MALAYSIA

Bertemu dengan Si Kembar

         Pagi merangkap ke pukul 05.30, dan langit Kuala Lumpur masih menggelayut manja di dekapan gelap . Setelah sholat shubuh, saya jalan-jalan pagi di sekitar hotel. Awalnya saya berniat nekad jalan kaki dari hotel ke Menara Kembar, tapi sepanjang jalan masih sepi layaknya kota Mati. dan akhirnya saya mengurungkan niat untuk jalan kaki kesana karena Takut. Saya memutuskan kembali ke Hotel, menunggu Matahari menampakkan dirinya.

 Pukul 06.00, Matahari tak juga menampakkan batang hidungnya. Ayolah Pagi, aku ingin segera bertemu…, Aku ingin melepas rindu yang telah lama tersimpan di sanubari yang terdalam, Tsahh. Mungkin seperti itu gumam saya waktu itu. Menjelang pukul tujuh, barulah ada titik terang dari langit. Kak Majdi dan Kak Ellang ingin jalan-jalan pagi di sekitar hotel dan saya ikut. Tak lama kemudian Abbas ikut bergabung. Abbas adalah Receptionist hotel tempat kami menginap, dia bukan penduduk asli, dia berasal dari Pakistan. Itu terlihat jelas dari wajahnya yang mirip artis-artis bollywoood.

Kami berjalan bersama, dan berpisah di seberang jalan, dia menuju kampung arab. Sebelum berpisah, dia memberi tahu kepada kami kalau di halte depan ada bus gratis yang bisa kami tumpangi kalau kami ingin ke Twin Towers dan tempat wisata lainnya. Warnanya pink, katanya sebelum berlalu. Kami menuju 7-Eleven, membeli 1 Galon air minum dan beberapa snack. Di depan Minimarket itu terdapat seorang pedagang kaki lima yang menjajakan aneka gorengan dan kue-kue-an yang mirip dengan yang ada Indonesia, dan setelah ditanya-tanya, ternyata pedagang itu memang berasal dari Indonesia, Wajar memang, karena letaknya yang berdekatan dengan Indonesia, Malaysia menjadi salah satu tujuan utama orang Indonesia mengadu Nasib, mungkin karena Lapangan Kerja di Indonesia yang semakin hari semakin sedikit, atau karena Negeri Tetangga lebih menjanjikan kesejahteraan. Atau Mungkin karena dua-duanya.

7-Eleven
7-Eleven
Jajan Kue-kuean di Depan Mini Market
Jajan Kue-kuean di Depan Mini Market

Langit sudah terang seutuhnya. Alhamdulillah, saat kami di Kuala Lumpur, Kabut Asap kiriman INDONESIA sudah pergi, hilang entah kemana. dari jauh kami lalu melihat bagian puncak Twin Towers dengan jelas, mencakar Langit Malaysia. Kak Ellang mengusulkan kesana berjalan kaki, jaraknya 1,7 Km. Kak Majdy mengiyakan dengan usulan kalau lebih baik kami kembali ke hotel dulu untuk sarapan. Kami kembali ke Hotel, sarapan dan Mandi, dan pada akhirnya niatan untuk ke Twin Towers berjalan kaki  batal.

Sarapan selesai, semua anggota trip kali ini juga telah siap-siap dengan gaya mereka yang cakep-cakep. Pagi ini Tujuan pertama kami adalah  ke Twin Towers, tapi tidak berjalan kaki. Kami mencoba usulan Abbas menaiki bus Gratis. Jadi, kami bertujuh menuju halte depan minimarket yang kami datangi tadi. Di halte ada semacam peta rute Bus Gratis ini. Ada empat rute yang ditandai dengan 4 warna berbeda, ada  Merah, Biru, Ungu dan Hijau. Kami Melihat posisi Bukit Bintang, dan ternyata hanya ada 2 Warna yang melaluinya, yaitu Hijau dan Ungu. Lalu kami mencari posisi Twin Towers. Twin Towers dari Bukit Bintang dihubungkan oleh Rute yang berwarna Hijau, itu artinya Bus Pink dengan Kode atau Tulisan yang ada hubungannya dengan Hijau

Bus GO-KL
Bus GO-KL

Tak Lama kemudian, Beberapa armada Bus berwarna Pink dengan tulisan GO-KL datang dan berhenti di halte. Saya mencari dimana kode yang membedakan mereka, dan ternyata kode tersebut ada di Kaca depan bagian atasnya. Ada Tulisan Elektrik “Green Line” di beberapa armada, dan “Purple Line” di armada lain.. Berarti  bus yang harus kami tumpangi kalau mau ke Twin Towers adalah yang bertuliskan “Green Line” . Jadi, Tanpa berlama-lama, melihat banyak calon penumpang yang juga ingin naik ke Bus, kami bertujuh buru-buru naik ke Bus dan mengambil tempat duduk.

Selama Perjalanan, saya tak henti-hentinya memerhatikan tempat-tempat yang dilalui bus, gedung-gedung pencakar langit, toko-toko dan banyak lagi. Saya benar-benar berada di Kuala Lumpur sekarang, dan lagi. saya lalu mengingat kenangan setahun lalu. Saya pernah kesini, namun hanya sekejap. Di Perhentian sebelum KLCC, Tampak Menara Kembar dengan jelas semakin dekat. Tak Lama kemudian kami sampai di KLCC, lokasi Twin Towers berada. Semua penumpang yang tujuannya ke KLCC turun dari Bus. Saya turun dan melihat ke Puncak gedung, memastikan kalau kami benar-benar berada di tempat yang benar.

Menara Kembar dari kejauhan
Menara Kembar dari kejauhan

Petronas Twin Towers merupakan Menara yang berfungsi sebagai Perkantoran, Pusat Perbelanjaan dan Tempat Wisata. Bangunan ini terdiri dari dua Menara, yang bentuk dan tingginya sama, sehingga dikenal dengan Menara Kembar. Kedua Menara yang terdiri dari 88 Lantai itu dihubungkan oleh jembatan di lantai 41. Menara ini Diarsiteki oleh Cesar Pelli, dan pernah memegang predikat sebagai Gedung TERTINGGI di dunia selama 5 atau 6 Tahun, yakni Tahun 1998 sampai 2004. Di 2004 itulah, Taipei 101 mengalahkan rekornya. Tinggi Menara Kembar Petronas ini 452 m.

Jika ada dari kalian yang sudah membaca semua post di Blog ini, maka kalian pasti tahu cerita Satu Malam di Kuala Lumpur. Cerita itu terjadi setahun yang lalu

Maret 2014, Saya berkunjung ke Kuala Lumpur, itu merupakan pengalaman saya yang pertama ke Luar Negeri, itu-pun hanya transit dari tujuan saya yang sebenarnya. Meski hanya transit, saya diberi kesempatan bermalam satu malam di Kuala Lumpur, dan sebelum ke Bandara saya sempat dibawa berkeliling kota dan melihat  Menara Kembar dari dalam mobil. Ya hanya dari dalam Mobil saja. Padahal sebelumnya, saya dijanjikan untuk singgah sebentar untuk sekadar mengambil foto. Bayangkan, dari pertemuan singkat dengan si Kembar, ada rasa kecewa dan rasa senang yang bercampur aduk. Senang karena bisa bertemu, Kecewa karena pertemuan kami sangat singkat bahkan kami tak sempat bertegur sapa, hanya melihat dan berlalu begitu saja, Ahh.

Pertemuan singkat, menyisakan rindu yang menahun… !!

Tekad untuk bertemu ternyata begitu kuat, dan kami benar-benar bisa bertemu hari ini, Akhirnya saya bisa bertemu lebih lama dengan si Kembar. Genggam Mimpimu maka Semesta Pasti mendukungmu !!

Saya dan Keluarga menuju halaman Menara Kembar Petronas. Saya memandang Menara ini lamat-lamat, mulai dari lantai dasar sampai puncak Menara. Ikon Malaysia ini kini tepat berada di depan saya. Berdiri gagah mencakar langit Malaysia.

Twin Towers dari Halaman Belakang, Gelap
Twin Towers dari Halaman Belakang, Gelap

Hal yang pertama ingin kami lakukan adalah ber-gifo ria. Di tengah keasyikan kami, beberapa pedagang mendatangi saya. Mereka menawarkan Tongkat Narsis seharga RM. 15 pada saya. Awalnya saya tidak berminat untuk membeli Tongsis mereka, tapi setelah mereka mereka memperlihatkan cara kerja Tongsisnya saya langsung tertarik, dan akhirnya Acara Selfie dan groufie dengan latar belakang Menara cantik ini sedikit semarak karena adanya Tongkat Narsis ini. Sayangnya, saat kami berfoto hasilnya selalu gelap. Kami lalu berpindah di sisi lain Twin Towers,  yaitu halaman depannya. Dan sempurna, Kualitas Gambarnya lebih dari yang kami harapkan. Tak lama kemudian, Kolam seluas danau di depan Menara Kembar menampilkan atraksi air mancur dengan berbagai gaya. Menambah semaraknya acara foto-foto kami pagi itu.

Twin Towers dari Halaman Depan, Keren
Twin Towers dari Halaman Depan, Keren
Keluarga Utsmany bersama Si Kembar
Keluarga Utsmany bersama Si Kembar
20151107_215743
Saya dan Si Kembar

Saat Hari mulai sedikit panas, kami memutuskan masuk ke lantai dasar Twin Towers. Lantai dasarnya berupa Pusat Perbelanjaan bernama Suria KLCC, salah satu Pusat Perbelanjaan terbesar di Malaysia. Tidak ada yang istimewa di dalamnya, karena suasananya seperti pusat perbelanjaan pada umumnya. Setelah Melihat-lihat bagian dalamnya, kami memutuskan berkunjung ke tempat selanjutnya.

DSC01084
Atrium Suria KLCC
DSC01085
Atap

DSC01087

DSC01088

Rindu itu kini hilang tak berbekas

Iklan

27 comments on “Bertemu dengan Si Kembar

  1. Itu orang yg depan 7 11 mati?

    Suka

  2. Beruntung yaach saat kamu datang asapnya sudah hilang. Bisa ngelihat langitnya ceraj dan keren gini yach?

    Suka

  3. udah cerah ya disana fauzi

    Suka

  4. Mantab!

    betewe, kayaknya ada yg salah sama ketinggian menaranya. Masak sampe 4km, gunung merapi aja kalah dong 😀

    Suka

  5. Aku kalo ke Petronas suka nongkrong di taman Suria-nya. Adem dan bisa main air hahaha.

    Suka

  6. Perasaan bahagia pas pertama kali singgah di suatu tempat yang sejauh ini cuma bisa kita ketahui via media itu memang sangat membuncah ya Mas :hehe. Selamat bisa menyambangi KLCC, kemarin saya juga sempat transit di KL tapi tak singgah kemari :haha, hanya menatapnya dari jauh via jendela KLIA Express :hehe. Tulisannya keren, saya jadi seperti bisa menyelam ke perasaan yang sangat membahagiakan itu :)). Keep writing!

    Suka

  7. Itu busnya nama sebenernya bus gokil yak? Hahaa

    Suka

  8. Kirain itu yang kembar siapa gitu…. 😀

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: