MALAYSIA

Chinatown : Petaling Street dan Guan Di Temple

       Hari terakhir dalam trip ini. Sebelum ke Bandara, saya menyempatkan diri ke Chinatown Kuala Lumpur. Chinatown di Kuala Lumpur lebih dikenal dengan nama Petaling Street karena letaknya di Jalan Petaling. Ulasan tentang Petaling Street sudah saya tulis di post Belanja-Belanji di Kuala Lumpur. Karena sebelumnya dimasukkan dalam post berjudul Belanja-belanji, maka sudah pasti para pembaca sekalian sudah tahu  kalau Petaling Street merupakan salah satu tempat belanja yang populer di Kuala Lumpur. Di Petaling Street banyak sekali dijual souvenir dan jajanan tradisional dengan harga murah *dengan syarat harus pintar menawar. Dan karena ini Chinatown, maka kebanyakan barang dan makanan disini khas Chinese.

Gerbang Masuk Petaling Street
Gerbang Masuk Petaling Street

Petaling Street akan ramai pada waktu senja hingga malam hari. Tapi saat saya kesana, Petaling Street masih sepi. Ya iyalah saya perginya pagi buta…., jam 8 nanti saya harus ke Bandara, dan saya perginya jam 6 pagi…. Hahhah. Saya menyesal sebelumnya tidak menyempatkan waktu ke Petaling Street padahal Petaling Street dilalui Bus Gratis Kuala Lumpur atau Bus GO-KL. Jadinya pagi itu saya hanya lari pagi di sepanjang jalan.

Suasana Petaling Street di waktu Pagi
Suasana Petaling Street di waktu Pagi
Suasana Petaling Street di waktu Pagi
Suasana Petaling Street di waktu Pagi
Suasana Petaling Street di waktu Pagi
Suasana Petaling Street di waktu Pagi
Suasana Petaling Street di waktu Pagi, sudah ada pedagang
Suasana Petaling Street di waktu Pagi, sudah ada pedagang
Suasana Petaling Street di waktu Pagi, sudah ada Pedagang
Suasana Petaling Street di waktu Pagi, sudah ada Pedagang

Selain sebagai salah satu tempat belanja, di Chinatown juga terdapat kuil India (Sri Mahamariamman Temple) dan beberapa kuil China. Salah satu yang saya kunjungi adalah Guan Di Temple.  Guan di Temple atau Kuil Guan Di juga dikenal dengan nama Kuan Ti Temple. Letaknya bukan di Jalan Petaling tetapi di Jalan Tun H.S Lee, tetapi masih dalam wilayah China Town. Kuil aliran Taoisme ini didekasikan untuk Panglima Guan Di. Guan Di berarti Paduka Guan. Panglima Guan Di juga memilik Kwan Kong dan nama aslinya adalah Guan Yu atau Guan Yun Chan. Dan oleh Kaisar Han diberi gelar Han Shou Ting Hou.

Guan Di Temple
Guan Di Temple
Guan Di Temple
Guan Di Temple

Guan Di adalah seorang Panglima Perang yang hidup pada zaman Sam Kok (221 – 269 Masehi ). Ia dipuja karena kejujuran dan kesetiaannya. Selain itu  Panglima Guan Di dipuja sebagai dewa Pelindung kesusastraan dan dewa Pelindung dari malapetaka perang yang mengerikan.  Sebagai Dewa, Guan Di dipuja umat Taoisme sebagai Dewa Pelindung Malapetaka Perang. Namun bukan hanya umat taoisme yang memujanya, Konfusialisme dan Buddhisme juga memuja panglima Guan Di Sebagai Dewa.

Panglima Guan Di Digambarkan dengan bentuk tubuh yang tinggi besar berjanggot panjang dan berwajah merah. Sebelum memasuki Kuil saya melihat patung tersebut, berdiri tegap beberapa langkah di depan pintu masuk Kuil. Selain itu terdapat patung Naga yang melilit tiang di dekat patung Guan Di, dan dua Patung Singa yang digunakan sebagai symbol perlindungan untuk melawan energy negatif. Dua patung singa ini diletakkan di depan kuil sebagai pelindung.

Patung Singa
Patung Singa

Saya memasuki kuil dan Kuil ini masih lumayan sepi. Hanya terdapat satu pengunjung yang melakukan pemujaan dan beberapa orang yang terlihat sebagai petugas di Kuil itu. Saya meminta izin kepada salah satu petugas yang ada untuk mengambil foto dan saya diizinkan. Di Bagian dalam Kuil ini terdapat Patung utama yang terletak di altar kuil. Patung tersebut adalah Patung Guan Di. Di dekat Patung Guan Di terdapat dua patung kecil, yaitu patung Guan Ping (yang membawa sereal) dan  Zhou Chang. Keduanya merupakan pengawal Guan Di. Ketiga patung tersebut terbuat dari kayu, tetapi sebagai tanda keagungannya, wajah Guan Di dicat berwarna emas.

Bagian Altar Kuil
Bagian Altar Kuil
Patung Dewa Guan Di
Patung Dewa Guan Di
slaah satu hiasan di Kuil
slaah satu hiasan di Kuil
lonceng
lonceng

Setelah melihat seisi Kuil, saya bergegas meninggalkan Chinatown dan kembali ke Hotel untuk bersiap-siap pulang ke Indonesia.


Post ini ditulis dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek. Selamat Tahun Baru Imlek 2567 bagi yang merayakan, Gong Xi Fa Chai.

Iklan

28 comments on “Chinatown : Petaling Street dan Guan Di Temple

  1. Baru sadar, jam 6 pagi tapi di sana sudah terang banget ya. Kalau Imlek pasti suasana di sana meriah dan merah banget, lha hari biasa saja sudah banyak begitu lampionnya.
    Fotonya bagus Mas, di dalam klenteng tapi gambarnya cukup tajam. Saya agak pasrah ambil foto kalau di dalam klenteng, soalnya gelap… *malah curhat hehe*.

    Suka

    • Baru nyadar mas kayaknya penulisan waktunya deh yang salah …. maafkan bang saya khilaf. Sayangnya saya imlek ini cuman diem di rumah, pengen rasanya liat suasana perayaan imlek jadinya cuman bisa posting kunjungan ke kuil itu beberapa bulan yg lalu. Hahah kalau soal foto itu rejeki anak sholeh kali bang… heheh.

      Disukai oleh 1 orang

      • Eh? Jadi sebenarnya jam berapa di sana? Hee… sebenarnya mungkin juga sih kalau jam 6 pagi sudah terang :hehe. Memangnya di kota tempat tinggal sekarang tidak ada perayaan Imlek, Mas?
        Haha berarti saya belum beruntung dong…

        Disukai oleh 1 orang

      • Kalau saya lagi di kampung halaman, gak ada imlek karena gak ada etnis chinese disini mas. Di Makassar ada imlek, tapi sekarang lagi gak di makassar.

        Disukai oleh 1 orang

      • Oooh demikian… :hehe.

        Disukai oleh 1 orang

  2. foto2nya bagus mas..

    yang pake gerobak jualan apa tuh ? pagi2 dah ada yg beli aja.. kalo di indonesia mungkin bubur ayam .. 😀

    Suka

  3. Wah, sepi banget ya? Kalo di Indonesia kan klenteng biasanya ada di deket pasar, karena jadi jantung aktivitas etnis Tionghoa. Di sana kawasan perdagangan modern atau….wait, di Malaysia ada pasar tradisional ga sih? Hahaha.

    Bagus klentengnya, Mas! Bisa jadi referensi kalo saya ke sana. Hehe.

    Disukai oleh 1 orang

  4. Aura china di chinatown kuala lumpur kerasa banget ya mas 😀 meskipun ramenya senja dan malam hari, tapi persiapannya udah jadi jauh sebelum-belumnya. Dan udah kerasa gitu 😀

    Pengen nabuh loncengnyaaa mas 😀

    Suka

  5. keliling pecinaan itu seru apalagi di petailing maknanya bnayk

    Disukai oleh 1 orang

  6. Wuiiiih.. Membayangkan suasana waktu sore hari pasti meriah banget.. Jam 6 pagi aja kelihatan rame gitu Petaling streetnya ya Mas.

    Suka

  7. Daerah Chinatown favorit saya di KL, banyak hostel murah meriah. Klo ke Petaling pasti beli kacang berangan dan air mata kucing 😀

    Disukai oleh 1 orang

  8. lihat foto ke 2 dan ke 3 … bagi saya koq mengingatkan pasar baru jakarta

    Disukai oleh 1 orang

  9. Petaling banyak banget hostel2 murah tapi kalo gw bilang rada2 sumpek hahaha

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: