SULAWESI SELATAN - INDONESIA

Menyusuri Kawasan Adat Amma Toa

         Pukul 14.30, kami siap-siap. Rencananya siang ini kami ingin mengunjungi Apparalang yang lagi naik daun itu, tapi di tengah-tengah perjalanan, rute berubah ke kawasan Adat Ammatoa. Alasannya simpel, hari masih siang dan panas, alasan yang lain adalah kami (terutama saya) penasaran dengan orang-orang di Ammatoa yang katanya menyimpan cerita-cerita mistis. Kami akhirnya putar balik, dari arah yang awalnya menuju Kota, berbalik ke arah menuju Kajang.

            Dari Baji Minasa, kami menuju Kec. Kajang, jaraknya sekitar 15 Km. dari wilayah kec. Rilau Ale’, kalau dari Kota Bulukumba sekitar 40-an kilo (hahah saya tidak tahu detail jaraknya). Ketika kita masuk di wilayah Kec. Kajang, kita akan disambut oleh pemandangan yang Luar biasa. Deretan Pohon Karet yang tertata rapih menghiasi sepanjang perjalanan kami kesana. Dan tak jauh setelah kawasan kebun karet, Gerbang masuk menyambut kami. Selamat datang di Kawasan adat Amma Toa. Kira-kira seperti itu tulisan yang tertera di Gerbang.

DSCN0053
Kawasan Kebun Karet

            Saat melewati Gerbang, Pemandangan menyeramkan mulai terlihat sepanjang kanan dan kiri jalan. Ditambah lagi cerita-cerita seram tentang masyarakat Amma Toa. Katanya tidak boleh beginilah, tidak boleh macam-macam lah, dan cerita-cerita lainnya. Bagi saya, stimulant negative seperti itu membuat saya takut sendiri. Rasanya ingin putar baliik…. Tapi kami akhirnya sampai di rumah kepala desa Tana Toa. Di rumah inilah kami akan menyewa baju hitam. Baju hitam ini adalah syarat untuk bisa masuk ke kawasan adat. Iya, di kawasan ini dilarang untuk memakai baju berwarna terang. Khusus untuk Baju, harus berwarna hitam. Untuk celana, atau Jilbab bagi wanita boleh berwarna lain asal berwarna gelap. Untuk satu pasang disewakan Rp. 25.000, kalau hanya menyewa Baju saja Rp. 15.000, itu belum termasuk biaya masuknya, kami berdelapan membayar Rp. 50.000/rombongan Untuk masuk.

DSCN0058
Hitaaam !!
DSCN0060
Penanda Kediaman Pak Kades

            Kami bertanya hal apa saja yang tidak boleh dilakukan di kawasan adat, dan ternyata simpel, dilarang untuk merusak alam, dan berfoto di dalam rumah Amma Toa. Boleh berfoto di semua wilayah Amma Toa, kecuali rumah kepala suku atau Amma toa. Wajar kalau banyak syarat untuk bisa masuk di area ini, Warga Amma Toa sangat menjaga Lingkungan dan Tradisinya agar tetap alami.

            Kami berjalan masuk, menyusuri perkampungan ini. Dan rasa penasaran kami terjawab setelah sampai di rumah kepala suku, atau Amma Toa. Mengapa orang Amma Toa memakai baju Hitam ?, Hitam merupakan warna yang sangat sakral bagi orang Ammatoa, Hitam sendiri bermakna persamaan dalam segala hal, termasuk dalam kesederhanaan, tidak ada warna hitam yang lebih baik, semuanya sama. Hitam sendiri merupakan warna tua, symbol kalau tanah atau kawasan ini juga sudah sangat tua. Tana Toa, itulah namanya yang berarti “Tanah Tua”. Warga ini dulunya sangat menolak modernisasi. Namun, saat ini mungkin sudah sedikit menerima meodernisasi. Itu terbukti dari kepala Suku atau Amma Toa, yang memegang Balsem saat kami berkunjung. Saya juga mendengar kalau orang Amma Toa sudah ada yang ber-kuliah di Makassar.

            Di Amma Toa, seluruh Rumah menghadap ke Barat. Jika masuk ke dalam, kita akan menemukan dapur terlebih dahulu. Rumah Masyarakat Amma Toa juga tidak memiliki teras, dan tidak memiliki kamar tidur. Namun secara fisik, Rumah adat di Amma Toa tidak jauh berbeda model luarnya dengan rumah adat bugis-makassar kebanyakan, yakni berbentuk rumah panggung.

DSCN0078
Rumah Adat Amma Toa

DSCN0074

            Ketika kita belum memasuki Kawasan adat ini, akan banyak stimulant Negatif yang membuat kita sedikit takut, namun saran Saya, datanglah ke sana, dan buktikan sendiri. Maka misteri itu akan terpecahkan.

            Dari rencana awal ke Apparalang untuk menikmati Sunset, ternyata batal karena waktu Magrib masuk saat kami masih dalam perjalanan pulang ke Baji Minasa. Jadi, besok saja.

Iklan

2 comments on “Menyusuri Kawasan Adat Amma Toa

  1. Ping-balik: Liburan ? Ke Bulukumba Yuk! – Bukan Pajokka

  2. Ping-balik: Liburan ? Ke Bulukumba Yuk! – Bukan Pajokka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: