SAUDI ARABIA

Jabal Uhud, Saksi bisu perang Uhud

        Dalam sejarah Islam, dikenal sebuah peperangan yang disebut perang Uhud. Mengapa disebut perang Uhud ??, karena lokasi Perang tersebut berada di sekitar sebuah gunung yang dikenal dengan nama “Jabal Uhud” atau Gunung Uhud. Gunung batu berwarna kemerahan, dan tidak begitu tinggi. Gunung ini terletak sekitar 5 Km di sebelah utara Madinah, dan menjadi destinasi wajib dikunjungi bagi para jama’ah atau wisatawan yang berada di Madinah. Jabal Uhud selalu dilewati oleh jama’ah yang keluar masuk kota Madinah, maupun yang menuju Kota Mekkah karena letaknya di Pinggir jalan raya. Jabal Uhud berbeda dengan kebanyakan Gunung-gunung yang ada di Kota Madinah yang sambung menyambung. Gunung dengan tinggi 1.050 meter ini seperti sekelompok Gunung yang tidak bersambungan dengan gunung lain. mereka menyendiri, dan sebab itulah mereka disebut Jabal Uhud atau Gunung yang menyendiri.

Jabal Uhud
Jabal Uhud

     IMG_3838

             Hari sudah begitu panas saat saya dan jama’ah umroh mubina tour sampai di Gunung bersejarah itu. Selain karena hari sudah hampir memasuki waktu dzhuhur, di sekitar gunung sangat tandus karena tidak ada pohon yang tumbuh untuk memberikan keteduhan dan perlindungan dari sinar matahari yang kejam. Meski sangat panas Perasaan saya sangat senang bisa berkunjung ke Gunung ini. Mengapa ? Seperti yang sudah saya tulis di awal, Gunung ini juga punya kisah sendiri dalam sejarah Islam karena menjadi saksi peperangan antara Kaum Muslimin yang dipimpin oleh Nabi Muhammad SAW. dan Kafir yang dipimpin Khalid Bin Walid. Perang itu diberi Nama Perang Uhud.

     Perang Uhud terjadi karena keinginan balas dendam kaum kafir quraisy dari kekalahan mereka di perang sebelumnya, Perang Badar. Mereka berencana menyerang umat muslim yang ada di Madinah. Namun, rencana mereka ternyata telah diketahui oleh Nabi Muhammad SAW. Menghadapi rencana tersebut, Nabi memerintahkan pasukan untuk menyambut pasukan kaum kafir di luar kota. Sekitar 50 Pasukan Pemanah yang dipimpin langsung oleh Nabi dan mengambil posisi di atas sebuah bukit di dekat Jabal Uhud. Mereka berjaga-jaga di atas, dan melakukan serangan apabila kaum kafir menyerbu, terutama pasukan berkudanya. Sedangkan Pasukan lainnya menunggu di celah bukit.

     Jumlah pasukan Muslimin pada saat perang tersebut hanya berjumlah 700 orang, sedangkan pasukan kafir Quraisy berjumlah 3.000 orang. Meski jumlahnya sedikit, Pasukan Kaum Muslimin hampir memperoleh kemenangan pada perang tersebut. Kekalahan Kaum muslimin terjadi karena pasukan pemanah yang bertugas berjaga-jaga di atas bukit ,meninggalkan pos karena tergiur dengan barang-barang yang ditinggalkan kaum kafir yang melarikan diri. Padahal sebelunya Nabi telah menginstruksikan agar tidak meninggalkan bukit apapun yang terjadi.

     Kekosongan Pos di Bukit itu dimanfaatkan oleh sang pengatur strategi dari Kaum Kafir Qurays, Khalid Bin Walid untuk menyerang balik. Akibatnya, Pasukan Kaum Muslimin Kelabakan, dan akhirnya mengalami kekalahan. Setidaknya, sebanyak 70 orang sahabat gugur sebagai syuhada’, termasuk paman Rasulullah yaitu Hamzah bin Abdul Mutthalib. . Rasulullah sendiri mengalami luka-luka yang cukup parah. Bahkan, sahabat-sahabatnya yang menjadi perisai pelindung gugur dengan anak panah yang tertancap di tubuhnya. Setelah perang, Rasulullah memerintahkan agar para sahabatnya yang gugur dimakamkan di tempat mereka gugur.

Bukit tempat pasukan pemanah berjaga-jaga
Bukit tempat pasukan pemanah berjaga-jaga

       Kini, Komplek pemakaman para syuhada itu terlihat sangat sederhana, dilindungi pagar setinggi 1,75 meter . Dari luar hanya ada jeruji, sehingga jama’ah bisa melihat ke dalam. Namun tidak ada tanda-tanda khusus di pemakaman itu. Tidak ada Batu Nisan atau semacamnya yang bisa menandakan ada pemakaman disana.

Bukti Real telah berkunjung ke Jabal Uhud
Bukti Real telah berkunjung ke Jabal Uhud

       Itulah sejarah besar di balik gunung, yang merupakan salah satu gunung yang ada di surga kelak. Saksi Sejarah yang dulunya hanya saya tahu dari pelajaran sejarah di bangku madrasah. Kini saya bisa melihatnya secara langsung dengan mata kepala saya sendiri. Keberadaan saya di Jabal Uhud tidak berlangsung lama, selain karena Cuaca yang cukup panas, Waktu dzhuhur sebentar lagi akan masuk, sholat dzhuhur di Masjid Nabawi tidak boleh dilewatkan karena pahala yang dijanjikan oleh Allah yang berlimpah. Wallahu A’lam Bish Shawaab

Iklan

5 comments on “Jabal Uhud, Saksi bisu perang Uhud

  1. Ping-balik: The Amazing Madina | Travelucky

  2. well written!
    wah masih jadi mimpi terbesar ziarah ke sana nih *usapkeringet

    Suka

  3. Keren mas, jadi lebih tahu tentang sejarah perang uhud..
    btw, berdasarkan cerita diatas makam makam disana beda banget ya mas kondisinya sama di indonesia, disini makam sampe dibikinin mirip kayak rumah, mungkin karena bawaan tradisi kali ya hihihi 😀

    salam kenal mas 🙂

    Suka

    • Kalau disana emang mereka tau hukumnya. Kalau di Indonesia, selain karena bawaan tradisi, kebayakan emang gak tahu hukumnya membuat makam seperti rumah… heheh.
      Salam kenal juga mas, terima kasih sudah berkunjung

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: