SULAWESI SELATAN - INDONESIA

Suatu Malam di Pinrang

        Dengan sebuah Mobil penumpang, (orang-orang di sulsel menyebutnya Mobil Panther, meskipun mobilnya mobil kijang, semua minibus berplat kuning disebut Panther). Saya tiba tepat di depan Masjid Agung Al-Munawwir , Kota Pinrang. Kota Pinrang merupakan ibukota Kabupaten Pinrang, Prov. Sulawesi Selatan. Kab. Pinrang berbatasan langsung dengan Prov. Sulawesi Barat di bagian utara, bagian selatan dengan Kota Pare-Pare, barat dengan selat Makassar, dan bagian timur dengan kab. Enrekang. Tujuan saya kesini Cuma Jalan-jalan, sembari menikmati suasana MTQ Tingkat Provinsi Di Kota Ini. Maklum, tahun ini Pinrang dipilih menjadi tuan rumah MTQ Sulsel 2014 setelah MTQ sebelumnya di Kab. Sinjai

            Sesampai saya di depan Masjid, saya berjalan ke Masjid untuk sholat Ashar. Setelah sholat Ashar, saya sibuk menelepon adik kelas, adik kandung, adik sepupu serta adik-adik saya yang lain yang sedang berada disini menjadi peserta MTQ . Saya ingin bertanya, dimana rumah tempat mereka nginap. Tapi sayang hampir satu jam saya pencat-pencet telpon, tidak ada yang menjawab, sebagiannya lagi tidak aktif. saya mulai jengkel sendiri. Saya akhirnya memulai berjalan menyusuri Kota ini sembari menunggu beberapa menit untuk menelepon kembali.

            Lanjut cerita, Belum lama saya berjalan, akhirnya ada yang menelepon. Itu Icul, sepupu saya, dia juga peserta wakil kabupaten Barru. Dia menyuruh saya ke Bank BRI, dia menunggu saya disan. Dari dekat Bank BRI sudah terlihat. Alhamdulillah, tak cukup semenit saya akhirnya bertemu dengannya, dan jreng.. jreng, dibawalah saya ke Pemondokan Kafilah. Disana saya bertemu dengan teman-teman serta adik-adik kelas saya sewaktu nyantri di Mangkoso, salah satunya Fahmi. kami Ngobrol dan saya bertanya banyak hal. Dan dari obrolan itu, saya jadi tahu kalau “semua lomba sudah selesai, dan wakil fahmil quran Kabupaten Barru hanya sampai semi final, tak seperti 2 tahun lalu yang sampai juara 1”, ekhemekhem.. (Pasti Gak ngerti), dan pada dasarnya saya kecewa mengetahui dua-duanya, karena tujuan saya ke sini juga untuk menyaksikan sebagian lomba.

            Tak ingin menyianyiakan waktu yang begitu berharga, saya diajak icul dan Fahmi ke Taman Lasinrang. Taman Lasinrang tak jauh Pemodokan. Di taman, banyak Bunga-bunga, Bunga-Bunga, Kiss-Kiss Kiss-Kiss…. (Owalah kok jadi Syahrini ??). Iyalah, Taman pasti banyak bunganya , masa’ mobil. Kalau mobil namanya Parkiran…. (Gubrak)..

            Lucu Ya?? Kalau gak lucu cuekin aja!!. Di Taman Lasinrang juga terdapat sebuah Patung. Kami juga tak lupa untuk ber-Narsis-Ria. Foto sana, Foto sini. Di dekat Taman, terdapat sebuah Café. Hmm terpikir untuk menghabiskan senja di Café tersebut sembari menunggu waktu Magrib. Sebelum ke Café, kami bertiga berfikir panjang dulu. Banyak yang menjadi pokok pikiran kami… (pokok pikiran ?? emang paragraph ??) , tapi akhirnya kami masuk juga. Kami memesan Cappucino ditemani Roti Bakar. Jujur sedikit, kami menyesal nongkrong di Café ini. Harganya mahaaal bingitss…. Jadi Café ini gak saya recommend kalau datang ke Pinrang, jangan datang yah !! Plis. Adzan Magrib sudah menggema, hampir di seluruh sudut kota. Kami bertiga memutuskan sholat Magrib di masjid Al-Munawwir.

            Usai Sholat Magrib, kami bertiga kembali ke rumah icul untuk sementara. Disana sudah ada Anci, adik saya…, dia juga ikut lomba , tapi wakil kabupaten Toraja Utara. Selain di rumah yang icul tempati, juga terdapat rumah warga lain yang dijadikan pemondokan kafilah. Saya berkunjung ke rumah yang lain. disitu ada Muhsin, Emir dan lain-lain. beda dengan rumah tempat Icul Mondok, Tempat Emir dan Muhsin lebih ramai dihuni oleh Peserta lain. Rumahnya juga jauh lebih besar. Disana juga Kami ngobrol banyak hal, mulai dari Pengalaman saya saat jadi peserta, sampai hal-hal lain. dan Tak terasa, Waktu isya’ masuk.

            Setelah sholat isya’, Emir, Muhsin, Icul, Fahmi dan peserta MTQ Barru mengunjungi arena utama MTQ dengan sebuah mobil, karena arena utama agak jauh dari pemondokan, saya pun nebeng dengan mereka. Sekitar 5 Menit, kami sampai di arena MTQ. Huuh benar-benar membuat saya de javu, mengingat saat Menjadi peserta 2 tahun lalu di Sinjai. Sayang di MTQ kali ini saya tidak menjadi peserta, karena tidak mendapatkan juara saat MTQ tingkat Kabupaten.

Arena MTQ di Pinrang agak berbeda. Panggung kurang megah, lapangan kurang luas, serta tenda-tenda peserta dan penonton kurang banyak. Lapangannya juga becek. Beda saat MTQ di Sinjai. Saya ke tempat Pameran. Di Pameran ini, hampir seluruh Kabupaten di Sulsel memamerkan produk-produk buatan daerah masing-masing. di Stan Pameran Kab. Barru, dipamerkan Batu ulek sebagai salah satu produk yang terkenal. Di Pameran juga dijual aneka merchandise MTQ, seperti Baju, Gantungan Kunci, Pin, dan Plakat. Saya membeli beberapa.

            Saat saya sedang asik berkunjung ke beberapa Stan, hujan tiba-tiba saja mengguyur Kota Pinrang. Saya mengeluh dalam hati. Jalanan sepanjang pameran seketika becek. Membuat saya merasakan perbedaan sekarang dan 2 Tahun lalu. Meskipun perbedaan keduanya sangat jauh, saya masih saja de javu.

            Hujan reda, kami juga memutuskan kembali ke pemondokan kafilah. Istirahat sejenak, tiba-tiba saya merasa seperti melupakan sesuatu. Perut saya terasa kosong, iyaaa…., saya Lupa makan !!. Huuft, padahal di arena MTQ tadi sangat ramai, banyak pedagang Kaki lima di sepanjang jalan. Saya menyesal. Dan ternyata bukan Cuma saya yang lapar…, Icul, Fahmi, dan Anci juga sama.. mereka Lapar. Teman Anci, Faikar tak mau kalah, dia juga kelaparan. Pukul 09.30 malam, kami memutuskan mencari makanan.

Malam itu dimulai !!

            Kami berjalan di sepanjang jalan protocol. Menyinggahi satu demi satu warung di sepanjang jalan. Hasilnya nihil. Ada yang Tutup. Ada yang makanannya sudah habis. Kami berjalan sepanjang masih ada stan, ruko atau apalah yang bertuliskan Warung. Sakitnya peruuut sudah terasa…, Saya Lapar sekali. Sepanjang jalan memang sudah mulai sepi. Padahal ini baru jam setengah sepuluh…

            Kira-kira hampir 1 Kilo kami berjalan, kami akhirnya menemukan 1 warung yang masih buka. Kami sebenarnya hampir menyerah dengan opsi membeli roti di alfamart yang kami lewati. Tapi kami masih punya sedikit harapan. Dan akhirnya, Warung sate itu adalah harapan kami. Untungnya, masih ada sate, nasi, dan lauk lainnya yang tersedia. Jadi.., kami akhirnya Makan!!!!.

Iklan

0 comments on “Suatu Malam di Pinrang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: