SULAWESI SELATAN - INDONESIA

Makan Kuda di Jeneponto

          Di Perjalanan pulang dari Bulukumba, kami mampir sebentar di Kota Bontosunggu, Ibukota Kabupaten Jeneponto. Kabupaten yang kental dengan hewan bernama “Kuda”. Di Lambang Kabupaten, terdapat gambar Kuda sebagai gambar utama. Di tengah Kota juga terdapat Patung Kuda. Bukti betapa Kuda sangat Identik dengan Kota ini.

        Bukti lain yang tak terbantahkan dari Jeneponto sebagai negeri Kuda juga adalah transportasi dan Kulinernya. Dari segi Transportasi, selain angkot, Bendi adalah salah satu transportasi utama di Jeneponto. Bendi adalah sejenis kereta yang ditarik oleh Kuda, Bahasa Indonesianya Delman.  Di Sulsel mungkin hanya Jeneponto yang punya karakter seperti itu, karena kabupaten Jeneponto merupakan habitat terbesar kuda.

Bendi, Salag satu angkutan umum Jeneponto
Bendi, Salah satu angkutan umum Jeneponto

                 Kalau kulinernya adalah Coto Kuda. Coto adalah makanan khas Sulawesi selatan. Coto adalah makanan yang terbuat dari dari campuran bahan baku daging, jeroan, limpah, hati, jantung, usus daging sapi atau kerbau yang diampur dengan rempah seperti sereh, lengkuas, jahe. Coto disajikan berkuah dengan ketupat sebagai pendampingya. Coto yang berasal dari bahan dasar sapi memang kuliner khas sulawesi selatan,  tapi kalau Coto Kuda, Jeneponto yang punya. Berdasarkan namanya, Coto yang satu ini berasal dari daging kuda.

          Kebetulan di tengah perjalanan pulang kami, tiba-tiba saja saat kami berada di Jeneponto perut kami lapar. Tapi sebelumnya diadakan voting…(ciyee pake voting segala) untuk menentukan apa yang akan kami makan. Dan Coto Kuda adalah satu-satunya suara yang muncul. Oke, kita makan coto Kuda lagi. Coto Kuda kali ini bukan yang pertama kali, namun saya ingin merasakan Coto Kuda yang berasal dari negerinya, Jeneponto. Kata orang, Coto Kuda Jeneponto yang paling ueeenak..!!, dan akhirnya mampirlah kami di Warung Coto di Pinggir Jalan.

         Yang pertama saya lihat saat tiba di warung adalah Harganya. Subhanallah, Coto Kuda Jeneponto mahal juga. Satu porsi Rp. 18.000, hampir dua kali lipat dibanding saat makan Coto Kuda di Gowa yang Cuma Rp. 10.000. ples Gratis ketupat. Tapi jangan salah, harga berbanding lurus dengan Kualitas rasa coyy… Saya memesan 1 Mangkok coto Kuda, ples 1 Ketupat. Rasanya memang enak. Ditambah lagi rasa khas daging kuda yang lunak. Pantas mahal. Tapiii… Setelah makan, saya tiba-tiba saja merasa tegang di leher dan punggung. Arghh!!, apakah tekanan darah saya naik ?? bisa jadi. 2 hari berturut-turut makan daging Kuda berhasil membuat saya sedikit tegang.

Coto Kuda
Coto Kuda

           Coto Kuda dikenal sangat berkhasiat, karena mengandung protein tinggi dan rendah lemak. bukan cuma itu, daging kuda juga ternyata ampuh untukmengobati diabetes dan yang paling terkenal adalah sebagai peningkat stamina atau vitalitas bagi PRIA… (omg). Untuk masalah boleh tidaknya memakan daging kuda dalam islam banyak sekali hadis Nabi yang menjelaskan bahwa daging kuda HALAL dikonsumsi.

Ingin makan Coto kuda ??,  Datang saja ke Jeneponto. banyak sekali pedagang yang menjual makanan yang berasal dari daging kuda, terutama Coto.

Iklan

4 comments on “Makan Kuda di Jeneponto

  1. Usman Safri

    Penasaran dengan rasa daging kuda…

    Suka

  2. Nyobain torpedo nya jg ga bang?? hehehe…

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: