SAUDI ARABIA

9 Hal yang bisa dilakukan di Mekkah

         Dari Kota Madinah, saya dan jama’ah Umroh Mubina Tour menuju kota Mekkah dengan sebuah Bus. Di kota inilah ibadah utama dari rangkaian ibadah dilakukan. Perjalanan dari Mekkah ke Madinah memakan waktu sekitar 5-6 Jam. Hampir sama dengan perjalanan sebelumnya yakni dari Kota Jeddah ke Madinah. Rasanya cukup lama, apalagi pemandangan sepanjang perjalanan hanya padang tandus nan gersang, kalaupun ada tumbuhan, itu hanya rumput dan semak belukar.

         Pukul 22.00, Kami sampai di Kota Mekkah. Alhamdulillah, saya dan rombongan jama’ah langsung menuju hotel tempat kami menginap selama di Mekkah nantinya. Namanya Hotel Qasruz Dzahaby 5, dalam bahasa Indonesia, Qashruz Zahaby berarti Istana Emas. Yah, meskipun namanya Istana Emas, hotel ini berwarna putih kusam, tidak ada Emas sama sekali. Kami menunggu sejenak di Lobi Hotel untuk Check In, dan setelah pemimpin jama’ah mendapatkan kunci kamar, maka dilakukan pembagian kamar. Yah, seperti biasa, aku sekamar dengan keluargaku. Kalau mau dibandingkan, Hotel di Madinah masih lebih luas dan lebih mewah. Namun, Kamar di hotel ini juga lumayan lengkap, ada LCD TV, Kulkas mini, 5 Tempat tidur, dan Kamar Mandi.

       Di Kota Mekkah ini , Ada beberapa Kegiatan Ibadah Dan Ziarah yang dilakukan, dan kegiatan tersebut terangkum dalam post ini.

  1. Umrah dan Ibadah Lainnya di Masjidil Haram

       Kami istirahat sejenak, lalu sholat Magrib dijamak dengan Isya’, Makan malam untuk mengisi tenaga, dan kami bergegas ke Masjidil Haram. Yeyyy, impianku melihat Ka’bah semakin dekat. Jarak Hotel dari Masjidil Haram cukup jauh, sehingga baru perjalanan menuju Masjid saja saya sudah lumayan lelah, maklum, rasa lelah ini juga masih pengaruh perjalanan 5 jam tadi. Di Sekitar Masjid, saya melihat banyak reruntuhan hotel, Menurut penjelasan, Hotel tersebut dihancurkan untuk perluasan Masjidil Haram. Yang tersisa adalah hotel-hotel Bintang 5 saja. Sayang sekali, gedung-gedung tinggi itu dihancurkan begitu saja.

       6-7 Menit Berjalan kaki, kami sampai di Masjidil Haram, Ma Syaa Allah, dari luar saja saya sudah sangat takjub meliat kemegahan Masjid impian seluruh umat Muslim ini. Meskin sudah pukul 23.00, Masjid ini masih ramai dan selalu ramai di setiap saat. Jam segini saja, masuk ke dalam Masjid ini masih berdesak desakan. Saat ini Masjidil Haram masih dalam tahap perluasan, masih banyak alat-alat konstruksi menghiasi Masjid, sehingga kurang elok lah dipandang.

       Kami Masuk ke dalam Masjid, menyimpan sandal di penyimpanan, dan memulai pelaksanaan Ibadah Umroh. Yah sebelumnya kami telah melakukan miqat di Masjid Dzulhulaifah, dan berniat. Kami Menuju Ka’bah, Bangunan berbentuk segi empat yang ditutupi kain berwarna Hitam yang disebut Qiswah. Once Again, Saya mengucapkan Ma Syaa Allah. Alhamdulillah Ya Allah, engkau membawa kami semua kesini. Saya bergumam. Tak henti-henti bersyukur meski itu belum bisa mengungkapkan bagaimana rasanya berada disini.

       Saya dan Jama’ah dipimpin oleh Pemimbing Jama’ah yang ditugaskan oleh pihak travel memulai Ibadah Umroh. Mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 Kali, kegiatan ini disebut Thawaf. Hitungan pertama dimulai di sebuah titik yang ditandai dengan sebuah lentera berwarna Hijau. Setiap putaran memiliki bacaan doa tersendiri. Namun setiap bacaan tertentu selesai, Kami selalu mengucapkan Labbaik Allaahumma Labbaik, Labbaika Laa Syariika Laka Labbaik, Innal Hamda wan Ni’mata Laka Wal Mulk, La Syariika Laka.

DSC09973
Sesudah Thawaf

     Usai mengelilingi Ka’bah, kami sholat sunnah Thawaf terlebih dahulu, lalu berdoa lagi. Setelah itu, kami menuju lantai atas, untuk melanjutkan rangkaian ibadah kami. Kami sampai di ruangan besar, Ruangan ini digunakan untuk melaksanakan Sa’i. Sa’I adalah berlari lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 kali juga. Hitungan Dimulai dari Bukit Shafa, lalu Ke Marwah. Bagi yang tidak mampu berjalan, bisa menyewa Kursi Roda. Di sepanjang Jalan di Bukit Shafa dan Marwah, terdapat Keran air Zam-zam, yang bisa diminum ketika lelah mendera.

     Setelah menyelesaikan 7 kali perjalanan, dilakukan tahallul dengan memotong minimal beberapa helai rambut. Alhamdulillah, rangkaian ibadah Umroh selesai. Kami kembali ke Hotel untuk istirahat, saat itu pukul 03.00 dinihari. (Tentang Masjidil Haram dan Ibadah Umroh lebih Lengkap Baca Di Sini)

        Hari Pertama di Kota Mekkah. belum ada kegiatan ziarah. Hari ini focus untuk istirahat. Tapi Ayahku mengajak kami sekeluarga untuk berkunjung ke rumah kerabat. Kebetulan Ayahku pernah berkuliah di Negara ini, jadi dia tahu banyak tentang kota-kota di Negara ini, terutama Mekkah, Madinah dan Jeddah. Dia juga punya banyak kenalan. Dengan sebuah taksi, kami berangkat. Di sepanjang Perjalanan saya melihat dan memperhatikan dengan jelas kota ini. Kota Mekkah, kota yang panas. Keadaan Geografis tanah kota Mekkah juga tidak rata. Di sana gunung, di sini gunung. Jalannya naik turun, ada juga gunungnya yang terpaksa dilubangi untuk dibuat terowongan. Pembangunan dimana-mana. Benar-benar kota yang sibuk. 15 Menit perjalanan, kami akhirnya sampai. Kami berjalan masuk ke lorong, naik bukit, dan sampai di rumahnya. Rumah-rumah di Arab berbeda dengan rumah di Indonesia. Kalau di Indonesia, Atapnya berentuk segitiga, disini datar saja.

  1. Berziarah Ke Jabal Tsur.

       Hari Kedua di Kota Mekkah, Saya dan Jama’ah umroh dibawa berziarah mengelilingi tempat bersejarah di Kota Mekkah dan sekitarnya. Tempat pertama adalah Jabal Tsur. Di Jabal Tsur terdapat Goa Hira, Goa dimana Nabi Muhammad Saw. Menerima wahyu pertamanya. Sekaligus tempat Nabi selalu bertahannus.

IMG_9973
Berfoto dengan latar Jabal Tsur

       Setelah mendengar Penjelasan dari Guide, kami melakukan foto bersama terlebih dahulu lalu melanjutkan perjalanan.

  1. Berziarah Ke Padang Arafah dan Jabal Rahmah

       Bus membawa kami berjalan agak jauh dari kota Mekkah. Kami sampai di sebuah padang gersang nan luas bernama Padang Arafah. Dalam Pelaksanaan Ibadah haji, Padang ini digunakan sebagai tempat pelaksanaan Wuquf. Wuquf adalah

       Di Padang ini terdapat sebuah bukit berbatu bernama Jabal Rahmah. Bus singgah di sekitar Bukit dan seluruh jama’ah diperkanankan untuk naik ke Puncak Bukit. Bukit inilah merupakan tempat bertemunya Nabi Adam dan Istrinya Sitti Hawa yang berpisah sekian lama setelah diusir dari Surga. Bayangkan bagaimana harunya mereka berdua bertemu. Dari kisah bertemunya cinta sejati itu, banyak orang yang Berdoa di Bukit ini untuk dipertemukan dengan Jodohnya. Yah termasuk saya. Heheh. (Selengkapnya disini)

IMG_0013
Jabal Rahmah
IMG_9995
Suasana Padang Arafah

       Setelah Naik Ke Puncak Bukit, kami kembali ke bus, karena waktu dhuhur sudah semakin dekat, dan sholat dzhuhur di Masjidil Haram tidak boleh dilewatkan. Tapi, saat kami sudah dikejar waktu untuk ke tempat selanjutnya, perjalanan terhambat karena masih ada satu jama’ah yang belum ada di Bus. Tersesat atau mungkin apa.., hampir 1 Jam kami menunggu hingga akhirnya ia ditemukan. Ia tersesat. Lupa dimana letak bus yang sebenarnya. Dari sini kita harus mengambil Pelajaran, JANGAN BERPISAH DARI ROMBONGAN !!.

  1. Niat Buat Umroh yang kedua di Tan’im

     Tan’im merupakan tempat mengambil miqat dan berniat untuk melaksanakan umrah bagi jama’ah yang ke langsung ke Mekkah, tidak ke Madinah dulu. Nah, bagi jama’ah yang sudah melaksanakan umroh sebelumnya, dan ingin melaksanakan umroh lagi, maka Tan’im merupakan tempat untuk mengambil miqat dan berniat.

  1. Burj Al Bayt

       Di Sekitar Masjidil Haram, ada sebuah gedung raksasa dengan Jam raksasa pula di Puncaknya. Gedung itu bernama Burj Al Bayt. Kalau dibandingkan dengan Menara Jam lainnya di dunia, Gedung ini merupakan yang tertinggi. Gedung ini terdiri dari beberapa hotel dan lantai dasarnya terdapat sebuah shopping centre. Kalau anda ingin membeli buah tangan yang berkelas, disinilah tempatnya. Barang-barang bermerk, seperti Jam, Pakaian, Parfume, Barang elektronik ada disini. Tapi harganya juga mahal loh…, hati-hati kantong Jebol. (Selengkapnya disini)

  1. Wisata Belanja di Ja’fariyah

         Hari ketiga di Kota Mekkah, saya dan keluarga serta beberapa jam’ah berkunjung ke Ja’fariyah. Ja’fariyah merupakan pilihan yang tepat bagi anda yang suka belanja. Selain karena pilihan yang beragam, harganya pun murah. Letak Ja’fariyah agak jauh dari hotel, sehigga kami harus menyewa mobil penumpang kesana.

       Di Ja’fariyah, beberapa jama’ah focus membeli buah tangan untuk keluarga mereka di kampung. Ada yang membeli mainan, sajadah, jilbab, parfum, dan lain-lain. Saya juga membeli beberapa, hingga tak terasa, ada yang belanjaannya sudah 2 kantongan besar. Sebenarnya membeli banyak ole-ole itu tidaklah masalah, apalagi tujuannya untuk membahagiakan keluarga di rumah, tapi hati-hati over bagasi.

  1. Sholat Jum’at di Masjidil Haram

       Hari keempat, tidak ada kegiatan ziarah lagi. Saya memutuskan untuk jalan-jalan saja di sekitar Masjidil Haram, dan kebetulan hari itu merupakan hari jum’at, saya bisa menunggu waktu sholat jum’at. Di Sekitar Masjidil Haram ada beberapa hotel yang tidak terkena penggusuran, saya tidak tahu pasti tidak kena, atau belum kena ya ??. entahlah. Hotel-hotel tersebut merupakan hotel-hotel bintang 5, yang sudah pasti mahal. Saya juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke Burj Al Bayt lagi.

       Hingga Waktu sholat Jum’at masuk, saya segera menuju masjid, untuk mendapatkan tempat yang nyaman dan menghindari desak-desakan. Kalau telat, salah-salah juga bisa dapat tempat di halaman masjid yang panas. Saya bersyukur, mendapatkan hari Jum’at di Kota Mekkah, sholat Jum’at di Masjidil Haram adalah salah satu momen yang tidak boleh dilewatkan, ya Meski kita tidak mengerti apa yang khatib katakan karena perbedaan bahasa.

  1. Melaksanakan Thawaf Wada’

       Hari kelima, it’s the Last Day. Hari ini merupakan hari terakhir, siang nanti Bus akan membawa kami semua ke Kota Jeddah. Nah, sebelum meninggalkan Kota Mekkah, Saya melaksanakan Thawaf Wada’ terlebih dahulu. Tawaf wada merupakan Tawaf perpisahan. Seperti tawaf sebelumnya, saya mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali. Bedanya, dalam Tawaf wada tidak diwajibkan menggunakan pakaian ihram. Saya hanya memakai baju kokoh, dan sebuah peci. Setelah melaksanakan Tawaf, saya lalu menyentuh ka’bah, menciumnya dan mengucapkan selamat tinggal. Awalnya saya berniat untuk mencium hajar aswad juga. Tapi melihat orang yang berdesak-desakan dan berlomba-lomba untuk mendapatkan kesempatan itu, saya mengurungkan niat. Saya mencoba sholat di Multazam. Multazam merupakan bagian pintu ka’bah yang juga tempat sangat mustajab untuk berdoa.

       Untuk masuk ke area Multazam, juga butuh perjuangan yang keras, karena tempat ini juga dipenuhi manusia yang tidak mau melewatkan kesempatan untuk sholat di tempat mustajabah ini. Bayangkan saja, saat saya sholat sunnah, susahnya buat sujud bukan main. Untung ada orang yang berbaik hati melindungi saya ketika saya sedang sujud, salah-salah bisa kena injak… . Saat saya keluar, saya tersadar kehilangan satu sandal saya… saya terpaksa harus kembali ke Multazam. Kembali berdesak desakan.. , benar-benar seperti antri sembako. Eh bukan, mereka berebut untuk berdoa di salah satu tempat paling mustajab di dunia. Untungnya, saya berhasil menemukan sandal saya yang terkapar tak berdaya di lantai.

  1. Walking Tour

       Setelah melaksanakan Tawaf Wada’, saya kembali berjalan-jalan di sekitar Masjid. Ada banyak toko, saya memutuskan singgah di sebuah toko kebab di Pinggir jalan. seperti biasa, cukup mengatakan “Kam ??” maka penjual akan mengatakan harganya. Harga kebab lumayan murah, cukup 5 Riyal, kita bisa menikmati kebab yang khas dari negerinya sendiri.   Saya lalu berpindah ke sebuah toko yang menjual kurma. Saya bertanya ke Penjual di toko itu, “Kam Hadza?” (Berapa ini ?), tanyaku sambil menunjuk sebuah produk, lalu dia menjawab dengan bahasa yang terdengar seperti bahasa India dan Pakistan. jelas, Saya tak mengerti. Lalu Saya berkata “Ana Andunisi (Saya orang Indonesia) ” agar si Penjual menjawabnya dengan bahasa Indonesia. Lalu penjual itu berkata “Andunisi?”, dengan Raut wajah heran. Seakan tak percaya kalau aku ini orang Indonesia. “Pakistani” katanya sambil menunjukku. Mengira bahwa saya orang Pakistan, saya hanya tersenyum. Saya membeli satu bungkus kurma sebagai buah tangan, dan kembali ke Hotel untuk berkemas.

       Seluruh Jama’ah telah menunggu di Lobi hotel, menunggu bus yang akan mengantar kami semua ke Kota Jeddah. Saya yang kurang kerjaan, memotret sekitar hotel Orang-orang yang lalu lalang, gedung-gedung, dan para jama’ah yang sudah siap-siap. Tak lama kemudian Bus akhirnya tiba. Membawa kami meninggalkan Kota Mekkah. Saya hanya mampu memandang gedung-gedung yang dilewati oleh Bus, dan bergumam, Panggil aku lagi, Kesini… Ya Allah.

Iklan

5 comments on “9 Hal yang bisa dilakukan di Mekkah

  1. Anonimous

    Mudah-mudahan aku bisa kesini juga….,,

    Disukai oleh 1 orang

  2. Weh…seru kali lah ya ibadah sekalian jalan-jalannya. Insya Allah bisa ke sana juga. 🙂

    Disukai oleh 1 orang

  3. Ping-balik: The Amazing Madina | Travelucky

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: