SAUDI ARABIA

Beribadah di Masjidil Haram

        Saya dan rombongan jama’ah umrah Mubina Tour istirahat sejenak setelah sampai dari perjalanan panjang dari Madinah ke Mekkah , lalu sholat Magrib dijamak dengan Isya’, Makan malam untuk mengisi tenaga, dan kami bergegas ke Masjidil Haram. Yeyyy, impianku melihat Ka’bah semakin dekat. Jarak Hotel dari Masjidil Haram cukup jauh, sehingga baru perjalanan menuju Masjid saja saya sudah lumayan lelah, maklum, rasa lelah ini juga masih pengaruh perjalanan 5 jam tadi. Di Sekitar Masjid, saya melihat banyak reruntuhan hotel, Menurut penjelasan, Hotel tersebut dihancurkan untuk perluasan Masjidil Haram. Yang tersisa adalah hotel-hotel Bintang 5 saja. Sayang sekali, gedung-gedung tinggi itu dihancurkan begitu saja.

       6-7 Menit Berjalan kaki, kami sampai di Masjidil Haram, Ma Syaa Allah, dari luar saja saya sudah sangat takjub melihat kemegahan Masjid impian seluruh umat Muslim ini. Meskin sudah pukul 23.00, Masjid ini masih ramai dan selalu ramai di setiap saat. Jam segini saja, masuk ke dalam Masjid ini masih berdesak desakan. Saat ini Masjidil Haram masih dalam tahap perluasan, masih banyak alat-alat konstruksi / Crane menghiasi Masjid, sehingga kurang elok lah dipandang.

       Kami Masuk ke dalam Masjid, menyimpan sandal di penyimpanan, dan memulai pelaksanaan Ibadah Umroh. Yah sebelumnya kami telah melakukan miqat di Masjid Dzulhulaifah, dan berniat. Kami Menuju Ka’bah, Bangunan berbentuk segi empat yang ditutupi kain berwarna Hitam yang disebut Qiswah. Once Again, Saya mengucapkan Ma Syaa Allah. Alhamdulillah Ya Allah, engkau membawa kami semua kesini. Saya bergumam. Tak henti-henti bersyukur meski itu belum bisa mengungkapkan bagaimana rasanya berada disini.

DSC09970
Ka’bah

       Saya dan Jama’ah dipimpin oleh Pemimbing Jama’ah yang ditugaskan oleh pihak travel memulai Ibadah Umroh. Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 Kali, kegiatan ini disebut Thawaf. Hitungan pertama dimulai di sebuah titik yang ditandai dengan sebuah lentera berwarna Hijau. Setiap putaran memiliki bacaan doa tersendiri. Namun setiap bacaan tertentu selesai, Kami selalu mengucapkan Labbaik Allaahumma Labbaik, Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik, Innal Hamda wan Ni’mata Laka Wal Mulk, La Syariika Laka.

     Usai mengelilingi Ka’bah, kami sholat sunnah Thawaf terlebih dahulu, lalu berdoa lagi. Setelah itu, kami menuju lantai atas, untuk melanjutkan rangkaian ibadah kami. Kami sampai di ruangan besar, Ruangan ini digunakan untuk melaksanakan Sa’i. Sa’I adalah berlari lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali juga. Hitungan Dimulai dari Bukit Shafa, lalu Ke Marwah. Bagi yang tidak mampu berjalan, bisa menyewa Kursi Roda. Di sepanjang Jalan di Bukit Shafa dan Marwah, terdapat Keran air Zam-zam, yang bisa diminum ketika lelah mendera. Bukit shafa dan Marwah sendiri memiliki sejarah dimana sitti Hajar, berlari diantara

     Setelah menyelesaikan 7 kali perjalanan, dilakukan tahallul dengan memotong minimal beberapa helai rambut. Alhamdulillah, rangkaian ibadah Umroh selesai. Kami kembali ke Hotel untuk istirahat, saat itu pukul 03.00 dinihari.

BERSAMBUNG

Iklan

2 comments on “Beribadah di Masjidil Haram

  1. Ya Allah kangen banget sama tempat ini. Pertama kali liat, aku langsung nangis. Sedih 😦 biasa liat di internet, biasa cuma ada di pikiran, biasa cuma sekilas liat di tv, terus bisa liat langsung dan solat disitu. Mewek abis2an deh bahahaha 😛

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: