MALAYSIA

Berjaya Ke Putrajaya

           Saya menunggu di Hotel selama 2 Jam, setelah Kak Majdi dan Kak Ellang pergi mencari kendaraan rentalan untuk dipakai ke Putra Jaya. Sudah 2 Jam….., dan mereka belum datang juga dengan mobil rentalan mereka. Saya lalu berfikir, ini jadi tidak ya ke Putra Jaya ?. padahal ini sudah jam 4 Sore, dan kami harus kembali ke Kuala Lumpur secepatnya. Sebelumnya saya masih terbaring di ranjang hotel, dan saya kembali tertidur setelah lelah menunggu. belum lama saya memejamkan mata, Kak Majdi dan Kak Ellang membuka pintu kamar dan menyuruh seluruh penghuni kamar bersiap-siap. Semua Penghuni kamar memang sudah siap-siap sebelumnya, tapi karena terlalu lama menunggu, gaya mereka rusak dengan sendirinya.

            Kak Majdi dan Kak Ellang menyewa dua mobil kecil bernama Kancil. Dan biaya rentalnya RM. 5 Per jam. Muraahh… !!. Mobil maksimal dapat memuat 4 penumpang. Sebenarnya terlalu boros menyewa 2  mobil, tapi demi kenyamanan kak Majdi menyewa Dua Mobil. Satu Mobil diisi tiga orang, saya bersama Kak Ellang dan Kak Lia, Kak Majdi bersama Mama dan Kak Dhila. Sedangkan Etta lebih memilih tinggal di hotel.

            Mobil melaju meninggalkan Kampong Nilai menuju Putra Jaya. Mobil yang dikendarai Kak Majdi memimpin di depan, maklumlah, Kak Majdi sudah tahu medan dan lokasi  Putra Jaya. Dalam Perjalanan kami Mampir mengisi bensin. Dan saya menemukan perbedaan di SPBU ini dengan yang ada di Indonesia. kalau Malaysia, yang mengisi Bensin adalah pembelinya sendiri, lalu ke Kasir yang tak jauh dari tempat pengisian bensin. Kalau di Indonesia ya, sudah ada petugas yang akan mengisi bensin dan dibayar di petugas itu. Saya tak tahu kalau apakah semua SPBU di Malaysia seperti itu ?, tapi menurut saya cara seperti itu agak ribet dan memakan waktu lama.

            Perjalanan dilanjutkan. Kami melewati daerah Sepang, daerah di Malaysia yang memiliki sirkuit yang dijadikan salah satu venue Moto GP. Belum lama ini Moto GP diadakan disini, dan sempat menjadi buah bibir karena peristiwa yang terjadi antara Rossi dan Marquez. Ya kamu tahulah apa masalahnya. Saya memerhatikan sepanjang perjalanan. Mencari dimana sirkuit itu, tapi mungkin jalur dari Nilai ke Putra Jaya tidak melewati sirkuit jadi ya sudahlah

            Sekitar 20 Menit Perjalanan, kami sampai Putra Jaya, Sebuah Kota terkonsep seluas 46 km yang ditata rapih oleh Malaysia sebagai kota yang menjadi Pusat Administrasi Kerajaan Malaysia yang baru, menggantikan Kuala Lumpur. Putra Jaya merupakan Wilayah persekutuan ketiga Malaysia setelah Kota Kuala Lumpur dan Labuan. Dengan statusnya sebagai wilayah baru, Putra Jaya tidak lagi menjadi bagian dari wilayah Selangor.

            Persinggahan pertama kami di Putra Jaya adalah Seri Gemilang Bridge. Jembatan yang berdesain klasik berwarna emas ini memang terlihat sangat mewah. Terlebih ada 4 menara yang menghiasi jembatan, dua di kanan, dua di kiri, pemandangan sungai dan sekitarnya pun tak kalah cantik, Tidak jauh dari jembatan ada sebuah bangunan yang desainnya juga terbilang unik bernama Putrajaya International Convention Centre (PICC) yang menambah keindahan tempat ini. Ini Baru tempat pertama di kota ini dan sudah seperti ini memukaunya ?, saya tidak sabar menjelajah kota ini lebih dalam.

?
Seri Gemilang Bridge
?
Seri Gemilang Bridge
?
?

?

PICC
PICC

           Untuk menghemat waktu, tanpa berlama-lama kami melanjutkan perjalanan ke tempat lainnya. Di sepanjang perjalanan saya hanya berdecak kagum memerhatikan deretan bangunan pemerintah yang memiliki arsitektur yang keren. Belum lagi jalanan di sepanjang kota ini sangat luas dan teratur, tidak pernah macet sama sekali. Pantas kak Majdi mengatakan kota ini adalah Kota Ideal bagi dia diantara semua kota di Malaysia. Memang, kalau mau dibilang Kota ini tenang, ramah lingkungan, asri, indah, teratur, bersih, dan  keren, pokoknya kriteria kota ideal semuanya ada pada kota ini.

            Selanjutnya kami mampir di Palace Of Justice, atau Istana Kehakiman. Gedung ini merupakan lembaga peradilan tertinggi di Malaysia, yang dibangun pada tahun 1957. Gedungnya megah dengan 3 Kubah di atasnya. 2 Kubah kecil, dan satu Kubah utama berukuran besar. Di depan istana Kehakiman ada Gedung Perbadanan Putra Jaya (PPJ). Gedung ini merupakan pusat pengelolaan dan administrasi yang berlangsung di wilayah Putra Jaya, keunikan gedung ini sendiri adalah lengkungan raksasa yang menjadi seperti gerbang menuju Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin.

?
Palace Of Justice dari samping
?
Palace Of Justice / Istana Kehakiman
Gedung Perbadanan Putrajaya
Gedung Perbadanan Putrajaya

Dari Istana Kehakiman, kami melanjutkan perjalanan ke Gedung besar dengan kubah berwarna Hijau yang dari jauh sudah terlihat kemegahannya. Gedung itu bernama Perdana Putra. Perdana Putra sendiri merupakan gedung Perdana Menteri Malaysia yang dibangun tahun 1997. Gedung ini bergaya tiga campuran budaya, yaitu Melayu, Islami dan Gaya Eropa, yang didesain oleh aQidea Architect dan ide dari Tun Dr. Mahathir Muhammad, perdana menteri Malaysia yang keempat.

20151109_171907_Richtone(HDR)
Perdana Putra

            Tak Jauh dari Perdana Putra, ada Masjid Putra. Masjid berwarna merah muda yang terletak di Pinggir danau Buatan. Masjid Putra merupakan salah satu dari dua Masjid megah yang dibangun di Putra Jaya. Masjid ini dibangun pada tahun 1997, diarsiteki oleh Y. Bhg. Dato’ Dr. Nik Mohammad bin Mahmud  dengan memadukan arsitektur timur tengah dan Melayu.

Masjid Putra
Masjid Putra

            Selanjutnya, kami menuju Masjid Besi, yang menjadi destinasi terakhir kami di Putra Jaya, kami mampir sebentar untuk sholat Ashar. Diantara semua Bangunan di Kota ini, Masjid Besi atau yang memiliki nama lengkap Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin ini merupakan satu-satunya yang kami masuki. Selengkapnya tentang Masjid ini baca disini (segera)

Masjid Besi (sumber)
Masjid Besi (sumber)

            Setelah Berjaya (berhasil) berkunjung dan melihat gedung-gedung keren di Putra Jaya, kami kembali ke Kampong Nilai, Negeri Sembilan.

Iklan

15 comments on “Berjaya Ke Putrajaya

  1. dlu keliling kl malah naik mrt ama jalan fauzi

    Suka

  2. Apa sekeren KL bang?

    Suka

    • Kerennya beda sih… , kalau di Putrajaya gedungx keren2 dan gak serame kuala lumpur. Tapi KL lebih hidup… karena KL selain ibukota, juga pusat ekonomi…

      Suka

  3. Wah, selamat sudah menyaksikan kemegahan Putrajaya, bro! Sebagai pemuja arsitektur, gue juga udah planning ke sana pas jalan-jalan ke KL tahun 2014 lalu. Gue kira begitu keluar dari stasiun Cyberjaya langsung ketemu gedung-gedung itu, ternyata enggaaakkk hahaha. Harus naik bus lagi, dan bus-busnya pun tampak sepi. Akhirnya langsung bablas ke KLIA 😀

    Gak sampai malem di sana? Seru juga tuh di danau malem-malem 🙂

    Suka

    • Hahah gak sampai malam kok.. karena waktu itu juga buru-buru , karena malamanya udah mau ke Singapura. Padahal suasana malamnya keren banget apalagi suasana di danau buatannya itu.

      Suka

  4. pengen kesini kaka… btw, pajo’ka artinya apa ?

    Suka

  5. Belom kesampaian ke sini. Maulah kalo ke KL lagi mampir ke sini. 🙂

    Suka

  6. putrajaya memang keren .. bener bener well plan well organized … ckckck

    Disukai oleh 1 orang

  7. Masjid Besi salah satu masjid yang aku suka di Malaysia…lagi-lagi aku bernikah di situ 😀

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: