SAUDI ARABIA

Senja di Kota Jeddah

                Dari Kota Mekkah, kami menuju Kota Jeddah, Kota yang tak kalah ramai dari dua kota sebelumnya. Jarak kota Jeddah dari Mekkah sangat dekat, hanya butuh 20 menit dengan menggunakan mobil, berbanding terbalik antara Madinah dan Jeddah yang butuh 5-6 Jam perjalanan.

                Jeddah dalam Bahasa Arab berarti “Nenek”, Kota Jeddah adalah kota Nenek Moyang Umat Manusia, karena di kota inilah konon Sitti Hawa, istri dari Nabi Adam dimakamkan. Sebelum ke Bandara International King Abdul Aziz Jeddah (KAIA Jeddah), Aku dan rombongan Umroh Mubina Tour menyempatkan diri city tour mengelilingi Kota yang termasuk kota terbesar di Kerajaan Arab sudi itu.

                Tempat pertama yang kami kunjungi adalah Balad Corniche Commercial Centre, Yang merupakan kawasan perdagangan yang termasuk paling masyhur di Kota itu. Corniche tidak pernah sepi pengunjung, baik pendatang maupun penduduk asli . hampir semua Rombongan Jama’ah haji atau umrah memasukkan kawasan Corniche sebagai salah satu destinasi yang wajib dikunjungi jika ke Kota Jeddah, meskipun dari segi tampilan, Corniche Corniche tidak begitu Mewah.

IMG_0122
Balad Corniche Commercial Centre

                Di Kalangan pedagang Saudi, jama’ah asal Indonesia sudah sangat dikenal, bukan Cuma karena banyaknya Orang Indonesia yang berangkat Haji dan Umrah, tetapi “minat belanja” orang Indonesia yang tinggi kalau sudah disana, membuat Pedagang Saudi sedikit demi sedikit tahu berbahasa Indonesia dalam transaksi jual beli, utamanya angka-angka.

                Di Corniche, kami melaksanakan sholat Ashar terlebih dahulu, barulah kami berkeliling ke Pusat perbelanjaan di Kota Jeddah itu. Tapi karena ini sudah merupakan rute perjalanan pulang, kebanyakan Jama’ah hanya melihat-lihat saja, karena uang mereka sudah habis di Mekkah hahah.

                Lelah berkeliling, aku menyempatkan menikmati indahnya sore terakhir di Negeri Arab itu dengan menyantap nikmatnya Kebab ditambah segarnya Jus Jeruk. Cukup 5 Riyal. Kebab dari negeri asalnya membuat sore itu semakin berkesan…, heheh.

IMG_0113
Sore Terakhir dengan Kebab dan Jus Jeruk, Aseek (Model : Ibu dan Saudariku, Dhila)

                Lama di Corniche, kami melanjutkan city tour ke tempat-tempat lain, namun hanya dari dalam mobil, karena waktu hampir magrib yang artinya keberangkatan sebentar lagi.

IMG_0119
Saya di Kota Jeddah

                Rute selanjutnya adalah Masjid Qishash, Sebelum jauh-jauh bicara tentang Masjid ini, saya ingin terlebih dahulu Bicara tentang Qishash. Qishash sendiri merupakan hukuman setimpal bagi pembunuhan. Bagi yang membunuh, maka hukumannya adalah Dibunuh. Nah, di Masjid Qishash inilah tempat hukuman itu dilaksanakan. Karena Kerajaan Arab saudy adalah Kerajaan yang menggunakan Al-quran sebagai sumber hukumnya, Maka Hukuman Qishash adalah Hukuman yang berlaku bagi pembunuh di negeri itu. Coba di Indonesia diberlakukan hukuman Qishash, maka orang akan berpikir 100 kali untuk melakukan pembunuhan.

                Setiap hari Jum’at adalah waktu dilaksanakannya hukuman Qishash di Masjid tersebut, kalau seperti ini, Maka Masjid ini terkesan Angker, namun terlepas dari itu, Pemandangan di sekitar Masjid itu sangat luar biasa. Sebuah danau yang lumayan luas membuat kesan angker itu seakan hilang jika dipandang sekilas hehe…

                Dari Masjid Qishash, Mobil rombongan Jama’ah sempat melewati sebuah kawasan yang konon katanya Merupakan makam dari Sitti Hawa, benar tidaknya, Hanya Allah yang tahu, namun berdasarkan itulah sehingga Kota ini bernama Jeddah, Kota Nenek Moyang Manusia

                Waktu Magrib menjelang, kami akhirnya harus bergegas menuju bandara KAIA Jeddah. ada 2 Tempat yang akhirnya batal kami kunjungi, yaitu kawasan Laut Merah dan Masjid Terapung Ar-Rahmah.

                Sekitar pukul 20.00 Waktu Arab Saudy, kami akhirnya meninggalkan Negeri Arab menuju Makassar namun Transit di Kuala Lumpur dan Jakarta terlebih dahuli. Pukul 01.00 dinihari, kami akhirnya sampai di Kota Makassar.

Iklan

4 comments on “Senja di Kota Jeddah

  1. Bagi kebabnya donk

    Suka

  2. Riska Febbriana

    asseeeekk ….,, tapi sayang gak ke laut merah..,,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: