SULAWESI SELATAN - INDONESIA

Eksplor Barru : Masjid Agung Nurul Iman

         Momen 17 Agustus, Setiap orang punya cara untuk ikut serta merayakannya. Ada yang ikut Upacara 17an, ada yang ikut macam-macam perlombaan, dan  bagi para Backpacker dan Traveller, lain lagi caranya. Ada yang mendaki gunung melewati lembah, ada yang ngetrip ke pulau-pulau kecil, ada yang ke museum atau ke makam-makam pahlawan dan macam-macamlah pokoknya.

        Kalau saya, milih pulang kampung. Saya memilih menikmati nyamannya berada di sebuah daerah yang saya sebut rumah, Daerah itu bernama Kabupaten Barru. Salah satu Kabupaten yang terletak  di provinsi Sulawesi selatan. Berbatasan dengan Kabupaten Pangkep di bagian selatan, Soppeng dan Bone di Timur, Kota Pare-Pare di Bagian Utara, dan selat makassar di Bagian barat.  Kabupaten Barru berada di Jalan poros Makassar – Pare-Pare, dan jalan lintas trans Sulawesi. dari Kota Makassar, Jarak ke Barru sekitar 120 Km, bisa ditempuh sekitar 2-3 jam. Tidak terlalu jauh.

       Rumah saya terletak di Kecamatan Soppeng Riaja, tapi saya tidak akan menceritakan tentang isi dan bentuk rumah saya, apalagi menampilkan foto rumah saya beserta isinya (nanti malah rame-rame datang ke rumah) . Yang ingin saya ceritakan adalah tempat-tempat yang bisa dikunjungi, yang bisa jadi menarik bagi kamu yang ingin mencari tempat-tempat baru untuk dikunjungi.  Saya memilih  mulai dari Kota, karena saya pecinta kota.

       Kota Barru terletak di Kecamatan Barru. Dari rumah saya, Kota Barru bisa ditempuh dengan kendaraan umum yang biasa disebut Pete’-Pete’, Umumnya disebut Angkot. Pete’-pete’ sendiri sebenarnya adalah bentuk penyebutan versi bugis dari kata PT, yang merupakan singkatan dari Public Transportation. Singkatannya Bahasa Inggris, tapi kini terdengar seperti Bahasa bugis. Saya Cukup membayar Rp. 5.000, saya sampai di Ibukota Kabupaten Barru ini.

        Jangan bayangkan Kota Barru seperti kota di Indonesia pada umumnya, yang besar, ramai, penuh polusi, dan kemacetan. Kota Barru sepi, kecil, Hijau, rindang, dan bersih. Salah satu kota yang bisa dibilang nyaman bagi pendatang, selain karena aman, penduduknya pun ramah-ramah (seperti saya ini J).

      15 Menit perjalanan dari rumah, Saya tiba di Kota Barru.  Mobil yang saya tumpangi berhenti di depan sebuah swalayan yang menjadi primadona di Kota Barru,  saya turun disitu, dan masuk ke swalayan, membeli minuman isotonik, dan memulai Berjalan menyusuri Kota. Karena kota Barru masih terbilang kecil dan rindang, saya memilih mengeksplor kota dengan berjalan kaki. Belum lama saya berjalan, Adzan ashar menggema di seantero Kota, saya menyegerakan langkah, agar bisa segera sampai di Masjid. Kebetulan tujuan pertama saya memang Masjid karena dari swalayan, tempat yang paling dekat untuk dikunjungi ya Masjid.

       Setiap kabupaten memiliki Masjid yang dijadikan Masjid utama di daerah masing-masing. Masjid itu biasanya disebut Masjid Agung, atau Masjid Raya. Masjid Masjid agung di Barru bernama Masjid Agung Nurul Iman, masjid kebanggaan warga Barru ini telah selesai direnovasi total pada tahun 2013 lalu. Di sebelah Masjid dibangun gedung Islamic centre. Kalau dilihat dari Luar, desain Masjid sedikit berbeda dengan Masjid kebanyakan. Masjid ini didesain dengan desain kekinian, yang banyak menonjolkan bentuk-bentuk kotak, yang kalau tidak salah disebut desain Minimalis. Untuk ukuran Masjid Agung, bisa dibilang Masjid ini kurang megah, karena selain desainnya bergaya minimalis, ukurannya pun tidak begitu besar, seperti Masjid Agung kebanyakan. Maklumlah, Ukuran Masjid yang minimalis, disesuaikan dengan jumlah warga kota barru yang tidak begitu banyak.

Masjid dari samping
Masjid dari samping
Pintu Masuk Masjid
Pintu Masuk Masjid

       Saya masuk ke tempat wudhu yang berada di dalam Masjid terlebih dahulu . Masjid ini Kembali memiliki perbedaan dengan Masjid kebanyakan. Kalau biasanya tempat wudhu Masjid dibangun di luar,  tempat wudhu masjid ini berada di dalam Masjid.  Setelah selesai berwudhu, saya melewati ruangan besar di dalam Masjid yang kelihatannya bukan tempat sholat Utama, karena di ruangan itu tidak terdapat Mihrab, mimbar, dan jama’ah. Tempat sholat utama, berada dalam ruangan yang berbeda. Sebenarnya kalau kita masuk ke dalam Masjid, kita tidak langsung menemukan ruang sholat utamanya, kita akan menemukan pintu lagi untuk dimasuki, nah disitulah ruang sholat utamanya. Ruang sholat utama tidak begitu luas, tapi terlihat elegan dan mewah, Ruangan luas di luar ruang utama dipakai pada hari-hari besar, seperti sholat idul fitri, idul idha, dan sholat Jum’at.

Ruangan Luas sebelum ruang sholat utama
Ruangan Luas sebelum ruang sholat utama
Ruang Sholat Utama
Ruang Sholat Utama

     Setelah lantunan iqamah dikumadangkan, sholat dilaksanakan. Usai sholat, saya duduk-duduk sejenak, mununggu masjid sedikit lebih sepi. Sembari menunggu, saya memperhatikan sekeliling. Sejauh ini, belum ada hiasan kaligrafi yang menghiasi dinding Masjid ini. Yah, serasa mengurangi suasana religi di Masjid ini. Saya sendiri kurang tahu, apakah akan ada Kaligrafi yang menghiasi seisi ruangan atau tidak, tapi kalau tidak ada, rasanya kurang gimana gitu.

       Selain desain Minimalis, warna yang digunakan Di bagian dalam dan luar Masjid juga sangat simpel, warna putih, dengan sedikit warna hijau yang kurang menyala, warna putih di bagian plafondnya. Marmer yang digunakan di lantai  coraknya –pun sangat simpel, sedangkan kubahnya juga hanya menggunakan satu warna, coklat.  gak salah kalau saya menjuluki Masjid ini sebagai Masjid Agung Minimalis.

Menara Masjid
Menara Masjid

       Masjid ini dari luar, terlihat hanya memiliki satu lantai (tingkat), tapi sebenarnya Masjid ini memiliki dua lantai (tingkat) , hanya saja lantai kedua itu tidak begitu luas, dan bukan merupakan tempat sholat. Saya kurang tahu lantai 2 Masjid berfungsi sebagai apa, karena saat saya ke Masjid, Tangga ke Lantai 2 ditutup. Mungkin lantai 2 berfungsi sebagai kantor, atau perpustakaan. Entahlah

Miniatur Masjid
Miniatur Masjid

      Setelah Masjid sudah agak sepi. Saya memotret seisi Masjid. Jika ingin melihat bagian Masjid secara keseluruhan, masih terdapat miniatur masjid di bagian shaf wanita. Setelah itu saya  keluar dan melanjutkan eksplorasi.

Iklan

2 comments on “Eksplor Barru : Masjid Agung Nurul Iman

  1. Usman Safri

    Desain minimalis memang tidak kelihatan megah…, tapi kereeen. Baru liat masjid agung dengan desain minimalis. Masjidnya keren

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: