PAPUA BARAT - INDONESIA

Mencecap Papua lewat Papeda

         Sarapan pagi ini apa bu ??, tanya saya kepada ibu yang menyiapkan sarapan di meja makan. “Papeda”, jawabnya singkat, sambil berlalu ke dapur. Saya yang sudah sejak tiba di Papua ingin menikmati Papeda lalu membuka setiap tutupan piring yang menutupi lauk yang dihidangkan. Ada Ikan Tongkol, Ada Bubur Sagu dan ada Sayur Ganemo. Saya bergegas mengambil piring, lalu mengambil tiga menu tersebut. lalu segera melahap Papeda-nya.

Awal saya penasaran dengan kuliner ini ketika saya menyaksikan acara traveling MTMA saat mereka traveling ke Papua. Di akhir scene, dua host acara tersebut terlihat menikmati makanan yang penyajiannya cukup unik. Terlihat seperti Lem, lalu mereka campur dengan Ikan kuah kuning. Mereka menjelaskan kalau nama makanan yang mereka nikmati adalah Papeda. Mereka juga menambahkan, kalau yang terlihat kental, dan bening seperti lem itu terbuat dari Sagu dan itulah Papeda.

Di berbagai wilayah pesisir dan dataran rendah di Pulau Papua, Sagu merupakan bahan dasar dalam berbagai makanan masyarakat Papua. Banyak sajian yang mereka hasilkan berbahan dasar sagu, ada sagu bakar, sagu lempeng, sagu bola dan tidak hanya sagu, ulat yang biasanya tinggal di batang pohon sagu juga tak jarang disantap sebagai cemilan. Papeda merupakan salah satu sajian khas Sagu yang jarang ditemukan. Papeda bertekstur lengket, menyerupai lem, berwarna putih dan rasanya tawar.

Namun, Papeda yang saya jumpai pagi ini, memiliki warna yang tidak biasa. Jika Papeda yang saya lihat di MTMA itu, Warnanya benar-benar bening, lengket seperti lem. Namun yang ini berwaran putih, dan lebih mudah dipisah. Ini mungkin tergantung dari teknik dan cara memasak. Terlebih, yang membuat papeda ini bukanlah orang Papua asli.

Karena Papeda ini memiliki rasa yang tawar, maka Papeda dikonsumsi dengan Ikan Berkuah Kuning. Ikan yang biasa digunakan adalah juga cukup beragam, bisa Ikan Gabus, Kakap merah, Bubara hingga Ikan Tongkol. Selain ikan berkuah kuning, Papeda juga sering dinikmati dengan Sayur Ganemo. Sayur Ganemo adalah sayur yang diolah dari daun melinjo muda yang ditumis dengan bunga papaya muda dan cabai merah.

Papeda
Papeda

Melihat Tampilan Papeda yang saya nikmati pagi ini, saya lalu mengingat Kuliner khas Palopo yang sering saya cicipi, Kapurung. Keduanya sama-sama terbuat dari sagu, dan bening atau kadang berwarna putih. Namun letak perbedaanya adalah Cara Penyajiannya.  Kalau Kapurung, disajikan sagunya itu dipisah-pisah, bisanya berbentuk bulat-bulat dan dinikmati langsung dengan kuah sayur. Sayuran yang ada pada kuahnya itu juga bermacam-macam, ada Kangkung, Jagung, bunga pisang, terong, dan bayam. Tak jarang juga ditambahkan Udang dan daging ayam. Sedangkan,  Papeda yang benar-benar Papeda disajikan tidak terpisah-pisah, dan dinikmati dengan ikan berkuah kuning.

Jangan terlalu serius !!. perbedaan Kapurung dan Papeda di atas hanya perkiraan saya. Tapi yang pasti, Kapurung adalah Papeda, Papeda adalah Kapurung. Kapurung adalah Papeda ketika kamu memakannya di Papua, dan Papeda adalah Kapurung ketika kamu memakannya di Sulawesi.

Iklan

11 comments on “Mencecap Papua lewat Papeda

  1. belum pernah makan papeda

    Disukai oleh 1 orang

  2. Saya jadi penasaran, keliatannya kuahnya gurih. :3

    Suka

  3. Sang Petualang

    Semacam soto kali ya 😀

    Disukai oleh 1 orang

  4. Sekilas tampilannya mirip tekwan palembang. Dan emang bahannya sama sih, bedanya tekwan dicampur daging ikan 🙂

    Suka

  5. MelqySwalela

    Papeda ialah makanan khas org papua yg dibuat dari bahan sagu dan terus dinikmati dan menjadi makananan favorit hingga saat ini, meski dgn perkembangan era pepeda tetap menjadi makanan special org papua.
    Pikir2 kayaknya si Papeda atau Kapurung sama saja ,cuman ya….tiap daerah punya cara2 sendiri u menyajikannya?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: