Lokasinya tak jauh dari Hotel tempat saya menginap. Saya sengaja memilih Masjid Raya Senapelan, karena Masjid ini termasuk dalam salah satu cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi di Riau.

img_20160616_160656

Alkisah, Masjid ini dibangun di masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Alamuddin (Sultan IV ) dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah dari Kerajaan Siak pada abad ke 18, sekitar tahun 1762. Kerajaan Siak ini merupakan kerajaan Melayu Islam yang pernah berdiri di Kabupaten Siak. Dalam perkembangannya, Siak muncul sebagai sebuah kerajaan bahari yang kuat. Pasang surut yang terjadi di kerajaan ini tidak terlepas dari persaingan untuk merebut kekuasaan di jalur perdagangan selat Malaka. Pada Masa awal kesultanan Melayu Melaka, Riau menjadi tempat penyiaran agama Islam, penyebaran Agama Islam juga berkembang di Wilayah Siak, dan menjadikannya sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam.

img_20160616_160611

img_20160616_160542

Kerajaan Siak yang menganut Sistem “Tali Berpilin”, yang artinya tiga unsur penting Kerajaan yang harus dijaga, yaitu Raja, Adat dan Agama. Karena sistem tersebut, maka di Kerajaan Siak akan selalu terdapat tiga bangunan utama yaitu Istana sebagai symbol keberadaan Raja, Balai Kerapatan sebagai symbol adat, dan Masjid sebagai symbol agama. Oleh karena itu, Sistem Tali Berpilin inilah yang menjadi salah satu sebab berdirinya Masjid di Kerajaan Siak.

img_20160616_160428

img_20160616_160416

img_20160616_160412

Pembangunan Masjid Senapelan dilakukan seiring dengan dipindahkannya ibukota Kerajaan Siak dari Mempura besar ke Bukit Senapelan, atau yang sekarang lebih dikenal dengan nama Kampung Bukit. Pemindahan ibukota tersebut yang dilakukan oleh Sultan Alamuddin secara otomatis, membuat tiga unsur yang harus selalu ada dalam kerajaan juga harus dipindahkan, termasuk Masjid. Maka saat itu, sebelum Masjid ini dikenal dengan nama Masjid Senapelan, atau Masjid Raya Pekanbaru, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah telah menamainya Masjid Alam, yang diambil dari nama Sultan Alamuddin sswaktu kecil, yakni Raja Alam.

img_20160616_160510

img_20160616_160446

Ketika saya mengunjungi Masjid ini, keadaan Masjid ini telah berubah total dari gambar Masjid saya lihat di internet ketika saya mencoba membuat daftar tempat wisata yang ingin saya kunjungi di Pekanbaru. Masjid ini sedang direnovasi dan jelas itu membuat saya sedikit kecewa.

Setelah melihat seisi Masjid sejenak, perjalanan ke destinasi Selanjutnya dilanjutkan.

Iklan

5 comments on “Sejarah di Balik Masjid Raya Senapelan

  1. sayang ya, masjidnya sedang direnovasi, jadi kurang baguslah kelihatannya.

    Suka

  2. 5 tahun di pekanbaru, tapi baru tau ttg ini… hehehe…

    Disukai oleh 1 orang

  3. Wow, that’s what I was seeking for, what a material!
    present here at this weblog, thanks admin of this web
    page.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: