JAWA TIMUR - INDONESIA

Pare, Kampung Inggris

         Pare, bagi orang-orang yang sudah akrab dengan nama kota yang satu ini pasti sudah tahu. Tahu kalau Pare juga akrab dengan sebutan kampung Inggris. Kampung Inggris ??, Kampung yang penduduknya dari Inggris yaa ?? bukan la yauu…. Kampung Inggris ini muncul karena Pare kini menjadi destinasi utama bagi para pelajar atau mahasiswa yang ingin belajar bahasa Inggris. Ada ratusan lembaga kursus Bahasa Inggris di Pare, Lembaga kursus itu diantaranya Marvelous, Daffodils, Asset, dan banyak lagi.

        Ramadhan tahun 2010, saya berkunjung ke Kota Pare, juga untuk kursus bahasa Inggris. Pare sebenarnya adalah nama salah satu kecamatan di Kabupaten Kediri. Pare sempat dicanangkan sebagai ibukota Kabupaten Kediri, namun saya tidak tahu lagi kelanjutannya. Di Kecamatan Pare ada sebuah desa bernama Tulungrejo, di desa itulah ratusan Lembaga kursus eksis mengajarkan bahasa Inggris kepada ribuan pendatang yang memang bertujuan untuk memperdalam bahasa Inggris mereka, baik itu Grammar, Speaking, Pronounciation, dan memperbanyak vocabulary dan expression.

      Saya memilih Lembaga bernama Marvelous, untuk satu bulan, kami membayar Rp. 350.000 itu mencakup Kursus dan Kost selama disana. Saya dan sepupu-sepupu saya yang juga ikut memilih paket Ramadhan. Ada 5 kali pertemuan dalam sehari. Mulai Shubuh, Pagi, siang, sore, dan malam. Yang unik dari kampung ini adalah kendaraannya. Untuk berkunjung ke satu tempat ke tempat lain, para pelajar menggunakan sepeda ontel yang disewa. Ada yang disewa 2 minggu, 1 bulan, 2 bulan, tergantung berapa lama mereka berada di Pare, kami menyewa sepeda itu selama 1 bulan.

      Di Kampung Inggris, kami wajib berbahasa inggris. Karena kalau ketahuan maka kami mendapatkan hukuman. hukumannya beragam, kebanyakan menghafal puluhan kosa kata.

          Setiap harinya, saya menjalani aktivitas yang sama, sahur jam 04.00 dinihari. Sholat shubuh, setelahnya kelas shubuh, kelas dimana mentor memberikan beberapa American expression kepada kami. Yah karena Marvelous memakai bahasa Inggris versi Amerika atau American style, jadi yang kami pelajari American style, bukan british style. Expression ini merupakan ungkapan sehari-hari, dalam bentuk kalimat, yang jika diartikan per-kata akan berbeda dari arti expression itu, dia memiliki arti sendiri. Setelah kelas shubuh, biasanya saya melanjutkan tidur. Dan pukul 09.00, kelas pagi dimulai. Kelas ini adalah kelas Grammar. Di Kelas ini kami diajarkan tata bahasa dan kaidah bahasa Inggris, agar tidak hanya sekadar bisa speaking, tapi juga tahu kaidah.

            Pukul 12.00 siang, usai sholat dhuhur, kelas pronounciation dilaksanakan. Di Kelas ini kami diajarkan untuk melafalkan kata-kata dengan benar. Istilah arabnya, tajwid. Mulai dari cara menyebutkan a, b, c hingga kata-kata yang lain. dan pukul 16.30 hingga menjelang buka, kelas Vocabulary, dimana di kelas ini kami mengahadapkan hafalan kosa kata yang diberikan kepada kami di hari sebelumnya. Di kelas ini kami dites oleh mentor untuk menghafalkan kosa kata. Dan menjelang buka puasa, kami keliling desa untuk mencari takjil berbuka. Di Tulungrejo banyak sekali penjual makanan dan takjil, hingga kami pusing sendiri ingin makan apa setiap bukanya. Di Kost kami sendiri, mempunyai warung yang menjual aneka lauk, takjil dan minuman segar untuk para penghuninya. Lengkap kan ? dan kelas terakhir , Sehabis Tarwih, ada kelas Speaking, di kelas ini biasanya selalu ada games sebagai refresh pelajaran-pelajaran sebelumnya.

           Di Pare, saya menemukan banyak teman-teman baru, terlebih banyak teman satu kampung yang juga belajar, dan sama-sama mengambil pake Ramadhan. Jumlah mereka juga tak tanggung-tanggung banyaknya. Sekitar 50-60 orang. Karenanya kami merasa tak sendiri di kampung ini.

            Selain menghabiskan waktu dengan belajar, di waktu luang kami biasanya jalan-jalan ke pusat kota Pare. Waktu menjelang berbuka, dan sehabis tarwih adalah waktu yang kami pilih, selain karena waktu siang yang panas, waktu siang juga kami masih sedang puasa. Di waktu malam, Kota Pare ramai, mulai dari warung-warung hingga toko-toko pakaian, dan fasilitas di kota ini juga lengkap, mulai dari rumah sakit (RSUD, sampai rumah bersalin), hotel, hingga sekolah sekolah unggulan. Kota Pare Ramai untuk ukuran kota kecamatan, Tidak salah kalau kota Pare dicanangkan sebagai ibukota Kabupaten Kediri. Kota Pare juga merupakan kota Adipura.

305834_109585972432148_3903797_n
Di Alun-alun Kota Pare

            Tempat wisata juga banyak di Kota ini, yang sempat saya Kunjungi adalah Goa bawah tanah surowono, Candi Surowono, dan Masjid An-Nur.

            Hari Minggu, Kursusan juga libur, di waktu itulah kami memanfaatkannya untuk jalan-jalan. Kami mengunjungi Candi Surowono, cukup dengan bersepeda. Candi Surowono sendiri merupakan Candi Hindu, terletak di Desa Canggu, masih termasuk wilayah kecamatan Pare. Candi ini diperkirakan dibangun pada tahun 1400 M. Relif yang terdapat di Candi ini cukup beragam, ada relif fable dan Tantri di kaki, di badan candi terdapat relif arjunawiwaha, Bubuksah, dan Sri Tanjung. Penjelasan ini saya dapatkan dari blog lain. Hari itu, ternyata Candi sedang tutup, jadi kami hanya bisa melihatnya dari luar pagar. Dari Candi kami menuju Goa bawah tanah surowono. Goa ini merupakan aliran sungai bawah tanah dan memiliki lima mulut goa. Saat kami semua masuk, sayang salah seorang dari kami harus tinggal di luar karena dia punya riwayat penyakit asma, sedangkan untuk orang yang berpenyakit asma dilarang masuk. Saya sempat deg-degan, membayangkan kalau gempa terjadi, dan kami terkubur hidup-hidup…, na’udzubillah…, kami harus berjalan merangkak di dalam gua. Dan tak lama kemudian akhirnya sampai di tempat keluar

Surowono
Candi Surowono (Foto berasal dari : )

.

        58409_111126998944712_1826810_n

47340_111126112278134_5022208_n
Jalan Masuk ke Gua

         Tempat yang kami kunjungi selanjutnya adalah Masjid An-Nur. Masjid terletak di Jl. Panglima selatan, Pare. Masjid ini memiliki atap tajug berbentuk pyramid . agar terkesan ekspresif. Masjid ini diarsiteki oleh John Portman, dan dibuka tahun 1996. Pada malam terakhir kami di Kota Pare, kami kembali ke Masjid ini untuk sholat Tarwih. Hampir 1 Bulan kami berada di Kampung Inggris, sebelum kursusan selesai, ada evaluasi atau ujian. Dan setelah selesai kami diberikan sertifikat oleh pihak Marvelous. Dan setelah semuanya selesai, kami kembali ke Surabaya.

IMG_9353
Masjid An-Nur
Iklan

2 comments on “Pare, Kampung Inggris

  1. Harga kursus di Pare sekarang sudah naik
    Jika dulu di tahun 2010, kursus sebulan di marvelous hanya 350ribu, sekarang harganya sudah 2x lipat menjadi 700ribu

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: