SULAWESI SELATAN - INDONESIA

Ngetrip Ke Bulukumba : Prolog

         Hampir 3 Minggu yang lalu kami merencanakan dengan matang untuk liburan ke kabupaten eksotis di selatan Sulawesi, Bulukumba. Dengan modal Rp.100.000 per-orang, kami berdelapan, aku, Ulfah, Farid, Majdy, Dhila, Fuad, Ifa dan Chua akhirnya jadi juga kami berangkat. Dari Kota Makassar pukul 05.30 dengan mobil Bokap… (ciyee mobil bokap…) kami berangkat. Awalnya kami berencana untuk ngerental mobil kalau-kalau kami tidak mendapatkan mobil pinjaman, atau Gratisan. So, kami hemat sekitar 500an ribu.

            Jarak Bulukumba Dari Makassar adalah 153 Km, kami melewati 4 Kabupaten sebelum sampai ke Bulukumba. Gowa, Takalar, Jeneponto, dan Bantaeng. Setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing, meskipun pada dasarnya suku dan budaya-nya sama, suku Makassar.

Kami mampir untuk sarapan di sebuah warung coto di wilayah kabupaten Gowa, dan kami memilih nyarap Coto Kuda pagi itu. Yahh…, untuk pertama kalinya, saya mencoba kuliner turatea itu. Meski pada awalnya saya “eneek”, bahkan enggan untuk mencobanya. Tapi rasa penasaran saya ternyata lebih besar dibanding rasa eneek itu. Saya akhirnya merasakan sensasi Coto Kudaaa… Hmmmm… Rasanya sama saja dengan coto sapi, bedanya daging kuda ternyata lebih lunak, namun over all, coto kuda dan coto sapi sama-sama enaknya. Dan setelah semuanya kenyang, perjalanan dilanjutkan.

DSCN0020

Sekitar pukul 10.30, kami akhirnya disambut oleh Gerbang masuk kabupaten Bulukumba. “Butta Panritalopi”, itulah nama julukan kabupaten Bulukumba. Semboyan kabupaten ini sendiri adalah Berlayar. Tidak jauh setelah disambut oleh Gerbang perbatasan kabupaten, kami tiba di Pusat Kota. Dari Pusat kota Bulukumba di Kec. Ujung Bulu, kami lalu melanjutkan perjalanan ke Desa Baji Minasa, Kec. Rilau Ale’. Disana sudah ada Nana , salah satu teman kami. Nana sedang KKN di desa itu, dan salah satu tujuan kami ke Bulukumba adalah untuk mengunjunginya. sekitar Pukul 11.00, kami tiba di Baji Minasa. Disana kami sudah disambut oleh Nana dan tuan rumah tempat Nana tinggal selama KKN di Baji Minasa. Kami disambut dengan hangat oleh tuan rumah. Belum lagi kami dihidangkan makan siang, banyak buah rambutan dan durian, Gratis.

DSCN0049

Dari rencana semula ingin menginap di penginapan, akhirnya batal. Karena tuan rumah meminta kami untuk menginap di rumahnya selama kami berada di Bulukumba. Yahh, dengan berat hati disertai senang hati, kami menerimanya. Berat hati karena kami merepotkan, senang hatinya, karena tidak perlu keluar biaya penginapan lagi, Yeeey.

            Walhasil, kami istirahat sejenak. Tidur siang sebelum mengelilingi Spot-spot menarik di daerah ini. Bulukumba terkenal dengan Pantai pasir putihnya yang seksi, bisa dibilang kalau di Sulawesi selatan, Bulukumba adalah surganya Pantai, mulai dari Bira, Bara, dan yang baru-baru ini naik daun, Apparalang. Belum lagi Adat Ammatoa, Pembuatan Kapal, hingga snack Jagung Marning yang nomor satu se-indonesia, semuanya ada di Bulukumba. Membuat sayaaa sangat ingin melihat dan merasakannya satu per-satu.

Iklan

0 comments on “Ngetrip Ke Bulukumba : Prolog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: