SAUDI ARABIA

Inside Masjid Nabawi

        Sekitar Pukul 03.00 dinihari, Bus yang saya dan Jama’ah umroh m***na tour tumpangi dari kota Jeddah tiba di Madinah. Bus berhenti di depan sebuah hotel bernama Mubarak Al Madinah. Saya bangun dari tidur lelap saya yang lumayan cukup untuk menutupi rasa lelah selama perjalanan.. Sebelumnya saya masih di pesawat dengan lama perjalanan 7 Jam, lalu dilanjutkan dengan perjalanan darat selama 5 Jam   Benar-benar Perjalanan panjang.

     Saya dan jama’ah lainnya masuk ke hotel, menyimpan barang masing-masing ke dalam kamar yang dibagikan oleh pembimbing jama’ah, Termasuk saya. sampai di kamar, saya berbaring dulu, baru kemudian, Ayah mengajak saya Ke Masjid Nabawi . Segera, saya bangkit dan bersiap-siap.

     Saya berjalan kaki ke Masjid, kebetulan jarak dari Hotel ke Masjid sangat dekat. Cukup berjalan kaki sebentar, gemerlap lampu yang menerangi seantero Masjid Nabawi telah terlihat. Langkah saya pecepat, pertanda saya sudah sangat tidak sabar masuk ke dalam Masjid impian jutaan umat muslim di dunia ini.

Masjid Nabawi di bagian luar
Masjid Nabawi di bagian luar

DSC09879

     Masjid Nabawi merupakan salah satu Masjid terpenting yang terdapat di kota Madinah. Dibangun oleh Nabi Muhammad saw. Dan menjadi tempat makam beliau dan para sahabatnya. Masjid ini merupakan salah satu dari 3 Masjid utama umat muslim selain Masjidil Haram dan Masjid Al-Aqsha. Masjid ini juga merupakan masjid terbesar kedua di dunia, setelah Masjidil Haram, Mekkah dan Masjid tertua kedua di dunia setelah Masjid Quba.

       Dilihat dari sejarahnya, Masjid Nabawi adalah masjid kedua yang dibangun oleh Rasulullah , setelah Masjid Quba yang didirikan dalam perjalanan hijrah dia dari Mekkah ke Madinah. Masjid Nabawi dibangun sejak saat-saat pertama Rasulullah tiba di Madinah, Lokasi itu semula adalah tempat penjemuran buah kurma milik anak yatim dua bersaudara Sahl dan Suhail bin ‘Amr, yang kemudian dibeli oleh Rasulullah untuk dibangunkan masjid dan tempat kediaman dia.

       Awalnya Masjid Nabawi hanya berukuran 50 m x 50 m, dengan tinggi atap sekitar 3,5 m. Setelah itu berkali-kali masjid ini direnovasi dan diperluas. Renovasi yang pertama dilakukan oleh Khalifah Umar bin Khattab pada tahun 17 H, dan yang kedua oleh Khalifah Utsman bin Affan pada tahun 29 H. Di zaman modern, Raja Abdul Aziz dari Kerajaan Saudi Arabia meluaskan masjid ini menjadi 6.024 m² pada tahun 1372 H. Perluasan ini kemudian dilanjutkan oleh penerusnya, Raja Fahd pada tahun 1414 H, sehingga luas bangunan masjidnya hampir mencapai 100.000 m², ditambah dengan lantai atas yang mencapai luas 67.000 m² dan pelataran masjid yang dapat digunakan untuk salat seluas 135.000 m². Masjid Nabawi kini dapat menampung kira-kira 600.000 jemaah.   Masjid Nabawi juga memiliki 10 menara, yang setiap menara mempunyai tinggi 105 meter dengan tinggi 344 kaki.

DSC09828

     Saat itu masih sekitar jam 3 lewat, masjid ini sangat ramai, padahal saya masih berada di halaman masjid yang dihiasi dengan payung-payung hidrolik yang katanya dapat terbuka dan tertutup secara otomatis pada waktu tertentu. Meski pintu utama sudah di depan mata, Ayah saya mengajak saya masuk ke dalam Masjid lewat pintu yang lain. Kami memutar terlebih dahulu, dan masuk lewat pintu itu. Nama pintu itu adalah Babus Salaam. Babus Salam sendiri merupakan pintu bagian masjid Nabawi yang berkubah hijau. Ketika masuk lewat babus salam, maka makam nabi, raudhah dan mimbar langsung bisa terlihat. Selain Babussalam Ada banyak pintu yang terdapat di Masjid Nabawi. Ada Pintu Umar Bin Khattab, King Fahd, Pintu Baqi’, Pintu Jibril, Pintu Rahmah, dan lain-lain.

     Sampai di dalam, saya merinding setengah mati…, saya masih kurang percaya kalau saya berada di Masjid ini, Masjid Nabawi, Salah satu Masjid terbesar, termegah, dan tertua di dunia. Bagian dalamnya Megah, luas, dan ada ribuan jama’ah, yah wajar memang, karena secara keseluruhan Masjid Nabawi dapat menampung 600.000 jama’ah dan dapat menjadi 1000.000 jama’ah pada musim haji. Saya sempat pusing mencari tempat kosong, karena malam itu sedang ramai-ramainya. Tapi, setelah dicari-cari, akhirnya saya dapat juga. Tempat telah didapat, Saya sholat tahiyyatul Masjid. Dilanjutkan sholat Tahajjud, dan setelahnya saya membaca Qur’an sambil menunggu waktu Shubuh. Di Dalam Masjid, ada banyak tiang, yang di setiap tiang terdapat rak yang berisi puluhan Al-Qur’an. Tapi ingat, Al-quran itu tidak untuk dibawa pulang.

DSC09829

       Tahukah anda ?? , Allah swt. Memberikan keutamaan bagi orang yang melaksanakan sholat di Masjid Nabawi. Sholat di Masjid Nabawi ternyata 1000 kali lebih utama dibanding sholat di Masjid-masjid lainnya selain Masjidil Haram . Jadi, jika sholat di Masjid biasa pahalanya 27 derajat, sholat di Masjid Nabawi 1000 kali lipatnya. Ma syaa Allah.

       Adzan Shubuh dikumandangkan, pertanda waktu yang dinantikan telah tiba. Sholat shubuh pertama saya di Masjid Nabawi dilaksanakan. Khidmat ? itu sudah pasti. Sangat Khidmat malah.., Saat ini, saya merasa sangat bersyukur karena sudah berada disini. Usai sholat shubuh, saya kembali ke hotel, bersiap untuk sarapan, istirahat sejenak dan petualangan di Masjid Nabawi dilanjutkan setelahnya.

Salah satu pintu Masjid Nabawi, Berlapis Emas
Salah satu pintu Masjid Nabawi, Berlapis Emas

       Matahari pagi menyinari Kota Madinah, ditambah udara dingin yang menyelimuti pagi itu. Ya, saat itu sedang musim dingin, jadi rasanya campur aduk, antara panas dan dingin. Dari hotel, saya menuju ke Masjid. Kalau tadi saya masuk lewat babus salam, kali ini saya ingin masuk lewat pintu yang berbeda. Saya masuk lewat pintu Umar Bin Khattab. Pintu besar yang berwarna emas, memanjakan mata bagi yang melihatnya. Saya menuju sebuah tempat yang bernama Raudhah.

         Raudhah dikenal sebagai taman syurga, tempat ini terletak diantara mimbar dengan makam yang dahulu merupakan rumah rasulullah saw. untuk masuk ke dalam dibutuhkan kekuatan ekstra, karena harus berdesak desakan. Banyak orang yang berlomba-lomba melaksanakan sholat dan berdoa disini, karena tempat ini dikenal sebagai tempat yang paling Mustajabah untuk berdoa. Yah, karena seperti itu, saat saya masuk saya harus berdesak-desakan ke dalam, tapi akhirnya berhasil juga. Saya mencari tempat yang agak luas, dan langsung sholat disitu. Untuk sholat juga susah, banyak orang yang lalu lalang di depan, bahkan menyenggol kanan dan kiri, Ya Allah, susahnya sholat khusyu disini. Setelah sholat, saya berdoa, itupun tergesa gesa.

       Dari Raudhah, saya berziarah ke Makam Nabi Muhammad saw yang tak jauh dari Raudhah. Makam nabi terdapat dalam sebuah ruangan yang tertutup rapat. Disebelahnya, ada makam 2 Khalifah pemimpin umat islam setelah Nabi Muhammad wafat, yakni khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq dan Khalifah Umar Bin Khattab. Keduanya merupakan sahabat nabi yang sangat setia dan rela berkorban demi agama. Dulunya, saya hanya tahu tentang kisah perjalanan mereka di pelajaran agama waktu masih nyantri dulu, sekarang saya akhirnya bisa melihat keramatnya makam mereka secara langsung.

Raudhah gambal diambil dari sini
Raudhah , gambar diambil dari sini
Bagian Mihrab
Bagian Mihrab, gambar diambil dari sini
Makam Nabi Muhammad SAW. , Abu Bakar, dan Umar bin Khattab
Makam Nabi Muhammad SAW. , Abu Bakar, dan Umar bin Khattab

      Sedikit ke Luar Masjid Nabawi, ada sebuah komplek Maqam yang disebut Makam Baqi, atau Jannatul Baqi. Maqam ini merupakan makam warga Madinah dari zaman rasululllah hingga sekarang. Lebih dari 10.000 sahabat termasuk khalifah usman bin Affan, ahlul bait, keturunan, paman, dan istri rasulullah dimakamkan. Termasuk Aisyah r.a hanya Khadijah dan Maimunah yang tidak dimakamkan di komplek pemakaman ini. Makam ini terletak di sebelah timur, dahulu pemakaman ini jauh dari Masjid, tetapi setelah perluasan yang dilakukan terus menerus, Komplek makam ini kini bersebelahan dengan Masjid.

Makam Baqi'
Makam Baqi’

IMG_9953

       Dari komplek Makam Baqi saya kembali ke hotel.

     Kumandang adzan dzhuhur telah terdengar, terlantun dengan indahnya. Mengundang saya dengan mudahnya untuk kembali ke Masjid melaksanakan kewajiban. Saya masuk lewat pintu yang paling dekat, pintu King Fahd. Dan melaksanakan Sholat. Usai sholat, saya lalu mengelilingi bagian dalam Masjid yang luas. Yang menjadi perhatian saya selanjutnya adalah Bagian plafond Masjid yang bisa tertutup dan terbuka, bertujuan untuk memberikan pencahayaan alami ke dalam Masjid, Canggih meen !!. Saya istirahat sejenak, sambil membaca Qur’an, sesekali juga saya memperhatikan sekeliling. Dan kalau sudah bosan, saya kembali ke hotel untuk makan siang

Pintu King Fahd
Pintu King Fahd
Bagian Plafond yang bisa terrbuka dan tertutup
Bagian Plafond yang bisa terrbuka dan tertutup
Plafond pada saat terbuka
Plafond pada saat terbuka

     Di Luar Masjid dan Pelataran Masjid, ada sebuah tugu jam yang ukurannya tidak terlalu tinggi. Tugu Jam ini selalu dipenuhi oleh burung Merpati, karena di tugu ini, orang-orang selalu melemparkan makanan burung. Cocok untuk berfoto, apalagi kalau bisa berfoto sama burung-burungnya, Terasa seperti di luar negeri *ehh…

Tugu Jam
Tugu Jam

       Di Pelataran Masjid pada sore hari, payung-payung hidrolik yang terletak di yang terbuka di siang hari tertutup secara otomatis. . Kereen.., total ada 250 payung. Payung- payung tersebut awalnya akan mengembang setelah sholat shubuh untuk melindungi para jama’ah di pagi dan siang hari dari terik matahari. Sebenarnya, payung-payung hidrolik ini tidak mengembang dan tertutup secara otomatis, tetapi dikendalikan oleh petugas di ruang operator. Dan Pada dasarnya Keberadaan payung ini menambah kemegahan, keindahan, kekerenan dan Keamazingan Masjid Nabawi.

Payung Hidrolik pada saat mengembang
Payung Hidrolik pada saat mengembang

      Di Malam hari, setelah sholat Magrib, saya memilih tinggal sambil menunggu waktu sholat isya masuk. Biasanya juga saya isi dengan membaca Qur’an, dan kalau haus, banyak Air zam-zam yang tersedia untuk para jamaa’ah. Untuk waktu seperti ini, saya ngantuk, maklumlah, waktu magrib di madinah, di kampung saya sudah tengah malam, dan itu artinya biasanya saya sudah tidur.

Sambil Menunggu waktu Isya'
Sambil Menunggu waktu Isya’

       Selama berada di Kota Madinah, Masjid Nabawi adalah tempat yang saya kunjungi setiap hari, selain karena waktu sholat saya selalu ke Masjid ini, masjid ini mudah dijangkau dan selalu membuat saya rindu sama suasananya.

Masjid Nabawi, sumber gambar dari sini
Masjid Nabawi, sumber gambar dari sini
Iklan

10 comments on “Inside Masjid Nabawi

  1. Amaaaazing !!

    Suka

  2. Subhanallah…., jadi kepengen juga buat kesini ..

    Suka

  3. Ping-balik: The Amazing Madina | Travelucky

  4. luar biasa, indahnya masjid itu

    Suka

  5. Ping-balik: Mengenal Muhammad – Bukan Pajokka

  6. Ping-balik: Kaleidoskop 2016 dan Resolusi 2017 – Bukan Pajokka

  7. Ping-balik: Ini Dia 5 Masjid Tertua di Dunia, Salah Satunya Terdapat Ka'bah di Dalamnya - Moodster.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: