MALAYSIA

Tempat Belanja-Belanji di Kuala Lumpur

      Berada di Twin Towers membuat kami lupa waktu karena asik berfoto. Itu baru berfoto, belum belanja-belanjinya. Kalau soal belanja, mungkin saya tak begitu jago ya.., karena dari segi finansial saya tak termasuk orang-orang berdompet tebal. Mama dan Kak Lia mungkin jagonya. Secara mereka perempuan, dan mereka sangat mapan !!, kalau sudah belanja, tidak ada capeknya. Kalau urusan Tempat belanja, Suria KLCC tidak menjadi pilihan kami meski kami sudah ada disana pada saat itu. Pilihan kami jatuh pada Central Market. Dari Twin Towers ke Central Market menggunakan GO-KL tidak ada jalur langsungnya. Kami harus kembali ke Bukit Bintang dulu, atau ke Bus Station yang dilalui Bus Purple Line.

Kami kembali ke Bukit Bintang, dan menunggu Bus Purple Line. Iya, kalau mau ke Central Market dengan Bus Gratis, maka gunakan Bus GO-KL dengan kode Purple Line. Tak lama kemudian Bus yang kami tunggu akhirnya tiba. Kami naik dan mengambil tempat duduk. Dengan Bus Purple Line, kami melewati beberapa tempat menarik lainnya sebelum sampai di Central Market, yaitu Petaling Street dan Sri Maha Mariamman Temple. dan beberapa saat kemudian akhirnya kami sampai di perhentian terakhir yaitu Central Market.

Kami turun dari Bus dan berjalan beberapa meter. Jarak halte bus dari Central Market, tidak jauh tapi tidak dekat-dekat juga. kami tiba di Pelataran Central Market. Pasar yang berdesain klasik dengan warna biru muda bercampur putih di depannya. Di Pintu utama tertulis Pasar Seni. Kami masuk dan takjub melihat barang-barang yang dijual di dalamnya, selain itu suasananya nyaman dan bersih. Tidak salah kalau pasar ini dinamai Pasar Seni. di bagian dalam pasar terdapat beberapa lorong yang diberi nama sesuai dengan nama-nama etnis yang ada di Malaysia seperti  Lorong Melayu, Little India, dan Straits Chinese. Di setiap lorong dijual aneka souvenir khas Etnis masing-masing, seperti kain sari khas India yang dijual di lorong Little India.

DSC01092

Bagian Luar Pasar Seni
Bagian Luar Pasar Seni
Little India
Little India
Lorong Melayu
Lorong Melayu
Chinese Straits
Chinese Straits

Pasar yang dibangun tahun 1888 ini dikenal dengan nama Pasar Seni, karena barang-barang yang dijajahkan bisa dibilang bernilai seni.  Pasar ini merupakan surganya Pernak-pernik murah khas Malaysia. Aneka Souvenir dijual di Pasar ini, Mau Beli apa ?, Gantungan Kunci ? Postcard ? Baju Bertuliskan I love Kuala Lumpur ?  Miniatur Twin Towers ? disini dijual Murah. Selain itu, di lantai dua, terdapat banyak pedagang Makanan berat dan ringan khas Malaysia.

Mama memilih singgah di kios yang menjual gantungan kunci dan berbagai Miniatur Twin Towers dan KL Tower. Membeli beberapa sebagai buah tangan untuk keluarga. Sebelumnya kami membeli 3 Set Gantungan kunci di Bukit Bintang dengan Harga RM 30 atau dengan harga satu set RM.10, dan sebelumnya kami telah menawar kepada si penjual untuk 3 set itu seharga RM 20. Tapi si Penjual ogah menurunkan harga. Di Central Market kami menemukan Gantungan Kunci yang sama, dengan harga yang lebih murah. Bahkan membeli 3 Set bisa dapat RM 20 Saja, Huuh Betapa menyesalnya kami saat itu. Begitu pula dengan Harga Miniatur Twin Towers, namun selisihnya masih beda tipis dengan yang ada di Bukit Bintang.

Coklat
Coklat
Baju Kaos
Baju Kaos
Aneka Souvenir
Aneka Souvenir
Coklat
Coklat

Dari Kios pedagang Miniatur, kami beralih ke pedagang Coklat yang terlihat seperti orang India. Kiosnya Tak Jauh dari kios yang yang sebelumnya. Sebelum membeli, kami diberikan beberapa coklat sebagai percobaan. Ternyata strategi tersebut mampu menghipnotis kami untuk membeli beberapa coklat dagangan mereka. Coklat yang mereka jual sangat enak, dan berbeda dengan coklat biasanya. Kami membeli beberapa, Kak Lia justru memborong Coklatnya.

Keasikan berbelanja, membuat sebagian dari anggota trip berpencar. Kak Lia, Mama dan Kak Ellang yang paling antusias berbelanja sibuk dengan barang incaran masing-masing. sedangkan saya sudah cukup lelah siang itu, saya memilih beristirahat saja. Bukan karena saya tidak berminat untuk berbelanja seperti yang lain, tapi saya memilih berbelanja di hari terakhir saja, toh Central Market bisa dijangkau dengan Bus Gratis.

Seperti yang saya bilang, Mama, Kak Ellang dan Kak Lia adalah yang paling antusias berbelanja.  Dan saking antusiasnya mereka lupa waktu seakan tak ada capeknya berbelanja. Saya yang menunggu dibuat gelisah jadinya. Terkadang ketika Mama sudah datang, yang lainnya masih sibuk. Lalu ketika Kak Ellang datang, Mama tiba-tiba sudah tidak ada di tempat, Ahh…betul-betul.  Dan Ketika mereka sudah berkumpul semua, barang belanjaan mereka banyaknya bukan main, dan ujung-ujungnya saya juga yang membawa semuanya. Nasib…Nasib. *anak berbakti*

Setelah semuanya telah puas berbelanja, kami yang awalnya berencana ke Dataran Merdeka batal karena keadaan yang tidak memungkinkan. jadi, Kami kembali ke hotel.

Persis disamping Central Market, sebuah lorong yang tak kalah ramainya juga menjadi pusat souvenir dan jajanan khas Malaysia. Lorong ini bernama Kasturi Walk. Area ini juga terbilang unik karena deretan Gapura berbentuk Unik, saya kurang tahu bentuk apa, Berdiri berjejer di sepanjang jalan ini menjadi atap bagi para pengunjung. Seperti Central Market, disini dijual aneka souvenir seperti Gantungan Kunci, Pin, Miniatur, Baju, Cemilan dan Banyak lagi. Jalan Kasturi Walk ini kami Lewati saat kami akan menuju Dataran Merdeka di sore harinya.

Kasturi Walk
Kasturi Walk

20151107_165503

Tidak jauh dari dua tempat belanja murah ini, ada Petaling Street yang juga dikenal sebagai China Town. Petaling Street atau Jalan Petaling merupakan Pusat Jualan Etnis China di Kuala Lumpur. Kita bisa mendapatkan berbagai jenis barang khas etnis China seperti Souvenir dengan harga yang cukup murah dengan syarat harus pintar menawar. Selain itu, Petaling Street ini juga sangat cocok untuk mencari barang-barang bermerk yang Palsu atau mencari Chinese Food. (selengkapnya tentang Petaling Street : Segera !!)

Petaling Street
Petaling Street

Selanjutnya ada Pasar India yang menjadi tempat Belanja Mama dan Kak Lia. Sama seperti Petaling Street yang menjadi Kawasan Belanja khas Etnis Chinese, Pasar India atau Little India yang menjadi base bagi etnis India. Di Pasar ini banyak dijual pernak-pernik khas India seperti Kalung, Cincin, gelang kaki, barang-barang tekstil seperti kain sari, jilbab, sarung, dan banyak lagi.

Letak Pasar India juga tidak terlalu jauh dari Dataran Merdeka dan Masjid Jamek. Central Market, Kasturi Walk, Petaling Street bisa dijangkau sekali Jalan, Jadi dari Bukit Bintang cukup menggunakan Bus GO-KL Purple Line menuju Central Market, lalu berjalan menuju Dataran Merdeka. Little India merupakan jalan kecil yang dekat dengan Jalan Tuanku Abdul Rahman dan Bangunan Tua City Theatre  (Panggung Bandaraya) yang merupakan salah satu Bangunan Tua di Dataran Merdeka.

Pasar India (source)
Pasar India (source)

Kawasan Belanja – Belanji selanjutnya ada Bukit Bintang yang merupakan kawasan Golden Triangle Kuala Lumpur. Ada banyak Mall seperti Sungai Wang Plaza, Berjaya Times Square dan Fahreinheit. Bukan Cuma Mall yang ada, ada juga kawasan ruko yang menjual aneka souvenir khas Malaysia, tapi masih lebih murah di Central Market.

Itu dia tempat Belanja-belanji di Kuala Lumpur yang saya tahu, dari semuanya, saya paling suka belanja di Central Market. Tapia da baiknya semuanya dikunjungi, meski tak berbelanja.

Iklan

22 comments on “Tempat Belanja-Belanji di Kuala Lumpur

  1. Pantas kalau setiap ada penerbangan ke Jakarta (atau mungkin Indonesia pada umumnya), bawaan penumpang (yang menurut saya notabene adalah turis) selalu penuh… karena memang wisata belanja di KL diperhatikan betul dan jadi salah satu andalan, belum lagi, menurut beberapa pihak, tabiat wisatawan Indonesia yang (meski kadang suka koar-koar tak berada dan tak begitu punya) belanjanya mak nyuss gas pol banget… jadi Indonesia memang merupakan pasar yang menggoda sekali sebagai target pembelanja… *okesip*.

    Tempat belanja di sana bersih-bersih, ya. Saya selalu terpukau menyaksikan kebersihan dan kerapian di luar negeri–coba bandingkan dengan tempat belanja di Indonesia, meskipun di sini tempat belanjanya bergelar “yang terbesar di Asia Tenggara”. Hm, banyak yang mesti dibenahi…

    Disukai oleh 1 orang

    • Saya sendiri heran sama orang Indonesia yang suka koar-koar tak berada dan tak begitu punya kalau keluar negeri belanjanya gaspol… hahah… , waktu ke Arab Saudi kemarin juga gitu, banyak jama’ah yang awalnya hanya bawa 1 koper, pas pulangnya kopernya beranak pinak jadi 3 .. ckckck.
      Wisata Belanja di KL emang bagus banget, selain murah meriah, tempat-tempat disana juga sangat nyaman. Kalau mau saya bandingin sama Singapura yang katanya juga surga belanja, jujur sih saya lebih suka KL, karena semua alasan itu. 😄😄

      Disukai oleh 1 orang

  2. dibanding belanja, aku lebih suka jajan di petaling street, banyak buah-buahan segar yang enak, trus deket situ ada orang Indonesia yang jualan sate….lumayan lah 😀

    Suka

  3. Takjub sama rapih dan bersihnya dan yap nyeni!
    Jadi di psar seni sono gada pedagang asongan yg nawarin kresek / rokok gitu ya? pada tertib punya lapak masing2 ya?

    Suka

  4. itu surga belanja semua yg dituliiiissss.. *kekepin dompet*

    Suka

  5. Beberapa kali ke KL belum pernah sekalipun masuk central market huhuhuhu

    Suka

  6. Alhamdulillah tak suka belanja, lebih demen kulineran aja hehehe

    Suka

  7. Pengin belanjaaaaa
    Jaraknya deket dari Indonesia dan cuaca mirip2 ya kan

    Suka

  8. Ping-balik: Chinatown : Petaling Street dan Guan Di Temple | Bukan Pajokka

  9. Ping-balik: Kaleidoskop 2016 dan Resolusi 2017 – Bukan Pajokka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: