KALIMANTAN TIMUR - INDONESIA

Sebulan di Kalimantan

-CERITA DI PERJALANAN-

       Here I go, Borneo. Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, dan Kali ini Alhamdulillah dapat rezeki bertugas di Pulau Kalimantan, Tugasnya seperti kebanyakan yang alumni pesantren dapat, Imam Tarwih. Hahay, Padahal aslinya suaraku sendiri gak bagus ples Merdu, tapi gak jelek jelek amat. Tawaran ke Kalimantan itu juga datang dengan Tiba-tiba, dan tak ada waktu untuk mempertimbangkan untuk memilih kesana atau tidak, akhirnya aku Terbang kesana, dan pada akhirnya ada beberapa tugas dan urusan yang harus aku tinggalkan.

          Perjalanan dimulai dari Makassar Ke Balikpapan Pukul 09.00 WITA 27 Juni 2014. Sebenarnya keberangkatan pada awalnya pukul 17.00 WITA hari sebelumnya, tapi karena suatu insiden “Ketinggalan Pesawat”, akhirnya aku harus membeli Tiket Lagi untuk keberangkatan esoknya, tentunya dengan uangku sendiri, padahal sebelumnya ditanggung “OH NOOO!!”.

         Dari Makassar butuh waktu 50 Menit ke Kota Balikpapan, Salah satu Kota Besar di Kalimantan Timur. Sekitar Pukul 10.00 WITA, Pesawat Lion Air yang kutumpangi sampai di Bandara Internasional Sepinggan. Dari Balikpapan perjalanan berlanjut ke Kota Samarinda dengan Mobil Travel bernama “Kangaroo”, yang namanya katanya tersohor di Kalimantan Timur. Dari Balikpapan ke Samarinda butuh waktu sekitar 3 Jam, dan Pukul 13.00 aku tiba di Kota Samarinda, Ibukota Provinsi Kalimantan Timur. Tapi Samarinda masih bukan tempat yang menjadi Destinasiku untuk bertugas, Aku masih harus melanjutkan perjalanan Ke Kota Selanjutnya, Bontang. Pukul 15.30, Setelah Makan siang, aku melanjutkan perjalanan ke Kota Bontang, tapi kali ini sendiri, ya Sebelumnya sepanjang Perjalanan dari Makassar sampai Samarinda aku berdua sengan Kakakku, Majdy. Kali ini kami harus berpisah karena beda Destinasi alias beda tempat tugas, Aku di Kota Bontang, Majdy di Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sialnya, Majdy ke Marangkayu dijemput oleh Pengurus Masjid tempat dia Bertugas nantinya, sedangkan aku harus naik mobil penumpang sendiri, padahal aku belum pernah ke Bontang plus belum tahu dimana tempat aku bertugas , OMG HELLOOW hahay .

            Pukul 19.00 Aku akhirnya sampai di Kota Bontang. Tapi aku belum tahu dimana tempat aku bertugas nantinya, sebenarnya hal itu bukanlah sebuah masalah karena zaman sekarang ka nada Hp, tapi masalahnya Hpnya itu gak punya Pulsa!! Hahay. Info terakhir pengurus Masjid, Aku harus Pelabuhan Lok Tuan menunggu Pengurus Masjidnya, ples menunggu di sebuah Toko Sumber Rejeki., aduhh dimana juga itu.

              Sampai di Lok Tuan, Mobil yang kutumpangi menurunkanku di Pelabuhan. Aku masih tak tahu kemana aku harus pergi. Untungnya si supir setia menemaniku menunggu jemputanku. Tapi sialnya lagi Aku Tak tahu wajah orang yang menjemputku nantinya. Aku hanya tahu namanya, dan nama anaknya karena kebetulan Anaknya seangkatan denganku di Pesantren, Huuft. Setelah lama menunggu, dan Pak Yarafah –Pengurus Masjid tempatku bertugas- belum datang juga. Pak Supir berusaha membantu dengan bertanya kepada Warga. Dan Alhasil, Warga sekitar tahu Pak Yarafah karena kebetulan dia juga termasuk Tokoh masyarakat di Kampung itu. Aku akhirnya diantar ke rumah beliau. Dan Eng Ing Eng, Aku tiba di Kampung itu. Ada yang unik dari Kampung tempatku bertugas ini adalah letaknya yang berada di Atas Laut, bukan Pinggir laut. Plesss suara jalan yang berisik ketika dilalui kendaraan.., maklum jalanan di Kampung ini berupa kayu. Dan Kampung ini bernama Selambai.

Sampai di rumah Pak Ustad Yarafah, senyum hangat dari istrinya, Ibu Fatimah menyambutku… hahah. Karena Sepanjang perjalanan belum makan, Pastinya Lapar dong, Alhamdulillah hidangan makan malam juga ikut menyambut kehadiranku. Setelah makan malam, aku akhrnya teparrr di kamar baruku.., kamar yang akan menampungku 1 bulan ke depan.

-SELAMA RAMADHAN  DI BONTANG-

Singkat cerita, Hari demi hari berlanjut, sampai Tarwih pertama menyambut bulan suci Ramadhan dilaksanakan, Saatnya Tugas. Tarwih pertama itu aku sendiri sangat grogi. Kakiku bergetar kencang, cetar membahana, hahah. Tapi Alhamdulillah semuanya lancar. Tapi kata masyarakat setelah tarwih dilaksanakan “jangan terlalu lama, suaranya juga perlu diperbesar sedikit”

10509716_739654812758591_360257391542654486_n

          Hari demi hari terlewati di Selambai. Tarwih juga berjalan dengan baik. Hingga detik detik terakhir bulan ramadhan., aku merasakan kenyamanan tinggal di Selambai, Aku betah. Banyak pengalaman baru, mulai dari belajar bermasyarakat, menjadi imam tarwih , sampai menjadi amil zakat di Masjid Darul Falah, masjid tempatku bertugas, karena sebelumnya saya sendiri belum pernah menjadi penyalur zakat. Tak Lupa kawan – kawan baru yang merupakan remaja masjid yang bernama Irma Darul Falah, atau KAMDA. Satu lagi yang membuatku kagum terhadap tempat ini, atau Kota Bontang pada umumnya. Aktifnya Remaja Masjid hampir di seluruh Masjid di Kota ini. Mereka aktif melaksanakan kegiatan entah itu Buka Puasa bersama, Sahur bersama, atau Pembagian Zakat. Salut dengan pemuda seperti mereka.

         Setelah Ramadhan berlalu, kini saatnya Meraih kemenangan di Hari yang Fitri. Huhuhu, Lebaran pertamaku tanpa keluarga. Sumpah.., rasanya itu nyesekkk banget *kata orang alay hahah. Saat Khutbah idul Fitri berlangsung, tak kusangka mataku mengeluarkan air mata. Baru kurasakan Lebaran Se-Khidmat ini, mungkin karena ini pertama kalinya ber-idul fitri tanpa mereka.

            Setelah merasakan Khidmatnya Idul fitri, hari-hari selanjutnya adalah jalan-jalan di tempat wisata di kota Bontang dan sekitanrya, seperti Pulau beras basah, Bontang Lestari, dan Teluk Lombok. Tak Lupa juga ke Marangkayu, salah satu kota kecil di Kabupaten Kutai kartanegara, tempat kakakku bertugas.

              Hari ke-3 Setelah Lebaran, Aku akhirnya harus pulang. Terima Kasih bontang, banyak sekali pelajaran yang kau berikan selama 1 bulan ini.

Iklan

10 comments on “Sebulan di Kalimantan

  1. Anonimous

    ke kalimantan kau cuma ke bontang ya?

    Suka

  2. Ageng Syaputra

    kalau ada kesempatan jalan-jlan ke Selambai lagi om dong

    Suka

  3. Waw! Jadi tugas sebulan jadi imam tarwih selama Ramadhan? Memang lumrah ya begitu? Saya non-Muslim, baru tau soal ini. Bagus! 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: